Pendapatan JSMR Turun, Tapi Laba Inti Tetap Stabil
PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mencatatkan kinerja keuangan yang cukup stabil di tengah penurunan pendapatan sepanjang tahun 2025. Meskipun total pendapatan perseroan turun 5,87% secara tahunan menjadi Rp 29,89 triliun dari Rp 31,75 triliun pada tahun sebelumnya, laba inti atau core profit tetap stabil di angka Rp 3,7 triliun.
Pendapatan JSMR terdiri dari beberapa segmen. Segmen pendapatan tol mengalami pertumbuhan sebesar 5,4% menjadi Rp 18,15 triliun, sementara segmen pendapatan konstruksi menurun 22,59% menjadi Rp 10,07 triliun. Sementara itu, segmen pendapatan usaha lainnya naik 9,66% menjadi Rp 1,65 triliun.
Selain itu, EBITDA JSMR meningkat menjadi Rp 13,3 triliun, dengan margin EBITDA sebesar 67,0%. Hal ini menunjukkan efisiensi operasional dan kemampuan perusahaan dalam menjaga kinerja keuangan meski menghadapi tekanan dari berbagai aspek.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyatakan bahwa stabilitas core profit tidak terlepas dari pertumbuhan pendapatan usaha dan EBITDA serta keberhasilan perseroan dalam menurunkan beban keuangan secara konsolidasi sebesar 10,5% YoY. Penurunan beban keuangan tersebut berasal dari aksi korporasi equity financing di PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) yang dilakukan pada Kuartal IV Tahun 2024.
Strategi ini memperkuat kapasitas keuangan dan meningkatkan fleksibilitas pendanaan JSMR. Selain itu, efek positif dari langkah tersebut terlihat dari peningkatan rasio solvabilitas di tahun 2025. Interest Coverage Ratio (ICR) meningkat menjadi 3,7x, sedangkan rasio Interest Bearing Debt to Total Equity (DER) terjaga pada level yang sangat sehat, yaitu 1,2x.
Meskipun kinerja keuangan cukup baik, ada beberapa faktor yang memengaruhi laba bersih JSMR. Laba bruto JSMR tercatat sebesar Rp 11,78 triliun di 2025, naik 4,2% YoY dari Rp 11,3 triliun di 2024. Namun, kenaikan pos pajak dan rugi yang belum direalisasikan dari aset keuangan lainnya membuat laba bersih menjadi Rp 3,65 triliun di 2025, turun 19,26% YoY dari Rp 4,53 triliun di 2024.
Peran JSMR sebagai Market Leader
JSMR masih memegang posisi market leader di industri jalan tol nasional. Sampai akhir 2025, total panjang jalan tol yang telah beroperasi sepanjang 1.294 KM dari total konsesi sepanjang 1.736 KM yang dikelola oleh perseroan. Angka ini merepresentasikan 42% dari total jalan tol beroperasi di seluruh Indonesia.
Dari sisi operasional, JSMR mencatatkan pertumbuhan total volume transaksi di jalan tol sebesar 0,35% YoY atau mencapai 1,3 miliar kendaraan pada 2025. Lalu lintas harian rata-rata (LHR) mencapai 3,58 juta kendaraan.
Proyek Pengembangan Jalan Tol
Selama tahun 2025, JSMR terus melanjutkan pembangunan sejumlah ruas jalan tol dalam tahap konstruksi dan pembebasan lahan. Beberapa proyek yang sedang berlangsung antara lain:
- Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi
- Jalan Tol Yogyakarta-Bawen
- Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo
- Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan
- Jalan Tol Akses Patimban
Perseroan optimistis dapat terus mempertahankan posisi market leader di industri jalan tol nasional. Dengan strategi yang tepat dan komitmen untuk terus berkembang, JSMR siap menghadapi tantangan di masa depan.



