Mahasiswa Indonesia Tampil sebagai Duta Budaya dalam Acara Iftar Jamii Tuwaliyyin di Tunisia
Sejumlah mahasiswa Indonesia tampil sebagai duta budaya dalam acara Iftar Jamii Tuwaliyyin di Menzah 6, Tunis. Acara ini diikuti oleh ratusan mahasiswa dari lebih 15 negara yang berlangsung pada Kamis, 5 Maret 2026. Para peserta memperkenalkan identitas budaya masing-masing melalui pakaian tradisional dan pertunjukan seni.
Penampilan Budaya Indonesia yang Mengundang Pujian
Mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tunisia membawakan penampilan budaya yang menarik perhatian peserta internasional. Mereka mengenakan batik dan songkok serta membawakan lagu tradisional “Tabola Bale” yang berasal dari wilayah timur Indonesia. Penampilan ini menjadi representasi kekayaan budaya Nusantara yang berhasil menyedot antusiasme para peserta.
Beberapa delegasi asing terlihat antusias menikmati pertunjukan tersebut. Bahkan sebagian dari mereka ikut bertepuk tangan mengikuti irama musik yang dibawakan oleh delegasi Indonesia. Pembawa acara juga menyebut nama Indonesia sebagai salah satu delegasi yang memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut.
Interaksi Lintas Budaya
Acara Iftar Jamii Tuwaliyyin tidak hanya menjadi ajang buka puasa bersama, tetapi juga menjadi sarana penting untuk mempererat hubungan antar mahasiswa internasional. Setelah berbuka, peserta saling berbincang dan berbagi pengalaman mengenai kehidupan akademik maupun sosial selama menempuh pendidikan di Tunisia. Interaksi ini menjadi ruang dialog lintas budaya yang mempertemukan berbagai perspektif dari mahasiswa dengan latar belakang negara yang berbeda.
Selain itu, kegiatan dilanjutkan dengan sesi ice breaking yang disertai jamuan kopi dan teh di dalam ruangan. Berbagai penampilan seni dari delegasi internasional juga turut memeriahkan acara tersebut. Pertunjukan yang ditampilkan beragam, mulai dari balet, musik, hingga penampilan vokal yang mencerminkan kekayaan budaya masing-masing negara.
Representasi Indonesia dalam Forum Internasional
Delegasi Indonesia terdiri dari enam mahasiswa yang aktif dalam kegiatan PPI Tunisia, yakni tiga mahasiswa putra dan tiga mahasiswa putri. Mereka adalah Muhammad Dakhlan Gazali, Anggun Dahlia Alia Murohimah, Sultan Maulana Malik Ibrahim, Mohammad Galih Kurniawan, Keysya Atsila Aqib, dan Radina Hasna Maritza. Kehadiran mereka menjadi representasi Indonesia dalam forum mahasiswa internasional yang mempertemukan beragam latar belakang budaya, bahasa, dan kebangsaan.
Muhammad Dakhlan Gazali, mahasiswa Universitas Ez-Zitouna Tunisia sekaligus anggota PPI Tunisia, menyampaikan kebanggaannya dapat mewakili Indonesia dalam forum internasional tersebut. Ia mengatakan bahwa dalam forum seperti ini, perbedaan warna kulit, ras, maupun bahasa bukanlah penghalang untuk berkomunikasi. Justru perbedaan tersebut memperkuat persahabatan di antara peserta.
Tanggapan Positif dari Peserta Internasional
Salah satu peserta internasional asal Tunisia, Khadijah, mengaku terkesan dengan penampilan budaya Indonesia dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan kekagumannya terhadap budaya Indonesia yang dikenal ramah, memiliki adab yang baik, serta menjunjung tinggi nilai-nilai akhlak. Penampilan mereka hari ini benar-benar menarik perhatian para peserta.
Kehadiran mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam PPI Tunisia dalam kegiatan ini juga menjadi bentuk diplomasi budaya mahasiswa yang memperkenalkan identitas bangsa di tingkat internasional. Melalui kegiatan semacam ini, mahasiswa Indonesia di luar negeri diharapkan dapat terus berperan sebagai duta budaya yang memperkenalkan nilai-nilai keberagaman, keramahan, serta kekayaan tradisi Indonesia kepada masyarakat dunia.
Partisipasi enam mahasiswa Indonesia dalam forum tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia mampu tampil percaya diri sekaligus membawa nama baik bangsa di kancah internasional.



