Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 14 Juli 2026
Trending
  • BPTD Jambi Bungkam, Dugaan Ketidaksesuaian SBU dan SKP pada Sejumlah Proyek Konstruksi Tahun 2025 Mengemuka
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»5 Faktor Pengaruh Pergerakan Harga Saham
Ekonomi

5 Faktor Pengaruh Pergerakan Harga Saham

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover5 Maret 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Memahami Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Naik Turunnya Harga Saham

Pergerakan harga saham sering kali menjadi topik yang menarik sekaligus membingungkan bagi banyak investor, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman. Harga saham tidak stagnan karena dipengaruhi oleh berbagai faktor yang datang dari dalam perusahaan maupun kondisi makroekonomi secara umum. Memahami faktor-faktor tersebut penting agar investor bisa membuat keputusan investasi yang lebih tepat dan terukur. Oleh karena itu, investor muda, terutama generasi milenial, perlu memahami seluk beluk dunia saham. Salah satunya adalah faktor-faktor yang memengaruhi harga saham.

Harga saham sendiri dapat naik dan turun secara tak terduga, dan itu merupakan sebuah kondisi lazim dalam dunia pasar modal. Sederhananya, harga saham akan naik jika ada peningkatan permintaan dan akan turun jika permintaan menurun. Tak heran jika kemudian saham menjadi jenis investasi dengan risiko tinggi mengingat banyak hal yang dapat memengaruhinya. Kendati begitu, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi naik turunnya harga saham tersebut. Berikut ulasannya.

1. Kondisi Fundamental Perusahaan



Faktor pertama yang dapat memengaruhi harga saham adalah kondisi fundamental perusahaan. Kondisi fundamental perusahaan dapat dilihat melalui beragam aksi perusahaan seperti akuisisi, merger, maupun divestasi. Kondisi fundamental ini juga bisa kamu lihat melalui laporan keuangan perusahaan. Semakin baik laporan keuangan perusahaan, maka permintaan akan saham tersebut semakin meningkat. Begitupun sebaliknya, jika laporan keuangannya buruk maka permintaan terhadap saham perusahaan tersebut juga akan menurun. Dengan kata lain, perusahaan dengan fundamental baik maka harga sahamnya akan meroket, sedangkan perusahaan dengan fundamental buruk maka harga sahamnya bakal anjlok.

2. Fluktuasi Kurs Rupiah Terhadap Mata Uang Asing



Kuat dan lemahnya nilai tukar atau kurs rupiah terhadap mata uang asing juga bisa menjadi penyebab naik turunnya harga saham. Hal tersebut bisa memberikan konsekuensi positif maupun negatif bagi perusahaan-perusahaan tertentu, khususnya yang memiliki beban utang mata uang asing. Saham perusahaan yang memiliki beban mata uang asing akan sangat berdampak atas pelemahan kurs rupiah. Hal itu lantaran membuat biaya operasional melonjak dan secara otomatis mengakibatkan turunnya harga saham yang ditawarkan. Lemahnya kurs rupiah terhadap dolar AS juga kerap membuat harga-harga saham di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah.

3. Kebijakan Pemerintah



Faktor berikutnya yang dapat membuat harga saham naik turun adalah kebijakan pemerintah. Kebijakan pemerintah baik yang sudah terealisasi maupun masih wacana dapat memengaruhi harga saham. Beberapa contoh kebijakan yang dapat menimbulkan volatilitas harga saham adalah ekspor dan impor, perseroan, utang, penanaman modal asing (PMA), dan sebagainya.

4. Kepanikan



Kepanikan di salah satu bursa atau saham dapat dipicu dari berita-berita tertentu yang beredar di tengah masyarakat. Kepanikan itu kemudian dapat membuat investor menjual sahamnya. Hal ini dikenal dengan fenomena panic selling yang berarti investor akan menjual sahamnya yang merah dalam kondisi apapun sebelum harganya lebih jatuh lagi. Tindakan tersebut lebih dipicu oleh emosi dan ketakutan, bukan sebuah analisis yang rasional. Maka dari itu, kamu sebaiknya tidak menjual saham ketika dalam kondisi panik. Kamu bisa menganalisis saham yang hendak kamu jual tersebut melalui fundamentalnya apakah masih bisa dipertahankan atau memang harus dijual.

5. Manipulasi Pasar



Pemicu naik turunnya harga saham juga bisa disebabkan oleh manipulasi pasar. Manipulasi pasar biasanya dilakukan oleh investor-investor berpengalaman dan bermodal. Caranya dengan memanfaatkan media massa guna memanipulasi kondisi tertentu demi tujuan mereka baik untuk meningkatkan maupun menurunkan harga saham. Dalam dunia pasar modal, hal tersebut dikenal dengan istilah rumor. Namun, rumor ini kerap tidak bertahan lama dan hanya berlangsung sesaat saja.

FAQ Seputar Faktor yang Mempengaruhi Naik Turunnya Harga Saham

Apa faktor utama yang memengaruhi naik turunnya harga saham?

Faktor utama termasuk kinerja fundamental perusahaan, sentimen pasar, kondisi ekonomi global, perubahan suku bunga, dan kebijakan pemerintah yang dapat memengaruhi permintaan serta penawaran saham secara keseluruhan.

Bagaimana kinerja perusahaan memengaruhi harga saham?

Jika perusahaan mencatatkan laba yang tinggi, pertumbuhan pendapatan yang sehat, dan prospek bisnis positif, harga sahamnya cenderung naik karena investor tertarik membeli saham tersebut.

Apa peran sentimen pasar terhadap harga saham?

Sentimen pasar mencerminkan persepsi investor terhadap kondisi saat ini atau masa depan; berita positif bisa memicu harga saham naik, sedangkan berita negatif bisa membuat harga turun karena kekhawatiran investor.

Apakah kondisi ekonomi global berpengaruh besar pada harga saham?

Ya, kondisi ekonomi global seperti krisis, inflasi, atau perang dagang dapat memengaruhi harga saham karena investor menilai risiko investasi lebih tinggi atau lebih rendah berdasarkan kondisi tersebut.

Bagaimana kebijakan suku bunga memengaruhi harga saham?

Kebijakan suku bunga yang ditetapkan bank sentral memengaruhi biaya modal dan daya beli masyarakat, sehingga suku bunga tinggi cenderung menekan harga saham karena biaya pinjaman naik dan investasi saham menjadi kurang menarik.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa

11 Juli 2026

BEI Evaluasi Aturan Papan Pemantauan Khusus

11 Juli 2026

Bursa Asia Tertekan Selasa (7/7) Akibat Kenaikan Laba Samsung dan Pelemahan Yen

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

BPTD Jambi Bungkam, Dugaan Ketidaksesuaian SBU dan SKP pada Sejumlah Proyek Konstruksi Tahun 2025 Mengemuka

14 Juli 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?