Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 3 Maret 2026
Trending
  • 8 Tren Warna Cat Rumah 2026, Mulai dari Cloud Dancer hingga Olive Green
  • Nasib Farradhilla Ayu, Mahasiswi UIN Suska Riau yang Dibacok Raihan Karena Cinta Ditolak
  • Sibuk dengan MBG
  • Prediksi Skor Stade Rennais vs Toulouse Ligue 1 28 Februari 2026: Head-to-Head Live Streaming
  • Jadwal Imsak Jayapura 19 Februari 2026: Imsak Pukul 04.20 WIT
  • Hasna dan Hasni, Kembar Tunarungu yang Diterima Kerja di Matahari, Videonya Viral
  • Schneider Electric jadikan Batam pusat pabrik cerdas dan transformasi energi global
  • Kebijakan Dividen Berlanjut, Ini Rekomendasi Saham ADRO
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Kebijakan Dividen Berlanjut, Ini Rekomendasi Saham ADRO
Ekonomi

Kebijakan Dividen Berlanjut, Ini Rekomendasi Saham ADRO

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover3 Maret 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kinerja Keuangan ADRO dan Proyeksi Dividen

PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) diperkirakan akan melanjutkan kebijakan pembagian dividen kepada pemegang saham. Bisnis batubara yang menjadi tulang punggung kinerja perseroan akan memengaruhi keberlanjutan pembagian dividen tersebut.

Timothy Handerson, Analis UBS Sekuritas Indonesia, menyebutkan bahwa ADRO mengumumkan dividen interim sebesar US$ 250 juta pada bulan Desember 2025. Angka ini mencerminkan pembayaran sebesar 83% dari laba bersih sembilan bulan pertama tahun 2025 dan memberikan imbal hasil sebesar 8% berdasarkan harga penutupan pada tanggal pengumuman, melebihi ekspektasi pasar.

“Kami memperkirakan kebijakan dividen yang besar akan terus berlanjut,” ujar Timothy dalam risetnya pada 19 Januari 2026. Ia menilai bahwa kas bersih sebesar US$ 950 juta pada kuartal ketiga tahun 2025 (sekitar 25% dari kapitalisasi pasar) mendukung kemungkinan kelanjutan kebijakan tersebut. Selain itu, kebijakan pembelian kembali saham (buyback) yang sedang berlangsung juga belum sepenuhnya dimanfaatkan.

Risiko Produksi Batubara dan Dampaknya pada EPS

Lebih lanjut, Timothy menyebutkan bahwa Kementerian ESDM mengungkapkan rencana untuk menurunkan volume produksi batubara Indonesia menjadi 600 juta ton. Rencana ini bisa menjadi risiko terhadap laba per saham (EPS) ADRO. Analisis sensitivitas UBS Sekuritas menunjukkan bahwa penurunan EPS sebesar 7% hingga 10% mungkin terjadi dengan skenario pengurangan volume 25%, peningkatan harga jual rata-rata (ASP) 25%, dan bea ekspor 2,5% hingga 5%. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh kontribusi volume kontrak pertambangan yang lebih rendah.

Namun, Timothy menekankan bahwa target produksi belum disetujui secara resmi. Penambang diizinkan untuk mengajukan revisi kuota produksi di pertengahan tahun, dan produksi biasanya melampaui target pemerintah sekitar 10%. Ini menunjukkan bahwa dampaknya mungkin jauh lebih kecil daripada yang ditunjukkan oleh angka-angka utama.

“Kami pikir risiko penurunan dapat dikelola, terutama mengingat kapitalisasi pasar saat ini menyiratkan nilai nol untuk bisnis kontraktor pertambangannya,” ucap Timothy.

Proyeksi Harga Batubara Tahun 2026

Vinna N Rachmawati, Analis Phintraco Sekuritas, memproyeksikan harga batubara tahun 2026 tetap stabil di kisaran US$ 100 – US$ 106 per ton. Pembentukan harga didukung oleh permintaan yang stabil dari Tiongkok dan India untuk pembangkit listrik dan penggunaan industri.

Permintaan batubara metalurgi global pada tahun 2026 diperkirakan relatif stabil di sekitar 385 juta – 390 juta metrik ton (Mt), dengan impor yang lebih tinggi dari India mengimbangi perlambatan awal dari Tiongkok. Dengan demikian, harga batubara metalurgi pada tahun 2026 diperkirakan akan diperdagangkan dalam kisaran stabil US$ 170 – US$ 200 per ton, dengan potensi kenaikan yang terbatas.

“Untuk batubara termal global, harga diperkirakan akan berkisar sekitar US$ 105 – US$ 120 per ton, dengan risiko kenaikan jika permintaan Asia tetap kuat atau terjadi gangguan pasokan, dan risiko penurunan jika transisi energi mempercepat penurunan permintaan,” ucap Vinna dalam risetnya pada 17 Desember 2025.

Dinamika Pasokan dan Permintaan di Indonesia

Di Indonesia, asosiasi industri memperkirakan harga akan tetap relatif stabil pada tahun 2026. Meskipun harga tersebut akan sangat bergantung pada dinamika pasokan dan permintaan global, kebijakan pemerintah, serta kondisi cuaca dan logistik.

Raka Junico, Analis MNC Sekuritas, memperkirakan harga batubara termal global tahun 2026 dikisaran US$ 130 – US$ 145 per metrik ton (mt). Prospek ini didukung lebih lanjut oleh penguatan ekspektasi harga minyak global yang diproyeksikan sebesar US$ 70 – US$ 72 per barel, yang didukung oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Raka juga menyoroti pengurangan kuota Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batubara bersamaan dengan potensi peningkatan alokasi DMO menjadi 30% untuk pemegang Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

“Diskusi pasar menunjukkan bahwa persetujuan RKAB untuk beberapa perusahaan pertambangan masih terbatas, dengan tingkat persetujuan yang dilaporkan berkisar antara 10% –20%, yang menyiratkan potensi pengurangan produksi hingga 80% dari kapasitas yang diajukan sebelumnya,” ucap Raka saat dikonfirmasi Indonesiadiscover.com, Kamis (26/2/2026).

Proyeksi Pendapatan dan Laba Bersih ADRO

Timothy memproyeksikan pendapatan dan laba bersih ADRO tahun 2025 masing-masing sebesar US$ 1,90 miliar dan US$ 374 juta. Tahun 2026 pendapatan dan laba bersih ADRO diperkirakan mencapai US$ 2,81 miliar dan US$ 523 juta. Adapun pada tahun 2024, ADRO mengantongi pendapatan US$ 2,07 miliar dan laba bersih US$ 1,38 miliar.

Timothy, Vinna, dan Raka merekomendasikan Buy saham ADRO dengan target harga masing-masing Rp 3.300 per saham, Rp 2.140 per saham, dan Rp 2.600 per saham.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Dolar Melemah, Yen Jadi Pilihan Utama, Simak Perkembangan Valas Asia Lainnya

3 Maret 2026

Cara Tukar Uang Baru Lebaran 2026: Pendaftaran PINTAR BI Idul Fitri 1447 H Dibuka

3 Maret 2026

Tingkatkan SDM, 156 Pekerja KEK Industropolis Dikirim ke China untuk Pelatihan

3 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

8 Tren Warna Cat Rumah 2026, Mulai dari Cloud Dancer hingga Olive Green

3 Maret 2026

Nasib Farradhilla Ayu, Mahasiswi UIN Suska Riau yang Dibacok Raihan Karena Cinta Ditolak

3 Maret 2026

Sibuk dengan MBG

3 Maret 2026

Prediksi Skor Stade Rennais vs Toulouse Ligue 1 28 Februari 2026: Head-to-Head Live Streaming

3 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?