Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 30 September 2026
Trending
  • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
  • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Dolar Melemah, Yen Jadi Pilihan Utama, Simak Perkembangan Valas Asia Lainnya
Ekonomi

Dolar Melemah, Yen Jadi Pilihan Utama, Simak Perkembangan Valas Asia Lainnya

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover3 Maret 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Indeks dolar Amerika Serikat (AS) masih berada di bawah level 100. Mengutip data dari Trading Economics pada Kamis (26/2/2026) pukul 17.30 WIB, indeks dolar AS (DXY) berada di posisi 97,74, turun sebesar 0,59% secara year to date (ytd) dan terkoreksi 8,86% secara year on year (yoy).

Pasangan valuta asing (valas) USD/JPY berada di level 156,06, mengalami penurunan sebesar 0,43% secara ytd. Pasangan valas USD/CNY berada di level 6,83, turun 2%, sedangkan pasangan valas USD/KRW berada di level 1.427,65, turun 0,91%.

Menurut Research and Development ICDX Taufan Dimas Hareva, penurunan indeks dolar AS (DXY) mencerminkan tekanan pelemahan dolar yang secara umum membuka ruang apresiasi bagi mata uang Asia. Untuk USD/JPY, pelemahan DXY berpotensi mendorong penurunan pasangan ini (penguatan yen), terutama jika didukung ekspektasi normalisasi kebijakan oleh Bank of Japan yang semakin hawkish.

Sementara itu, USD/CNY cenderung lebih stabil karena pengelolaannya masih berada dalam kerangka kebijakan People’s Bank of China, sehingga volatilitas biasanya lebih terkontrol meskipun tekanan eksternal meningkat.

Untuk USD/KRW, pelemahan dolar dapat mendorong penguatan won, terutama bila sentimen risiko global membaik dan arus modal kembali ke emerging Asia.

“Ke depan, terdapat sejumlah sentimen yang mempengaruhi valas Asia. Dari sisi global, arah kebijakan suku bunga Federal Reserve menjadi faktor dominan, terutama terkait waktu dan besaran pemangkasan suku bunga,” ujar Taufan kepada Indonesiadiscover.com, Kamis (26/2/2026).

Selain itu, Taufan melihat dinamika inflasi AS, ketegangan geopolitik, serta prospek pertumbuhan global turut mempengaruhi permintaan safe haven seperti yen. Dari sisi regional, perbedaan stance kebijakan moneter termasuk potensi pengetatan lanjutan di Jepang, stimulus ekonomi di China, serta kebijakan suku bunga Bank of Korea turut akan menentukan arah relatif masing-masing mata uang.

“Stabilitas sektor eksternal, neraca perdagangan, serta arus investasi portofolio juga menjadi variabel penting,” terang Taufan.

Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, Yen Jepang (JPY) masih bearish walaupun intervensi hingga sekarang sanggup menahan dalam rentang 150-160. Terlebih setelah PM Takaichi menunjuk dua akademisi yang dovish ke dewan Bank of Japan (BOJ), memberi sinyal kelanjutan kebijakan moneter akomodatif.

Kemudian Lukman menilai yuan China (CNY) memang sangat bullish belakangan ini, dan memberikan sinyal apabila mereka nyaman dengan penguatan lebih lanjut namun bertahap. Perkembangan terakhir kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump juga dianggap sangat positif bagi China dan yuan.

Won Korea Selatan (KRW) juga membaik belakangan ini didukung oleh booming permintaan semikonduktor. Produk domestik bruto (PDB) di revisi naik 2,0% dari 1,8% untuk 2026 namun masih lebih rendah dari rata – rata historis dalam beberapa dekade terakhir.

Lukman mengatakan sentimen umum yang mempengaruhi pergerakan valas Asia ke depan adalah sentimen geopolitik, kebijakan tarif AS, dan arus perdagangan global. Untuk China ketiga faktor itu akan terus menjadi hal terpenting.

Jepang akan bergantung pada hasil kebijakan PM Takaichi apakah sanggup membawa Jepang lebih baik, terlebih tensi meningkat antara China dan Jepang. Sementara Won Korea Selatan yang sebenarnya masih lemah, terbantu banyak oleh booming semikonduktor dan artificial intelligence (AI).

Adapun, untuk proyeksi semester I-2026, Taufan memproyeksikan USD/JPY berpotensi bergerak di kisaran 148-155, dengan risiko penurunan lebih lanjut apabila diferensial suku bunga AS-Jepang semakin menyempit. USD/CNY diperkirakan berada dalam rentang 7,00-7,25, dengan kecenderungan stabil karena intervensi kebijakan yang aktif.

Sementara USD/KRW diproyeksikan berada di kisaran 1.320-1.380, sejalan dengan sensitivitas won terhadap siklus ekspor dan pergerakan teknologi global. “Saat ini, yen Jepang relatif menarik untuk dicermati mengingat potensi perubahan rezim suku bunga domestik dan pergeseran arus safe haven, terutama jika tren pelemahan dolar AS berlanjut pada semester pertama 2026,” ucap Taufan.

Sementara Lukman memproyeksikan pairing valas USD/JPY pada semester I-2026 di kisaran 150-160, USD/CNY di kisaran 6,8 – 6,9, dan USD/KRW dikisaran 1.400 – 1.450.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Konsumen semakin peduli lingkungan, tetapi pilihan produk berkelanjutan masih terbatas

31 Agustus 2026

Investasi Asing dan Masa Depan Perumahan Indonesia

31 Agustus 2026

Saksi Perjuangan Siswa SD Mencari Ilmu di Bandung Barat

30 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

27 September 2026

Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

16 September 2026

6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?