Transformasi Digital di Pabrik Batam
Schneider Electric terus memperkuat komitmen jangka panjangnya di Indonesia melalui pembangunan ekosistem industri terintegrasi yang menggabungkan manufaktur cerdas (smart factory), layanan berstandar global, serta kepemimpinan transformasi energi dan digitalisasi. Batam menjadi salah satu pusat strategis pengembangan tersebut di kawasan Asia.
Batam Cluster Plant Director Schneider Electric Manufacturing Batam (SEMB) Kodrat Sutarhadiyanto mengatakan transformasi digital di fasilitas produksi Batam telah dimulai sejak 2017 dan menjadi fondasi peningkatan daya saing perusahaan di tingkat global.
“Kami bergerak dari proses yang sebelumnya konvensional menjadi sistem yang terkoneksi secara real time. Semua peralatan utama terhubung ke sistem sehingga data produksi, konsumsi energi, hingga performa mesin dapat dipantau langsung,” ujarnya saat kunjungan pabrik beberapa hari silam.
Menurut dia, tahap awal transformasi dimulai dengan pendekatan deskriptif, yakni menghadirkan visibilitas data secara menyeluruh. Selanjutnya, perusahaan mengembangkan model prediktif berbasis machine learning untuk mendeteksi potensi gangguan mesin sebelum terjadi kerusakan.
“Dulu sifatnya reaktif, mesin rusak baru diperbaiki. Sekarang kami bisa memprediksi kapan komponen mengalami fatigue dan melakukan perawatan terjadwal tanpa mengganggu produksi,” katanya.
Pada tahap lebih lanjut, SEMB menerapkan sistem preskriptif berbasis kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan penyesuaian otomatis pada parameter operasional, termasuk pengaturan suhu dan konsumsi energi, tanpa intervensi manual.
Transformasi tersebut membuahkan pengakuan internasional. Pada 2019, fasilitas Batam ditetapkan sebagai Global Lighthouse Network oleh World Economic Forum (WEF), sebuah predikat bagi pabrik yang dinilai berhasil mengimplementasikan Revolusi Industri 4.0 secara menyeluruh dan terukur.
“Dari lebih 100 fasilitas manufaktur Schneider Electric di dunia, hanya beberapa yang memperoleh pengakuan tersebut, dan Batam menjadi representasi Indonesia,” kata dia.
Kodrat bilang, hingga kini lebih dari 500 perusahaan dan institusi telah melakukan kunjungan benchmarking ke fasilitas Batam untuk mempelajari implementasi Making Indonesia 4.0.
“Dari sisi infrastruktur digital, perusahaan mengadopsi sistem berbasis cloud global dengan standar keamanan siber ketat,” kata dia.
Ia menyebut fasilitas Batam telah menjalani asesmen keamanan siber oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan memperoleh skor tinggi dalam Indeks Ketahanan Siber Sektor Manufaktur.
Prioritas Keberlanjutan
Selain digitalisasi, Schneider Electric juga menempatkan keberlanjutan sebagai prioritas utama. Secara global, perusahaan menargetkan operasional net zero carbon pada 2030. Di Batam, penggunaan energi terbarukan terus ditingkatkan secara bertahap, seiring optimalisasi efisiensi energi melalui sistem berbasis AI.
“Kami tidak hanya mengubah sumber energi menjadi lebih hijau, tetapi juga memastikan konsumsi energi semakin efisien dari tahun ke tahun,” ujarnya.
Transformasi Smart Factory Batam ini telah menunjukkan dampak nyata. Menurut data dari Schneider Electric, pengimplementasian platform digital EcoStruxure™ di fasilitas tersebut telah meningkatkan produktivitas hingga sekitar 35%, mengurangi konsumsi energi sekitar 37 persen, serta memangkas emisi karbon lebih dari 1.000 ton.
SEMB juga mencatat penurunan 44 persen dalam waktu henti (downtime) mesin dalam setahun sejak penerapan teknologi digital dan otomatisasi.
“Pabrik ini memproduksi ragam produk Schneider Electric untuk pasar domestik dan ekspor, termasuk perangkat proteksi listrik, relay, variable speed drives, sensor, circuit breakers, dan papan elektronik,” imbuhnya.
Transformasi yang dijalankan Batam mencakup pemantauan real-time, analitik prediktif berbasis machine learning, serta sistem preskriptif yang mampu melakukan penyesuaian otomatis terhadap parameter mesin dan konsumsi energi, tanpa perlu intervensi manual.
Kodrat menjelaskan langkah ini sekaligus untuk preventive maintenance, memungkinkan perusahaan memprediksi waktu kerusakan komponen sebelum terjadi kegagalan besar yang bisa mengganggu produksi.
Membangun Ekosistem Industri
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem industri, Schneider Electric juga menjalin kolaborasi erat dengan institusi pendidikan di Batam, termasuk politeknik dan sekolah menengah kejuruan.
Program tersebut mencakup kelas industri khusus, magang terstruktur, hingga pengembangan solusi digital oleh mahasiswa yang sebagian diadopsi secara global.
“Melalui kombinasi teknologi smart factory, digitalisasi end-to-end, layanan global, serta pembangunan talenta lokal, Schneider Electric menegaskan posisi Batam sebagai pusat manufaktur terpadu yang kompetitif secara global sekaligus mendukung agenda industri nasional berbasis inovasi dan keberlanjutan,” kata dia.
Schneider Electric sendiri merupakan perusahaan global spesialis manajemen energi dan otomasi yang beroperasi di lebih dari 100 negara, dengan ratusan fasilitas produksi dan pusat layanan di seluruh dunia.
Di Indonesia, perusahaan telah hadir selama lebih dari empat dekade dan menjadikan Batam sebagai salah satu basis manufaktur utama untuk pasar ekspor Asia, Eropa, dan Amerika.
Melalui penguatan smart factory, keberlanjutan energi, serta pengembangan talenta lokal, Schneider Electric menegaskan peran Batam bukan sekadar pusat produksi, melainkan bagian dari jaringan manufaktur cerdas global yang kompetitif dan berorientasi masa depan.




