Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Thursday, 8 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Hukum»Mantan Pemimpin Gereja yang Mengakui Pelecehan Anak Masih Bebas di Kanada
    Hukum

    Mantan Pemimpin Gereja yang Mengakui Pelecehan Anak Masih Bebas di Kanada

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover28 February 2026No Comments7 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Perkembangan Kasus Pelecehan Seksual oleh Mantan Pemimpin Gereja



    Peringatan: Artikel ini mengandung detail yang mungkin mengganggu bagi sebagian pembaca.

    Mantan pemimpin gereja Kristen yang mengaku kepada BBC telah melakukan pelecehan seksual terhadap seorang anak di Kanada, masih bebas—lebih dari dua tahun setelah mengakui perbuatannya. Robert Corfield—yang namanya masuk di antara 1.100 nama yang dilaporkan melalui hotline aduan pelecehan seksual di dalam gereja—berterus terang kepada BBC bahwa dirinya telah melakukan kekerasan seksual terhadap Michael Havet pada 1980-an.

    Corfield diketahui memberikan pelayanan pada gereja yang sering disebut gereja The Truth atau Two by Twos. Gereja itu menjadi objek penyelidikan FBI sebulan setelah BBC menerbitkan investigasinya pada awal 2024. Meski telah didatangi penyelidik lebih dari setahun lalu, Corfield masih bebas dan berada di Montana, Amerika Serikat. Belum lama ini, BBC berbincang dengan pria yang mengaku juga menjadi korban pelecehan seksual oleh Corfield ketika pria tersebut berusia 11 tahun.

    Peristiwa traumatis itu terjadi pada 1974, sekitar satu dekade sebelum Corfield melecehkan Michael Havet. Corfield sebelumnya mengaku kepada BBC tidak pernah melecehkan orang lain. FBI tidak memberikan tanggapan ketika ditanya terkait hal ini. Kepolisian Kerajaan Kanada (RCMP) menjelaskan telah melakukan penyelidikan setelah muncul laporan tentang serangan seksual terhadap Michael Havet pada awal 1980-an di Saskatchewan. Temuan dari penyelidikan itu juga telah dikirimkan pada Jaksa Penuntut Umum untuk dievaluasi.

    Sementara itu, Kementerian Kehakiman Saskatchewan memilih “tidak berkomentar mengenai kasus-kasus yang sedang diselidiki oleh polisi ini”. Gereja The Truth ini diyakini memiliki hingga 100.000 anggota di seluruh dunia. Mayoritas jemaatnya berada di Amerika Utara. Organisasi yang didirikan di Irlandia oleh penginjil Skotlandia pada 1897 ini berpusat pada para pendeta yang menyebarkan ajaran Perjanjian Baru melalui mulut ke mulut. Para pendeta ini disebut oleh gereja sebagai pekerja.

    Salah satu ciri khas dari para pekerja ini adalah kewajiban menyerahkan harta benda mereka dan harus diambil oleh anggota gereja saat para pekerja ini berkeliling menyebarkan Injil. Sistem ini membuat anak-anak yang tinggal di rumah yang dikunjungi pekerja menjadi rentan terhadap manipulasi, kata mantan anggota.

    Pengakuan Korban dan Tindakan yang Dilakukan

    Dihubungi melalui telepon pada Desember 2025, Corfield mengatakan kepada BBC bahwa dia telah dikunjungi oleh FBI setahun yang lalu. “Mereka menemui saya secara langsung. Mereka pada dasarnya meninjau informasi dan saya hanya menjawab dengan jujur,” katanya. Ketika ditanya apakah ia memberitahukan tentang penyiksaan yang dilakukan pada Michael, Corfield sempat mengiyakan sebelum menambahkan: “Itu terjadi setahun yang lalu sehingga saya tidak ingat semua detailnya.”

    Serangan seksual yang dilakukan Corfield itu terjadi saat Michael berusia 12 tahun dan berlangsung selama enam tahun. Kini, Michael telah berusia 57 tahun. Kepada BBC, Corfield juga menyatakan FBI “puas dan saya tidak dihubungi oleh siapa pun sejak saat itu”. Ketika ditanya apakah ia takut ditangkap, Corfield mengatakan: “Saya sadar ada kemungkinan itu.” Ia pun tidak lagi menghadiri pertemuan gereja.

    Pada Januari 2026, ada pria yang menghubungi BBC mengenai pelecehan yang dialaminya dan dilakukan oleh Corfield. Pria itu—sebut saja Edward untuk melindungi identitasnya—mengungkapkan Corfield menyerangnya saat berkemah di Kanada pada 1974. “Robert marah kepada saya karena sesuatu. Saya tidak ingat persis apa itu. Lalu, dia memanggil saya ke dalam kemah,” katanya. “Saya hanya ingat dia marah dan menahan saya. Saya hanya ingat bantal-bantal dengan penutup bermotif bunga aneh tahun 70-an. Dia akhirnya menahan saya di atas tempat tidur,” tambahnya.

    [Dalam beberapa bagian, Edward menggambarkan pengalaman traumatisnya dengan Corfield, termasuk bagaimana kekuasaan para pekerja di gereja membuatnya sulit untuk menentang. “Saat insiden saya dengan Robert terjadi, saya mencoba berbicara dengan orang tua saya tentang hal itu. Tapi keduanya tidak mau tahu, karena Robert adalah seorang pendeta yang artinya tidak pernah salah,” kata Edward.]



    Edward melaporkan serangan tersebut ke Kepolisian Kanada pada 2024, tapi kejaksaan menolak untuk menindaklanjuti kasus tersebut karena kurangnya bukti. Corfield menolak berkomentar tentang tuduhan terbaru saat dihubungi pekan lalu. Namun, BBC telah memperoleh dua surat pribadi yang dikirim Corfield kepada Michael pada 2004 dan 2005. Surat itu berisi permintaan maaf dan mengatakan dia sedang menjalani terapi. Dalam salah satu surat, Corfield berkata dia “membuat daftar korban”.

    Masalah Kekeadilan dan Tanggung Jawab

    Korban kekerasan sulit mendapat keadilan. Gereja The Truth dilanda krisis pelecehan seksual sejak lebih dari 1.500 anggota aktif dan mantan anggota gereja menghubungi hotline yang didirikan oleh kelompok kampanye Advocates for The Truth pada 2023. Advocates telah menghentikan operasinya, tapi salah satu pendiri dan penyelidik swasta, Cynthia Liles, masih mengelola hotline tersebut dengan nama 2×2 Church Accountability.

    Menurut Liles, ada 1.164 tuduhan pelecehan seksual. Dari jumlah tersebut, lebih dari setengah tudingan melibatkan mereka yang berada dalam posisi kekuasaan. Ada sekitar 75 vonis hukuman. Namun, nama Corfield tidak termasuk meski telah mengaku melakukan pelecehan seksual terhadap seorang anak selama enam tahun. Bahkan, ia tetap bebas.

    “Saya bingung dengan penegakan hukum di Kanada. Robert adalah seorang pedofil yang mengaku bersalah. Dia bertanggung jawab atas pelecehan terhadap saya selama enam tahun,” kata Michael kepada BBC dalam sebuah pesan. Michael berkata juga ingin melihat kepemimpinan gereja diadili mengingat beberapa lainnya dituduh menutupi pelecehan.

    [Dalam investigasi BBC, Michael melaporkan pelecehan yang dialaminya pada 1993 kepada Dale Shultz, pemimpin gereja tertinggi di Saskatchewan yang dikenal sebagai “pengawas”. Pengawas adalah anggota gereja tertinggi. Tiap negara bagian AS dan provinsi Kanada yang memiliki jemaat aktif terdapat satu pengawas.]



    Sayangnya, Shultz tidak melaporkan ke polisi terkait insiden yang menimpa Michael. Shultz justru menyerang Michael secara brutal beberapa minggu kemudian karena mengira Michael telah memberitahu orang lain tentang tuduhan pelecehan tersebut. Michael juga membeberkan bahwa Shultz kemudian “mendorong” dia untuk meninggalkan gereja, sedangkan Corfield dipindahkan menjadi pendeta di negara bagian Montana, Amerika Serikat.

    Corfield mengatakan kepada BBC pada 2024 bahwa dia yakin keputusan untuk mengirimnya ke Montana adalah keputusan Shultz. Pria itu pun tetap menjabat sebagai pengawas selama 25 tahun. Shultz sebelumnya mengatakan kepada BBC bahwa “banyak informasi yang Anda terima tentang saya telah terdistorsi dan tidak akurat”. Namun, dia menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut.

    “Saya frustrasi karena RCMP [Kepolisian Kanada] menolak melibatkan pimpinan lainnya. Mereka telah mengecewakan anggota,” kata Michael pekan lalu. “Robert bersalah, tentu saja. Dale dan semua yang memfasilitasi juga bersalah,” tambahnya.

    Edward bilang “ini benar-benar konyol” mengenai Corfield yang masih bebas. “Jenis tekanan apa yang dibutuhkan RCMP untuk mengambil langkah ini?” katanya. RCMP mengarahkan pertanyaan kepada Kementerian Kehakiman Saskatchewan, yang menolak untuk berkomentar.

    Gereja sempat melakukan upaya penanganan krisis pelecehan seksual ini, bahkan bekerja sama dengan organisasi untuk membantu kelompok Kristen ini menghadapi pelecehan seksual. Namun, gereja akhirnya menghentikannya dan membatalkan kebijakan terkait pelecehan seksual ini. “Mereka hanya mengatakan: ‘Kami tidak membutuhkan semua ini, kami hanya akan menggunakan Alkitab’,” kata Liles. “Ini langkah mundur, karena saya pikir mereka akan memulai perubahan.”

    Selanjutnya, banyak pelaku pelecehan seksual kembali menghadiri pertemuan gereja, kata Liles, termasuk pria di Arizona yang dihukum penjara karena pemerkosaan pada 1969. Pria itu malah diangkat menjadi penatua gereja setelah dibebaskan, dan kemudian melanjutkan pelecehan terhadap anak-anak lain di dalam gereja.

    BBC menghubungi beberapa pengawas gereja untuk komentar, tapi tidak mendapatkan tanggapan. Meskipun proses hukum berjalan lambat bagi para korban, banyak di antara mereka yang terhubung secara online. Sebuah grup Facebook bernama ‘Exposing Abuse: 2x2s’ memiliki lebih dari 10 ribu anggota dari seluruh dunia yang saling memberikan dukungan.

    Setelah pengakuan publik Corfield sekitar dua tahun lalu, Edward menghubungi Michael. “Saya menghubungi Michael segera setelah itu, dan kami berhasil tetap terhubung selama beberapa tahun terakhir dan membangun hubungan,” katanya. “Bagi kami, bisa saling mengenal itu menghilangkan perasaan terisolasi bahwa hanya ‘saya melawan dunia’, karena sebenarnya kami melawan gereja.”

    Edward kini juga menerima konseling untuk mengatasi pengalamannya di gereja. “Bukan gereja yang membiayai sesi konseling saya, melainkan sekelompok mantan anggota gereja,” katanya. “Itu benar-benar anugerah bagi saya.”

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    Ruben Onsu Jadi Tersangka Penipuan, Mantan Manajer Sarwendah: Dia Tak Pernah Berniat Jahat

    31 August 2026

    Direktur Polipangkep Lulus Uji Kompetensi CRA dan CRP, Kuatkan Tata Kelola Berbasis Risiko

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?