Rekor Tandang PSM Makassar yang Mengkhawatirkan Jelang Hadapi Persebaya Surabaya
Rekor tandang PSM Makassar yang tidak stabil menjadi perhatian besar jelang pertandingan melawan Persebaya Surabaya di pekan ke-23 Super League 2025/2026. Dalam 11 laga away musim ini, Juku Eja hanya mampu meraih tiga kemenangan dan tiga hasil imbang, sementara lima laga lainnya berakhir dengan kekalahan. Angka ini memberi peluang bagi Green Force untuk memaksimalkan duel di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (25/2) malam.
Catatan tersebut menjadi sorotan karena PSM Makassar dikenal sebagai salah satu tim kuat di kompetisi kasta tertinggi Super League. Namun performa mereka di luar kandang terlihat belum konsisten, sehingga membuka celah yang bisa dieksploitasi oleh lawan. Rata-rata poin yang diraih PSM saat bermain di luar Makassar hanya 1,09 per pertandingan, angka yang menunjukkan bahwa mereka masih memiliki banyak pekerjaan rumah.
Produktivitas gol juga tidak terlalu istimewa ketika PSM bertanding jauh dari kandang. Mereka mencetak 13 gol dalam 11 laga tandang, namun sebaliknya kebobolan 16 kali. Hal ini menunjukkan bahwa lini pertahanan mereka belum benar-benar solid ketika tampil sebagai tim tamu.
Laga melawan Persebaya Surabaya diprediksi akan berlangsung sangat sengit. Kedua tim sama-sama sedang dalam tekanan hasil minor, sehingga pertandingan ini menjadi ajang penting untuk mengangkat moral dan memperbaiki posisi di klasemen. Persebaya Surabaya sendiri tidak dalam situasi ideal setelah dua kekalahan beruntun dari Bhayangkara Presisi Lampung FC dan Persijap Jepara. Tekanan semakin besar karena pertandingan digelar di kandang sendiri, yaitu Stadion Gelora Bung Tomo.
Kapten Persebaya Surabaya, Bruno Moreira, menyadari besarnya ekspektasi yang dihadapi timnya. Ia menegaskan bahwa seluruh pemain memiliki tekad kuat untuk memberikan hasil yang menggembirakan setelah periode sulit yang menguji mental tim. Meski PSM memiliki rekor tandang yang kurang meyakinkan, Bruno tetap mengakui bahwa laga melawan Juku Eja tidak akan mudah.
”Tidak mudah melawan PSM, tetapi kami akan melakukan yang terbaik untuk menghadapi mereka di GBT,” ujar Bruno.
Pernyataan itu mencerminkan kewaspadaan Persebaya Surabaya terhadap kualitas PSM. Secara materi pemain dan pengalaman, PSM tetap memiliki kapasitas memberi kejutan kapan saja. Sementara itu, PSM datang ke Surabaya dengan kondisi yang kurang stabil, setelah menelan dua hasil negatif dalam dua pertandingan terakhir. Situasi ini membuat duel ini terasa seperti pertaruhan harga diri bagi kedua kubu.
Tekanan berlipat jelas membayangi laga ini. Persebaya Surabaya ingin segera menghentikan tren kekalahan, sementara PSM berambisi memperbaiki citra buruk saat bermain tandang. Bruno juga menyadari kondisi fisik timnya setelah perjalanan panjang dari laga tandang sebelumnya. Ia menyoroti pentingnya pemulihan agar pemain siap tempur secara menyeluruh.
”Kami harus beradaptasi dengan hal ini sebagai pemain, ini tidak mudah tetapi kami harus melakukan yang terbaik untuk istirahat, makan dengan baik dan berlatih dengan baik juga dan siap untuk pertandingan berikutnya secara mental, fisik dan itulah yang harus kami lakukan,” jelas Bruno.
Ucapan itu menegaskan profesionalisme yang coba dijaga ruang ganti Persebaya Surabaya. Dalam situasi sulit, kedisiplinan menjaga kondisi tubuh dan mental menjadi kunci untuk tetap kompetitif. Bruno juga mengajak rekan-rekannya melihat sisi positif di tengah tekanan. Dia percaya ruang untuk bangkit selalu terbuka selama tim tetap kompak dan menjaga keyakinan.
”Yang harus kami lakukan, mencoba untuk mencari hal-hal positif dan hal-hal negatif akan selalu ada. Tetapi sekarang kami harus mencoba untuk beristirahat dengan baik dan siap untuk pertandingan berikutnya,” tambah Bruno.
Optimisme tersebut menjadi energi tambahan jelang duel krusial ini. Persebaya Surabaya sadar kemenangan atas PSM bukan sekadar tiga poin, melainkan momentum mengembalikan kepercayaan diri. Di sisi lain, rekor tandang PSM Makassar yang hanya tiga kemenangan bisa menjadi beban tersendiri. Setiap menit tanpa gol atau ketika tertinggal lebih dulu berpotensi menambah tekanan psikologis bagi tim tamu.
Persebaya Surabaya tentu ingin memanfaatkan fakta tersebut sejak peluit awal dibunyikan. Intensitas tinggi dan dukungan penuh suporter di GBT diharapkan mampu memaksa PSM bermain di bawah tekanan. Laga ini akhirnya bukan sekadar soal statistik, melainkan soal karakter dan mentalitas. Siapa yang mampu mengelola tekanan dengan lebih baik berpeluang besar keluar sebagai pemenang.



