Perhatian Publik pada Said Abdullah Selama Bulan Ramadan
Pada bulan suci Ramadan, perhatian publik kini tertuju pada sosok Said Abdullah. Hal ini terjadi setelah warga Sumenep, Jawa Timur, ramai-ramai memadati ruas jalan di kawasan Pajagalan, Kabupaten Sumenep, Madura, untuk mengikuti salat Tarawih. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen keagamaan, tetapi juga menarik perhatian karena di baliknya terdapat aktivitas pembagian sedekah yang dilakukan oleh keluarga besar Said Abdullah.
Pembagian Zakat Mal Setiap Tahun
Kegiatan pembagian zakat mal yang dilakukan oleh Said Abdullah bukanlah hal baru. Sebaliknya, ini telah menjadi rutinitas tahunan yang dilaksanakan setiap masuknya bulan Ramadan. Dalam acara tersebut, setiap jemaah yang hadir dan mengikuti rangkaian salat Tarawih akan mendapatkan amplop berisi uang tunai sebesar Rp300 ribu. Uang tersebut diberikan sebagai bentuk bantuan sosial kepada masyarakat yang hadir.
Berdasarkan informasi yang beredar, kegiatan ini tidak hanya dilakukan di satu tempat, tetapi secara serentak di delapan titik masjid dan musala di wilayah Sumenep. Beberapa di antaranya adalah Masjid Laju dan Wakaf Abdullah di Kecamatan Sumenep, serta Masjid Fathimah binti Said Gauzan di Kecamatan Manding. Ribuan jemaah tampak antusias dalam mengikuti salat Tarawih perdana Ramadan, sambil menerima zakat mal berupa uang tunai yang dimasukkan dalam amplop putih tanpa logo maupun gambar tertentu.
Harta Kekayaan Said Abdullah
Menurut laporan yang disampaikan oleh elhkpn.kpk.go.id, Said Abdullah terakhir kali menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 31 Maret 2025. Total harta kekayaannya mencapai Rp101.300.253.583. Berikut rincian harta kekayaan Said Abdullah:
- Tanah dan Bangunan: 45 titik dengan total nilai Rp66.587.528.091
- Alat Transportasi dan Mesin:
- Mobil Fortuner Jeep Tahun 2016: Rp100.000.000
- Mobil Lexus Minibus Tahun 2020: Rp600.000.000
- Mobil Fortuner Jeep Tahun 2023: Rp625.000.000
- Harta Bergerak Lainnya: Rp6.585.000.000
- Surat Berharga: Rp45.200.000.000
- Kas dan Setara Kas: Rp15.323.675.895
- Harta Lainnya: Rp779.049.597
Sub Total: Rp135.800.253.583
Total Hutang: Rp34.500.000.000
Total Harta Kekayaan: Rp101.300.253.583
Karier Politik Said Abdullah
Said Abdullah merupakan seorang politisi yang sudah malang melintang di berbagai tingkat, baik di Jawa Timur maupun nasional. Ia pertama kali terlibat dalam dunia politik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Banteng Muda Indonesia Kabupaten Sumenep pada tahun 1982–1985. Setelah itu, ia naik menjadi Sekretaris DPC PDI Kabupaten Sumenep pada tahun 1983–1988.
Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Muslimin Indonesia Kabupaten Sumenep pada tahun 1984–1987. Kariernya mulai menanjak ketika menjadi anggota DPR RI periode 2004–2009 sekaligus Wakil Bendahara PDI-P pada 2005–2010. Said juga terpilih kembali sebagai anggota DPR RI periode 2009–2014, 2014–2019, dan 2019–2024.
Pada tahun 2013, ia mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur bersama Bambang DH, tetapi gagal. Pada masa jabatan terbarunya, Said menjadi Ketua DPD PDIP periode 2025–2030.
Penolakan Terhadap Money Politics
Nama Said Abdullah sempat viral pada 2023 karena kegiatan bagi-bagi amplop sebesar Rp300 ribu kepada jemaah masjid. Uang tersebut dimasukkan ke dalam amplop berlogo partai politik. Said menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembagian sembako dan bantuan sosial kepada warga miskin. Ia menolak tudingan bahwa kegiatan ini terkait dengan money politics.
Menurutnya, uang tersebut dibagikan sepenuhnya untuk membantu rakyat dalam bentuk bantuan dan sembako. Logo PDIP yang tercantum di amplop tersebut disebabkan oleh keterlibatan kader partai dalam kegiatan tersebut, yang juga diniatkan sebagai zakat mal. Kegiatan ini dilakukan di luar masa kampanye yang diatur oleh KPU.
Antusiasme Warga Saat Salat Tarawih
Baru-baru ini, media sosial dihebohkan dengan video yang menampilkan ribuan warga Sumenep antusias mengikuti salat Tarawih pertama di bulan Ramadan 1447 H/2026. Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @Lambe_Turah, dan menunjukkan antusiasme luar biasa dari warga untuk mengikuti salat Tarawih di Kota Keris.
Di balik kerumunan tersebut, diketahui bahwa lokasi tersebut merupakan masjid Naqsabandiyah milik keluarga Said Abdullah. Sudah menjadi rahasia umum bagi warga setempat bahwa setiap malam Tarawih di bulan Ramadan, keluarga besar Said Abdullah sering mengadakan kegiatan sosial berupa pembagian sedekah.
Tim distribusi zakat mal Said Abdullah di Sumenep, Moh Fauzi, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kewajiban yang ditunaikan setiap tahun, termasuk tahun 2026 ini. “Pembagian zakat mal itu merupakan kewajiban yang ditunaikan oleh Bapak Said Abdullah dan rutin tiap tahun,” ujarnya.



