Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Friday, 9 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Politik»Profit, Manusia, dan Bumi, Mengungkap Tantangan Kemiskinan Sulteng
    Politik

    Profit, Manusia, dan Bumi, Mengungkap Tantangan Kemiskinan Sulteng

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover23 February 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Paradoks Pertumbuhan Ekonomi dan Kemiskinan di Sulawesi Tengah

    Presiden Prabowo Subianto sering kali menekankan konsep “Paradoks Indonesia” sebagai cermin tantangan pembangunan nasional. Di Sulawesi Tengah, paradoks ini bukan sekadar teori, melainkan realitas statistik yang tajam: sebuah provinsi yang secara ekonomi menjadi “bintang” nasional, namun secara sosial masih bergelut dengan residu kemiskinan yang persisten.

    Naskah pemikiran Presiden Prabowo menggarisbawahi tiga persoalan fundamental yang menyebabkan kekayaan alam gagal mensejahterakan rakyat: kebocoran kekayaan negara (capital outflow), deindustrialisasi, dan ketergantungan impor. Dalam konteks Sulawesi Tengah, persoalan ini termanifestasi dalam bentuk ketimpangan distribusi nilai tambah.

    Sulawesi Tengah saat ini menduduki posisi kedua dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Ketika ekonomi nasional tumbuh di kisaran 5 persen, Sulawesi Tengah secara konsisten mencatatkan pertumbuhan di atas 7 persen, bahkan menyentuh angka dua digit. Lonjakan ini merupakan buah dari hilirisasi industri nikel di Morowali serta kontribusi sektor migas LNG di Kabupaten Banggai.

    Namun, ada “anomali” yang harus kita akui secara jujur. Secara teoritis, pertumbuhan ekonomi yang masif seharusnya linear dengan penurunan kemiskinan. Di Sulawesi Tengah, fenomena yang terjadi justru sebaliknya.

    Paradoks Pertumbuhan vs Kemiskinan

    Pertumbuhan Eksponensial Sulawesi Tengah, didorong sektor industri pengolahan yang padat modal dan hanya bisa dinikmati mesin investasi mineral serta gas ESDM. Sayangnya, hanya mereka yang memiliki basis pengetahuan metalurgi. Sementara mayoritas masyarakat sulteng bergantung pada sektor pertanian, perikanan dan kelautan. Itulah alasan utama maka kemiskinan masih Stagnan tinggi.

    Angka kemiskinan masih bertengger di level lebih dari 10 persen. Mengapa pertumbuhan 7 % gagal menggerus angka kemiskinan 10 % ? Jawabannya terletak pada sifat ekonomi kita yang cenderung menjadi enclave (ekonomi kepulauan). Kekayaan diproduksi secara masif melalui ekspor produk setengah jadi, namun keterlibatan rantai pasok lokal dan penyerapan tenaga kerja terampil daerah masih menghadapi hambatan struktural.

    Di mana industri ekstraktif nikel dan gas berkembang, sementara mayoritas masyarakat sulteng mayoitas adalah petani dan nelayan. Melalui visi Asta Cita, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo melakukan reorientasi pembangunan. Hilirisasi tidak boleh berhenti pada nikel dan mineral semata.

    Tiga Langkah Taktis untuk Memecahkan Paradoks

    Untuk memecahkan paradoks di Sulawesi Tengah, kita memerlukan tiga langkah taktis:

    • Hilirisasi Multisektor: Memperluas nilai tambah ke komoditi perkebunan dan pangan. Jika nikel bisa menghidupkan industri, maka cokelat, kelapa, dan kelautan Sulteng harus bisa menghidupkan kesejahteraan petani dan nelayan dengan cara mendorong hilirisasi sektor perkebunan dan kelautan kita.

    • Menutup Kebocoran Nilai: Memastikan bahwa praktik ekonomi tidak hanya berujung pada pelarian modal ke luar negeri, tetapi mengendap dalam bentuk investasi SDM dan infrastruktur lokal. Karena itu lewat program berani cerdas, sehat, dan Berani Makmur yang menjadi visi gubernur dan wakil gubernur harus mendapatkan dukungan yang masif. Selain mengisi investasi SDM juga mempersiapkan generasi lepas dari ketergantungan sumber daya alam menjadi kekuatan sumber daya manusia.

    • Kemandirian Pangan dan Energi: Sulawesi tengah harus bisa merasakan kemakmuran lewat Kemandirian Pangan dan Energi. Manfaatkan lahan luas di Sulawesi Tengah untuk swasembada guna mengurangi ketergantungan impor, selaras dengan visi ketahanan nasional.

    Tugas pemerintah sulteng, bukan sekadar mengawal pertumbuhan angka PDRB, melainkan memastikan bahwa setiap persentase pertumbuhan tersebut memiliki efek bagi perbaikan wajah kemiskinan daerah. Kita harus memastikan bahwa di tanah yang kaya akan nikel dan logam mulia dan sumber gas alam ini, tidak ada lagi rakyat yang tertinggal dalam garis kemiskinan.

    Sederhanya, Ekonomi harus tumbuh untuk Profit, tapi alam dan Planet kita tetap terjaga dengan memperhatikan aspek lingkungan. Namun pada sisi lain pemerintah harus berpihak pada kebutuhan Pelayan pendidikan dan kesehatan masyarakat bangun badanya dan bangun jiwanya. Layaknya cita-cita republik Indonesia sehingga, Profit, People, dan Planet benar-benar berbuah negara kemakmuran di Sulawesi tengah indonesia.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

    31 August 2026

    Hidup di Dalam Kita! Filosofi Mendalam 3 Jersey Baru Persib Bandung di Super League 2026/2027

    31 August 2026

    Demo Warga Pati di DPR, Dua Tuntutan dan Pengaturan Lalu Lintas

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?