Kalender Liturgi Katolik untuk Masa Prapaskah I
Kalender liturgi Katolik untuk masa Prapaskah I disiapkan dengan warna ungu yang menjadi simbol dari kesedihan dan penyesalan. Pada hari Minggu Prapaskah I, terdapat beberapa bacaan yang menjadi bagian dari perayaan liturgi. Bacaan-bacaan tersebut mencakup kitab Kejadian, Mazmur, Surat Roma, Injil Matius, serta Bacaan Khotbah Ordo (BCO) dari kitab Keluaran.
Bacaan Pertama: Kitab Kejadian 2:7-9; 3:1-7
Pada bacaan pertama, kita dapat menemukan kisah penciptaan manusia oleh Tuhan Allah. Dalam Kejadian 2:7, Tuhan Allah membentuk manusia dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya. Dengan demikian, manusia menjadi makhluk yang hidup. Selanjutnya, Tuhan Allah membuat taman di Eden dan menempatkan manusia yang dibentuk-Nya itu di sana. Di tengah taman itu, terdapat pohon kehidupan dan pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.
Dalam Kejadian 3:1-7, kita membaca kisah ujian yang diberikan kepada Adam dan Hawa oleh ular. Ular berkata kepada perempuan bahwa Tuhan tidak memperbolehkan mereka memakan buah dari pohon yang ada di tengah-tengah taman. Namun, ular mengatakan bahwa mereka tidak akan mati jika memakannya. Akhirnya, perempuan memakan buah itu dan memberikannya kepada suaminya. Setelah itu, mata mereka terbuka dan mereka menyadari bahwa mereka telanjang.
Mazmur Tanggapan: Mazmur 51:3-4,5-6a,12-13,14,17
Mazmur ini merupakan permohonan penyesalan dan permintaan pengampunan dari rakyat Tuhan. Dalam Mazmur 51:3, penulis menyatakan bahwa ia sadar akan pelanggarannya dan senantiasa bergumul dengan dosa. Dalam ayat 4, ia berdoa agar Tuhan menganggapnya adil dalam putusan-Nya. Ayat 5 menyatakan bahwa ia dilahirkan dalam kesalahan dan dikandung dalam dosa. Ayat 6 mengungkapkan bahwa Tuhan berkenan pada kebenaran dalam batin dan memberitahukan hikmat kepadanya.
Ayat 12 sampai 17 menunjukkan permintaan untuk diberi kegirangan karena keselamatan dan pemenuhan roh yang rela. Penulis juga berharap dapat mengajarkan jalan Tuhan kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran dan memberi kesempatan bagi orang-orang berdosa untuk kembali kepada Tuhan. Ia memohon agar Tuhan melepaskan dirinya dari hutang darah dan memberi keadilan.
Bacaan Kedua: Surat Roma 5:12-19
Dalam Surat Roma 5:12-19, Paulus menjelaskan bahwa dosa masuk ke dunia melalui satu orang, yaitu Adam, dan maut telah menjalar kepada semua orang karena semua orang telah berbuat dosa. Meskipun sebelum hukum Taurat ada, dosa tetap ada, tetapi tidak dihitung tanpa hukum Taurat. Maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai Musa atas mereka yang tidak berbuat dosa seperti Adam.
Paulus juga menyatakan bahwa karunia Allah tidak sama dengan pelanggaran Adam. Jika dosa Adam membuat semua orang jatuh di bawah kuasa maut, maka kasih karunia Allah lebih besar lagi. Penghakiman atas satu pelanggaran mengakibatkan penghukuman, tetapi penganugerahan karunia atas banyak pelanggaran menghasilkan pembenaran. Oleh karena itu, mereka yang menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran akan hidup dan berkuasa melalui Yesus Kristus.
Injil Katolik: Matius 4:1-11
Dalam Injil Matius 4:1-11, kita membaca kisah pencobaan Yesus oleh Iblis. Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Setelah berpuasa empat puluh hari dan malam, laparlah Yesus. Iblis mencoba menggoda-Nya dengan menawarkan batu-batu menjadi roti. Namun, Yesus menolak dan mengingatkan bahwa manusia hidup bukan hanya dari roti saja, tetapi juga dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.
Iblis kemudian membawa Yesus ke Kota Suci dan menempatkan-Nya di bubungan Bait Allah. Iblis mencoba menggoda-Nya dengan menawarkan supaya Iblis menjatuhkan diri-Nya ke bawah, tetapi Yesus menolak dan mengingatkan bahwa tidak boleh mencobai Tuhan. Iblis lalu membawa Yesus ke gunung tinggi dan menawarkan segala kerajaan dunia jika Yesus menyembahnya. Yesus menolak dan berkata bahwa hanya Tuhan, Allah-Nya, yang harus disembah.
Bacaan Khotbah Ordo (BCO): Keluaran 5:1-6:1
Dalam BCO, kita membaca kisah Musa dan Harun yang menghadap Firaun dan meminta agar umat Israel dibiarkan pergi untuk merayakan perayaan kepada Tuhan. Firaun menolak dan mengatakan bahwa ia tidak mengenal Tuhan. Musa dan Harun memohon agar orang Israel dibiarkan pergi, tetapi Firaun memerintahkan agar jerami tidak diberikan lagi kepada bangsa itu untuk membuat batu bata. Para pengerah bangsa itu dan para mandur-mandur mereka memaksa orang Israel untuk bekerja tanpa jerami, sehingga mereka terpaksa mencari jerami sendiri.
Para mandur Israel mengadukan hal ini kepada Firaun, tetapi Firaun menyalahkan mereka sebagai pemalas dan memerintahkan agar jumlah batu bata tetap sama. Akhirnya, Musa kembali menghadap Tuhan dan memohon agar umat ini diperlakukan dengan baik. Tuhan berfirman bahwa Firaun akan dipaksa untuk membiarkan umat Israel pergi.



