Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 23 Februari 2026
Trending
  • Harga Terbaru Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid EV 2026: Era Baru Legenda Keluarga Indonesia
  • Itinerary Liburan Ramadan ke Solo Rp300 Ribu untuk Dua, Bukber di Hotel Brothers
  • Ramalan Zodiak Aries Hari Ini: Keberuntungan, Karier, Cinta, dan Kesehatan
  • Ramalan Virgo 20 Februari 2026: Hoki, Karier, Cinta, dan Kesehatan
  • Khawatir Dibuang ke Laut, ABK Fandi Tak Berani Buka Muatan Sabu 2 Ton
  • Renungan Harian Katolik: Mencoba Tuhan atau Percaya Penuh?
  • Persija Kalahkan PSM 2-1: Pelatih Kecewa VAR Tidak Bekerja, Souza Akui Terima Kartu Kuning dengan Ceroboh
  • Kurma Ungguli Gorengan di Menu Buka Puasa Pekan Pertama di Tasikmalaya
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Renungan Harian Katolik: Mencoba Tuhan atau Percaya Penuh?
Politik

Renungan Harian Katolik: Mencoba Tuhan atau Percaya Penuh?

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover23 Februari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Renungan Harian Katolik: Mencoba Tuhan atau Percaya Sepenuhnya?

Renungan harian Katolik hari ini mengangkat tema yang sangat relevan dengan kehidupan kita sehari-hari: “Mencoba Tuhan atau Percaya Sepenuhnya?” Tema ini diambil dari bacaan Injil Matius 4:1–11, yang menceritakan pencobaan Yesus di padang gurun. Bacaan ini selalu dibacakan pada awal masa Prapaskah, mengingatkan kita bahwa perjalanan iman tidak pernah terlepas dari pergulatan batin dan pilihan-pilihan penting.

Bacaan Liturgi Katolik Hari Ini

Bacaan pertama adalah dari Kitab Kejadian 2:7-9.3:1-7, yang menceritakan ciptaan manusia dan dosa asal. Bacaan kedua adalah dari Roma 5:12-19, yang menekankan bahwa dosa masuk ke dalam dunia melalui satu orang, tetapi kasih karunia Allah jauh lebih besar daripada dosa tersebut. Bacaan Injil adalah dari Matius 4:1–11, yang menceritakan bagaimana Yesus berpuasa selama empat puluh hari dan empat puluh malam, lalu dicobai oleh Iblis.

Padang Gurun: Ruang Sunyi yang Membuka Kebenaran

Dalam Kitab Suci, padang gurun memiliki makna rohani yang dalam. Ini adalah tempat kesunyian, kekosongan, dan keterbatasan. Di sanalah manusia berjumpa dengan dirinya sendiri dan dengan Allah secara jujur. Dalam renungan Katolik hari ini, kita diingatkan bahwa masa Prapaskah adalah “padang gurun rohani” yang diberikan Gereja kepada kita. Bukan untuk menyiksa, melainkan untuk memurnikan. Dalam kesunyian dan pengosongan diri, kita mulai mendengar suara hati yang selama ini tertutup oleh kebisingan dunia.

Yesus tidak menghindari padang gurun. Ia masuk ke sana dengan taat. Ini mengajarkan bahwa iman yang dewasa tidak lari dari keheningan, tetapi justru berani tinggal di dalamnya.

Pencobaan Pertama: Mengubah Batu Menjadi Roti

Godaan pertama adalah mengubah batu menjadi roti. Iblis menggoda Yesus untuk menggunakan kuasa-Nya demi kebutuhan diri. Namun, Yesus menjawab bahwa manusia hidup bukan hanya dari roti, tetapi juga dari firman Allah. Dalam masa Prapaskah ini, kita diajak bertanya dengan jujur: Apakah aku hidup dari roti saja, atau dari Firman Tuhan?

Pencobaan Kedua: Melompat dari Bubungan Bait Allah

Godaan ini lebih halus dan berbahaya. Iblis mengutip Kitab Suci dan mendorong Yesus untuk membuktikan diri. Yesus menjawab tegas bahwa kita tidak boleh mencobai Tuhan. Dalam konteks renungan Katolik Minggu ini, pencobaan ini sangat relevan. Kita hidup di zaman ketika iman mudah dijadikan tontonan: dipamerkan, diukur dari tampilan luar, atau digunakan untuk mencari pengakuan.

Pencobaan Ketiga: Kekuasaan dan Kemuliaan Dunia

Inilah puncak pencobaan: kekuasaan, kemuliaan, dan pengaruh. Iblis menawarkan jalan pintas menuju kejayaan tanpa salib. Yesus menolak dengan tegas dan menjawab bahwa ia harus menyembah Tuhan, Allahnya, dan hanya kepada-Nya sajalah ia berbakti. Dalam refleksi Katolik hari ini, kita diajak menyadari bahwa godaan terbesar sering kali bukan dosa kasar, melainkan kompromi kecil: mengorbankan nilai demi hasil, menghalalkan cara demi tujuan baik, atau memilih aman daripada setia.

Makna Injil Matius 4:1–11 bagi Hidup Kita

Yesus menang, bukan dengan kuasa, tetapi dengan ketaatan. Menarik bahwa Yesus tidak melawan iblis dengan mukjizat atau kekuatan luar biasa. Ia melawan dengan Firman Allah, ketaatan, dan kepercayaan penuh kepada Bapa. Pesan kuat bagi kita dalam renungan Katolik masa Prapaskah adalah bahwa kemenangan iman tidak selalu terlihat spektakuler. Sering kali ia terjadi dalam keputusan kecil yang setia, dalam penolakan diam-diam terhadap godaan, dalam kesabaran yang tidak disorot siapa pun.

Relevansi bagi Hidup Kita Hari Ini

Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga menghadapi tiga jenis pencobaan yang sama:
– Kenyamanan – ketika iman terasa mengganggu gaya hidup
– Pengakuan – ketika iman ingin dipamerkan atau diukur dari pujian
– Kekuasaan – ketika kita tergoda mengendalikan segalanya sendiri

Renungan Katolik hari ini mengajak kita belajar dari Yesus: Iman bukan tentang menghindari pencobaan, tetapi setia di tengah pencobaan.

Prapaskah sebagai Kesempatan Bertumbuh

Matius 4:1–11 mengingatkan kita bahwa pencobaan bukan tanda kegagalan iman. Justru sebaliknya, pencobaan sering datang ketika iman sedang bertumbuh. Masa Prapaskah adalah undangan untuk:
– Berani masuk ke “padang gurun” batin
– Belajar berkata “tidak” pada godaan halus
– Mempercayakan hidup sepenuhnya kepada Allah

Penutup: Bersama Yesus di Padang Gurun

Setelah pencobaan itu, iblis meninggalkan Yesus, dan malaikat-malaikat datang melayani-Nya. Ini adalah janji pengharapan bagi kita semua. Allah tidak pernah meninggalkan orang yang setia, bahkan ketika jalan terasa sunyi dan berat. Semoga Renungan Katolik Minggu 22 Februari 2026 ini menolong kita menjalani Prapaskah bukan sebagai beban, tetapi sebagai jalan pemurnian menuju kebebasan sejati.

Doa dan Refleksi Penutup

Tuhan Yesus, Engkau telah mengalahkan pencobaan dengan ketaatan dan kasih. Ajarlah kami setia di tengah godaan, percaya kepada Bapa dalam kesunyian, dan berjalan bersama-Mu menuju hidup yang sejati. Amin.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jadwal Imsak dan Sholat Subuh Ramadan 2026 Kota Banjar

23 Februari 2026

Profit, Manusia, dan Bumi, Mengungkap Tantangan Kemiskinan Sulteng

23 Februari 2026

Jadwal Imsakiyah Hari Ini: Waktu Imsak dan Buka Puasa 3 Ramadan 1447 H di Tarakan, Kalimantan Utara

23 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Harga Terbaru Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid EV 2026: Era Baru Legenda Keluarga Indonesia

23 Februari 2026

Itinerary Liburan Ramadan ke Solo Rp300 Ribu untuk Dua, Bukber di Hotel Brothers

23 Februari 2026

Ramalan Zodiak Aries Hari Ini: Keberuntungan, Karier, Cinta, dan Kesehatan

23 Februari 2026

Ramalan Virgo 20 Februari 2026: Hoki, Karier, Cinta, dan Kesehatan

23 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?