Nestlé Menyusun Ulang Strategi Bisnis dengan Fokus pada Empat Kategori Utama
Nestlé, perusahaan makanan dan minuman terkemuka asal Swiss, mengumumkan rencana untuk melepas sisa bisnis es krim sebagai bagian dari upaya penyusunan ulang strategi global. Langkah ini dilakukan di bawah kepemimpinan CEO baru, Philipp Navratil, yang bertujuan untuk memperkuat fokus perusahaan pada empat kategori utama, yaitu kopi, petcare, nutrisi, serta makanan dan camilan.
Penjualan Unit Es Krim kepada Froneri
Nestlé sedang dalam tahap negosiasi lanjutan untuk menjual sisa bisnis es krim kepada Froneri, sebuah perusahaan patungan yang didirikan pada 2016 bersama PAI Partners. Perusahaan ini menaungi sejumlah merek es krim ternama seperti Häagen-Dazs. Dalam siaran pers terkait pembaruan strategi pada Kamis (19/2/2026), Nestlé menyebutkan bahwa mereka sedang melakukan negosiasi untuk penjualan sisa bisnis es krim tersebut.
Selain itu, perusahaan juga memulai proses pencarian mitra untuk unit Nestlé Waters & Premium Beverages pada kuartal I 2026 dan menargetkan dekonsolidasi bisnis tersebut mulai 2027.
Data laporan keuangan 2025 menunjukkan bahwa kategori Milk products & Ice cream mencatat penjualan sebesar 9.698 juta franc Swiss atau sekitar Rp211,7 triliun (kurs Rp21.828 per franc Swiss), turun dari 10.397 juta franc Swiss (Rp226,8 triliun) pada 2024. Pertumbuhan organik kategori ini tercatat 1,3 persen sepanjang 2025.
Pada kuartal IV-2025, penjualan Milk products & Ice cream sebesar 2.523 juta franc Swiss (Rp55 triliun), dibandingkan 2.749 juta franc Swiss (Rp59,9 triliun) pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan organik kuartalan tercatat minus 0,1 persen, dengan pricing minus 0,9 persen dan real internal growth (RIG) 0,7 persen.
Restrukturisasi di Bawah Kepemimpinan CEO Baru
Philipp Navratil, yang memimpin Nestlé sejak September setelah CEO sebelumnya diberhentikan, menyampaikan bahwa perusahaan akan disusun ulang untuk berfokus pada empat kategori inti guna menyesuaikan perubahan preferensi konsumen dan meningkatkan efisiensi biaya.
Portofolio akan dipertajam dengan menitikberatkan pada bisnis global utama di Coffee, Petcare, dan Nutrition yang secara gabungan menyumbang sekitar 70 persen penjualan. Nestlé juga mengintegrasikan Nutrition dan Nestlé Health Science menjadi satu unit untuk memperkuat posisi kategori tersebut.
Di sektor Coffee, merek utama mencakup Nescafé, Nespresso, dan Starbucks. Pada Petcare, merek seperti Pro Plan, Purina ONE, dan Friskies menjadi andalan.
Navratil juga menegaskan posisi perusahaan terkait kepemilikan saham di L’Oréal. “Kami adalah pemegang yang bahagia,” ujar Navratil.

Kinerja Keuangan dan Dampak Recall
Sepanjang 2025, total penjualan Nestlé tercatat 89,49 miliar franc Swiss (Rp1.951 triliun), turun dari 91,35 miliar franc Swiss (Rp1.992 triliun) pada 2024. Laba bersih turun 17 persen menjadi 9,03 miliar franc Swiss (Rp196,9 triliun).
Untuk kuartal IV, pertumbuhan penjualan organik mencapai 4 persen, melampaui estimasi analis sebesar 3,4 persen. Secara keseluruhan, pertumbuhan organik 2025 tercatat 3,5 persen, dengan kontribusi pricing 2,8 persen dan RIG 0,8 persen.
Nestlé memperkirakan pertumbuhan penjualan organik 2026 berada di kisaran 3 persen hingga 4 persen, termasuk dampak negatif 0,2 poin persentase akibat penarikan produk susu formula bayi. Penarikan tersebut dipicu oleh kontaminasi bahan baku yang mengandung bakteri cereulide, yang dapat menyebabkan mual dan muntah pada bayi. Produk terdampak beredar di lebih dari 60 negara. Navratil menyatakan penarikan telah selesai dan pabrik beroperasi penuh untuk menjaga pasokan.
Langkah pelepasan bisnis ice cream dan penataan portofolio dilakukan bersamaan dengan upaya efisiensi, termasuk rencana pengurangan 16 ribu pekerjaan secara global.




