Perkuat Kepemimpinan di Dunia Teknologi
Nvidia kembali memperkuat posisinya dalam persaingan teknologi global menjelang acara GPU Technology Conference (GTC) 2026 yang akan diadakan di San Jose, California. CEO Nvidia, Jensen Huang, menyatakan bahwa perusahaan telah menyiapkan generasi chip terbaru yang akan diumumkan dalam ajang tersebut, sebagai bagian dari upaya mempercepat pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Dalam wawancara dengan Korea Economic Daily, Huang mengungkapkan bahwa Nvidia telah “mempersiapkan beberapa chip baru yang belum pernah dilihat dunia sebelumnya.” Ia menambahkan bahwa pada GTC mendatang, perusahaan akan memperkenalkan “sebuah chip yang akan mengejutkan orang.” Meski demikian, CEO Nvidia itu tidak merinci nama model maupun spesifikasi teknis produk tersebut.
Pengumuman tersebut akan dilakukan dalam Nvidia Global Technology Conference 2026 di San Jose. Dalam kesempatan yang sama, Huang mengakui tekanan inovasi semakin berat di tengah keterbatasan fisik teknologi semikonduktor. “Semua teknologi sedang mendekati batasnya sehingga semuanya menjadi sangat menantang,” ujarnya. Meskipun begitu, Huang menegaskan, “Dengan tim seperti ini, tidak ada yang tidak mungkin.”
Pernyataan tersebut disampaikan usai jamuan makan bersama para insinyur Nvidia dan perusahaan pembuat memori asal Korea Selatan, SK Hynix, di California. Huang mengatakan, “Ini adalah perayaan tim memori semikonduktor terbaik di dunia.” Dia juga menekankan, “Kami bekerja sangat erat dan berfungsi sebagai satu tim besar, terutama dalam menghadapi tantangan besar Vera Rubin dan HBM4.”
Pengembangan Arsitektur Chip Terbaru
Sebagai informasi, Vera Rubin merujuk pada arsitektur chip terbaru Nvidia yang dijadwalkan meluncur pada paruh kedua 2026. Arsitektur ini diproyeksikan memanfaatkan memori generasi keenam berbandwidth tinggi (HBM4). Adapun SK Hynix sebelumnya menyatakan, “Generasi keenam HBM memiliki kecepatan pemrosesan data dan efisiensi daya terbaik di industri, dengan bandwidth yang digandakan serta efisiensi daya meningkat lebih dari 40 persen.” Perusahaan itu juga menyebut, “Penerapan produk tersebut berpotensi meningkatkan kinerja layanan AI hingga 69 persen.”
Namun, ambisi tersebut dibayangi persoalan pasokan. Awal tahun ini, SK Hynix memperingatkan bahwa kekurangan chip memori kemungkinan akan berlanjut hingga 2027. Dalam kondisi tersebut, kapasitas produksi diperkirakan semakin banyak dialokasikan untuk proyek infrastruktur AI, sementara sektor elektronik konsumen berpotensi terdampak paling besar.
Untuk mengantisipasi permintaan, SK Hynix telah mengumumkan peningkatan investasi infrastruktur lebih dari empat kali lipat dari rencana sebelumnya, termasuk pengoperasian fasilitas M15X di Korea Selatan pada pertengahan 2027.
Spekulasi tentang Chip Baru Nvidia
Di tengah keterbatasan pasokan dan tekanan inovasi tersebut, perhatian industri kini tertuju pada arah arsitektur chip yang akan diperkenalkan Nvidia. Sejumlah media teknologi berspekulasi bahwa chip yang dimaksud Huang kemungkinan merupakan pengembangan lebih matang dari arsitektur Rubin yang pertama kali diperkenalkan di Computex 2024 dan diluncurkan resmi pada GTC 2025.
Selain itu, terdapat kemungkinan lain berupa pratinjau awal prototipe berbasis arsitektur generasi berikutnya, Feynman, yang direncanakan hadir pada 2028 dan disebut akan memanfaatkan teknologi proses 1,6 nanometer serta fotonika silikon untuk mentransmisikan data menggunakan cahaya, bukan listrik.
Tantangan dan Peluang di Tengah Pertumbuhan AI
Di tengah lonjakan investasi global pada pusat data dan komputasi kecerdasan buatan, pengumuman Nvidia di GTC 2026 akan menjadi salah satu agenda yang paling diperhatikan industri semikonduktor. Kejelasan spesifikasi yang akan diungkap di San Jose nantinya akan menjadi indikator penting posisi Nvidia dalam kompetisi AI global yang kian intens.



