Lima Destinasi Wisata Terpopuler di Asia dengan Pertumbuhan Minat Tercepat
Platform perjalanan digital Agoda baru-baru ini merilis daftar lima destinasi unggulan di Asia yang menunjukkan pertumbuhan minat perjalanan internasional tertinggi. Daftar tersebut menggambarkan tren baru dalam dunia pariwisata, di mana destinasi yang sebelumnya kurang dikenal kini mulai mendominasi pilihan wisatawan.
Sa Pa, Vietnam: Destinasi dengan Pertumbuhan Tercepat
Di posisi pertama, Sa Pa di Vietnam dinobatkan sebagai destinasi wisata dengan pertumbuhan tercepat di Asia pada tahun 2025. Sa Pa, yang terletak di dataran tinggi utara Vietnam, dulu merupakan tempat persembunyian musim panas bagi para pejabat Prancis. Namun, kini kota ini mempertahankan jejak era kolonial dengan gereja batu yang dibangun Prancis dan resor bergaya Indochina.
Pada bulan-bulan awal tahun, Sa Pa sering menarik pengunjung berkat iklim dataran tingginya yang sejuk dan menyenangkan, dikombinasikan dengan musim bunga yang lembut yang menambah warna pada lanskap pegunungan yang megah. Wisatawan juga dapat menjelajahi jalur kereta api Muong Hoa sepanjang 2 km yang melintasi lembah dengan nama yang sama, menawarkan pemandangan luas dan panorama seluruh area.
Okayama, Jepang: Destinasi dengan Pertumbuhan Kedua Tercepat
Di bawah Sa Pa, ada prefektur Okayama di Jepang yang dinobatkan sebagai destinasi dengan pertumbuhan tercepat kedua. Okayama terkenal dengan Taman Korakuen yang menakjubkan, salah satu dari tiga taman lanskap terbaik di Jepang, dan hubungannya dengan cerita rakyat Jepang tentang Momotaro (Anak Laki-Laki Buah Persik).
Daerah ini sering dijuluki “Tanah Matahari” karena menghasilkan buah-buahan lezat seperti buah persik putih dan anggur Muscat, serta makanan laut segar dan hidangan unik seperti Barazushi. Kota ini juga memiliki situs bersejarah seperti Kastil Okayama dan kanal-kanal Kurashiki, menjadikannya perpaduan antara alam, legenda, dan budaya.
Bandung, Indonesia: “Paris Van Java” yang Tetap Menarik
Di peringkat ketiga ada Kota Bandung, Indonesia, yang masih dikenal sebagai “Paris Van Java” alias Paris-nya Jawa karena iklimnya yang sejuk, dipenuhi arsitektur kolonial Belanda yang kaya (terutama Art Deco), suasana mode yang semarak dengan factory outlet, beragam kuliner seperti pisang bollen, dan sebagai pintu gerbang menuju objek wisata alam yang menakjubkan seperti gunung berapi Tangkuban Perahu dan danau kawah Kawah Putih.
Bandung adalah destinasi akhir pekan populer bagi penduduk Jakarta. Iklim yang lebih dingin di daerah perkebunan dataran tinggi, beragam makanan, lapangan golf, dan kebun binatang, adalah beberapa daya tarik kota ini. Bandung juga merupakan destinasi belanja populer karena produk tekstil dan fesyen yang murah, terutama bagi wisatawan Malaysia dan Singapura.
Matsuyama, Jepang: Pusat Budaya yang Bersejarah
Di peringkat keempat, ada Matsuyama di Jepang. Kota ini terkenal dengan Kastil Matsuyama yang bersejarah, salah satu dari sedikit kastil asli Jepang, dan Dogo Onsen, salah satu pemandian air panas tertua di negara itu, yang menjadi latar dalam novel Botchan karya Natsume Soseki.
Kota ini merupakan pusat budaya yang dikenal karena hubungannya dengan puisi haiku (Masaoka Shiki), suasana kota kastil tradisional, dan kuliner lokal seperti taimeshi (nasi ikan kakap). Matsuyama menawarkan pengalaman budaya yang kaya dan pemandangan alam yang menakjubkan.
Takamatsu, Jepang: Keindahan Alam dan Seni Tradisional
Kemudian, di posisi kelima, ada Takamatsu di Jepang. Kota ini terkenal dengan Taman Ritsurin yang menakjubkan, salah satu taman lanskap terindah di Jepang, dan mi udon Sanuki yang lezat. Kota ini merupakan pusat utama produksi bonsai pinus dan gerbang menuju Laut Pedalaman Seto, menawarkan wisata antar pulau dan perpaduan seni tradisional, kerajinan tangan, dan keindahan yang tenang.
Jay Lee, Direktur Regional Asia Utara di Agoda, mengatakan bahwa destinasi yang kurang dikenal kini dengan cepat muncul sebagai pilihan utama bagi wisatawan yang mencari keaslian dan pengalaman budaya yang mendalam. “Baik itu pemandangan sawah bertingkat yang menakjubkan di Sa Pa atau lanskap tepi laut yang menyegarkan di Takamatsu, destinasi sekunder semakin menarik minat dan pengeluaran wisatawan, menandakan pergeseran lanskap pariwisata untuk tahun 2026 dan seterusnya,” ungkapnya.



