Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 20 Agustus 2026
Trending
  • Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Art di Bandung Pukul Anak Majikan, Ibu Korban Tak Laporkan, Lesti: Iblis
Hukum

Art di Bandung Pukul Anak Majikan, Ibu Korban Tak Laporkan, Lesti: Iblis

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover21 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kasus ART yang Menganiaya Anak Majikan Viral di Media Sosial

Sebuah kejadian yang mengejutkan terjadi di Ujung Berung, Bandung, Jawa Barat. Seorang asisten rumah tangga (ART) diduga melakukan penganiayaan terhadap anak majikannya hingga menyebabkan hidung korban berdarah. Kejadian ini terekam dalam kamera CCTV dan langsung viral di media sosial, membuat banyak netizen merasa geram.

Video tersebut menunjukkan bagaimana ART tersebut memukuli anak majikannya secara kasar. Awalnya, korban sedang diberi makan oleh ART di depan televisi. Tiba-tiba, anak itu tersedak dan ingin memuntahkan makanan. Hal ini membuat ART marah dan langsung memelototi korban. Setelah diberi minum, korban menolak dan tanpa pikir panjang, ART langsung memukul kepala korban hingga hidungnya berdarah.

Tangisan korban kemudian membuat neneknya yang ada di rumah segera menghampiri. Nenek korban langsung menghubungi keluarga untuk segera pulang. Setibanya di rumah, Fikri, ayah korban, langsung mengecek rekaman CCTV untuk melihat kejadian yang terjadi di rumahnya.

Fikri mengungkap bahwa penganiayaan yang dilakukan ART bukanlah sekali saja. Ia menyatakan bahwa kasus ini sudah berlangsung lebih lama dari yang terlihat di rekaman. Dalam wawancara di kanal YouTube tv one news, Selasa (17/2/2026), Fikri mengatakan bahwa pelaku awalnya mengelak, bahkan memberikan alasan seperti “ngupil segala macam”. Namun, setelah diberikan rekaman CCTV, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya.

Komentar dari Lesti Kejora

Kasus ini juga mendapat perhatian dari artis ternama, Lesti Kejora. Dalam unggahan Instagram story-nya, ia memposting video detik-detik ART tersebut menyiksa anak majikan. Ia tampak sangat kesal dengan kekejaman ART tersebut dan menyebut pelaku sebagai “iblis”.

“IBLISsss bia***,” tulis Lesti dalam unggahannya, Selasa (17/2/2026).

Ayah Korban Tak Melaporkan ART ke Polisi

Meskipun kasus ini viral dan mendapat perhatian dari banyak pihak, Fikri memilih untuk tidak melaporkan ART ke polisi. Ia menjelaskan bahwa alasan utamanya adalah iba terhadap pelaku yang memiliki banyak anak dan cucu.

Fikri mengungkap bahwa sebelum kasus ini viral, ia pernah berbicara secara intim dengan pelaku. Menurutnya, pelaku memiliki empat anak dan cucu yang masih kecil. Ia tak ingin anak-anak dan cucu pelaku menjadi korban perundungan di masa depan hanya karena nenek mereka masuk penjara.

“Saya enggak mau cucunya itu di kemudian hari menjadi korban bullying hanya karena neneknya masuk penjara. Anaknya nanti enggak punya teman,” ujar Fikri.

Ia juga menyatakan bahwa sanksi sosial dari netizen sudah cukup bagi pelaku. Fikri berharap pelaku masih bisa bekerja, tetapi bukan sebagai ART atau pengasuh anak.

Fokus pada Trauma Healing Anak

Alih-alih melaporkan pelaku ke polisi, Fikri memilih untuk fokus pada pemulihan trauma putranya. Ia menyatakan bahwa pendampingan dan bantuan dari Komisi Perlindungan Anak sudah diberikan. Namun, fokus utamanya saat ini adalah memastikan pertumbuhan dan perkembangan putranya tidak terganggu oleh dampak jangka panjang.

Fikri juga menyampaikan bahwa pihak yang berwenang, termasuk pak lurah, telah menawarkan banyak bantuan untuk keluarganya. Namun, ia tetap memilih untuk tidak memidanakan pelaku, karena alasan yang ia anggap lebih penting.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit

11 Juli 2026

PBB Fokus pada Pencegahan Genosida, 6 Kegagalan di Gaza, Rwanda, dan Rohingya Diungkap

11 Juli 2026

Aiptu N Diduga Siksa Istri Siri dan Ajari Racik Narkoba, Ini Kasus Ketiganya

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan

2 Agustus 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?