Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Saturday, 10 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Ekonomi»Kinerja Industri Kimia Siap Pulih Tahun 2026, Ini Penyebabnya
    Ekonomi

    Kinerja Industri Kimia Siap Pulih Tahun 2026, Ini Penyebabnya

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover17 February 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kinerja Industri Kimia di Indonesia Tahun 2026

    Industri kimia di Indonesia menunjukkan potensi pertumbuhan yang signifikan pada tahun 2026. Beberapa faktor seperti pengendalian produk impor, pertumbuhan permintaan di pasar domestik, serta arus investasi yang mengalir, berpeluang meningkatkan kinerja industri kimia baik di hulu maupun hilir.

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa Industri Kimia, Farmasi dan Obat Tradisional tumbuh sebesar 8,35% pada tahun 2025. Meskipun secara agregat menjadi salah satu penopang pertumbuhan di sektor manufaktur, kenaikan di industri kimia tahun lalu belum merata pada semua kategori.

    Sekretaris Jenderal Indonesia Olefin, Aromatic and Plastic Industry Association (Inaplas), Fajar Budiono menyampaikan bahwa kinerja industri petrokimia dan plastik mengalami tekanan dari gempuran produk impor. Pada tahun lalu, tingkat utilisasi produksi di hulu tertahan di level 70%, sementara di hilir hanya sekitar 60%.

    Fajar menyoroti banjir impor dari China, terutama untuk produk bahan plastik dan barang jadi plastik sebagai tantangan yang dihadapi oleh industri dalam negeri. Persaingan yang ketat dengan produk impor membuat salah satu perusahaan di industri Polyethylene Terephthalate (PET) berhenti produksi selama hampir enam bulan.

    “Tahun lalu cukup berat karena banyak impor masuk. Kami benar-benar mencari strategi untuk bertahan. Utilisasi sudah dekat dengan batas yang secara keekonomian impas, jadi kalau turun lagi, nantinya bisa banyak yang tutup,” ujar Fajar saat dihubungi Indonesiadiscover.com.co.id, Senin (16/2/2026).

    Merujuk data Kementerian Perindustrian, nilai impor industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia mencapai US$ 25,27 miliar pada periode Januari – November 2025. Pada periode yang sama, terjadi ekspor bahan kimia dan barang dari bahan kimia sebesar US$ 20,79 miliar.

    Fajar menjelaskan bahwa produk ekspor dan impor di industri kimia punya karakteristik yang berbeda. Pada tahun lalu, pelaku industri kimia memacu ekspor ke Amerika Serikat (AS) dan kawasan Asia Selatan. Ekspor menjadi strategi untuk bisa bertahan di tengah gempuran produk impor di pasar dalam negeri, sekaligus memanfaatkan peluang dari perang tarif antara AS dan China.

    Setelah melalui 2025 sebagai tahun yang menantang, Inaplas memandang 2026 dengan lebih optimistis. Ada empat faktor yang bisa mengangkat kinerja industri kimia.

    Faktor-Faktor yang Mendorong Pertumbuhan Industri Kimia

    1. Perbaikan Harga Bahan Baku dan Barang Jadi

      Fajar mengungkapkan bahwa ada tren perbaikan di antara harga bahan baku dan barang jadi, yang membuat pelaku industri berpotensi mengantongi margin lebih baik.

    2. Pemerintah Memperketat Arus Produk Impor

      Fajar menyoroti upaya pengamanan industri dalam negeri, termasuk penerapan non-tariff barriers yang diharapkan bisa mengendalikan arus produk masuk ke pasar domestik. “Ini menjadi kesempatan untuk lebih mengoptimalkan utilisasi,” kata Fajar.

    3. Pertumbuhan Permintaan Dalam Negeri

      Momentum hari besar Imlek dan Ramadan – Idulfitri turut mendongkrak utilisasi industri pada awal tahun ini. Selain itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga ikut mengangkat permintaan pada segmen industri kemasan.

    4. Investasi dan Peluang Ekspor

      Di samping ketiga faktor di atas, Fajar mengungkap faktor keempat, yakni investasi dan ekspor sebagai penopang pertumbuhan industri kimia. Dalam hal ini, Fajar menyoroti peluang dari perang tarif antara AS dan China. Kondisi ini bisa menarik investasi perusahaan asal China untuk mendirikan pabrik di Indonesia.

    Di sisi lain, Indonesia berpotensi mengisi pasar ekspor ke AS dengan tarif yang lebih kompetitif. Meski begitu, Fajar menenangkan bahwa pelaku industri masih mencermati eskalasi geopolitik yang bergerak dinamis sejak awal tahun ini. Faktor geopolitik bisa berdampak ke harga dan pasokan bahan baku, biaya logistik, serta peluang dagang.

    Pengusaha industri kimia khusus juga melirik potensi ekspansi di pasar global. Ridwan Adipoetra, Ketua Umum Asosiasi Industri Kimia Khusus Indonesia (AIKKI), menjajaki perluasan ekspor ke negara-negara maju dan berkembang di berbagai kawasan. Mencakup Amerika Utara dan Amerika Selatan, Timur Tengah, Asia Selatan, Asia Tenggara, Australia, Eropa, hingga ke Afrika.

    “Dengan cakupan global yang luas ini, AIKKI menargetkan ekspansi ke pasar maju sekaligus memperkuat penetrasi di negara berkembang yang memiliki permintaan tinggi terhadap produk kimia khusus,” tandas Ridwan.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Konsumen semakin peduli lingkungan, tetapi pilihan produk berkelanjutan masih terbatas

    31 August 2026

    Investasi Asing dan Masa Depan Perumahan Indonesia

    31 August 2026

    Saksi Perjuangan Siswa SD Mencari Ilmu di Bandung Barat

    30 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?