Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 1 Oktober 2026
Trending
  • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
  • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»OpenAI Laporkan Pencurian Riset AI oleh DeepSeek ke Kongres AS
Ekonomi

OpenAI Laporkan Pencurian Riset AI oleh DeepSeek ke Kongres AS

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover18 Februari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

OpenAI Mengingatkan Kongres AS tentang Ancaman dari DeepSeek

OpenAI secara resmi memberikan peringatan kepada Kongres Amerika Serikat (AS) terkait tindakan agresif yang dilakukan oleh perusahaan rintisan kecerdasan buatan asal Tiongkok, DeepSeek. Perusahaan berbasis di Hangzhou ini dituduh mencoba meniru model-model AI terkini milik perusahaan teknologi AS.

Laporan yang dirilis mengungkap bahwa DeepSeek secara sistematis menargetkan infrastruktur intelektual milik OpenAI dan laboratorium lainnya di AS, dengan tujuan untuk mengekstrak kemampuan tingkat tinggi melalui metode teknis yang sangat terorganisasi. Memo yang dikirimkan kepada Komite Terpilih DPR AS untuk Kompetisi Strategis antara AS dan Partai Komunis China menjelaskan pergeseran ancaman teknologi.

OpenAI menyatakan bahwa ancaman terhadap kedaulatan digital AS mulai bergeser dari sekadar persaingan pasar menjadi isu keamanan nasional. Hal ini menunjukkan bahwa persaingan dalam bidang kecerdasan buatan tidak lagi hanya masalah bisnis, tetapi juga menyentuh stabilitas keamanan negara.

1. OpenAI Menyoroti Teknik Distilasi DeepSeek sebagai Upaya Menumpang Gratis

Laporan terbaru OpenAI menyoroti penggunaan teknik distilasi oleh DeepSeek sebagai metode utama untuk meniru kecerdasan buatan AS. Dalam proses ini, model AI yang lebih kecil dilatih menggunakan jawaban dari model besar yang sudah mapan, sehingga menyalin logika dan kemampuan penalarannya.

OpenAI menegaskan bahwa proses ini merupakan upaya berkelanjutan untuk menumpang gratis pada kapabilitas yang dikembangkan oleh OpenAI dan laboratorium garis depan AS lainnya, demi mempercepat pengembangan chatbot seri R1. Pendekatan ini memungkinkan DeepSeek mentransfer pengetahuan dari model perintis seperti GPT-4o ke dalam sistem mereka sendiri dengan biaya yang jauh lebih efisien.

Namun, OpenAI menjelaskan bahwa praktik ini memungkinkan model-model asal Tiongkok untuk melakukan pemangkasan prosedur dalam hal keamanan dan pengembangan yang bertanggung jawab. Hal ini terjadi karena DeepSeek dianggap hanya fokus pada hasil akhir tanpa melewati proses penyaringan keamanan yang ketat selama tahap pelatihan awal, sehingga menimbulkan risiko etika yang serius dalam industri teknologi.

Sam Altman, pimpinan OpenAI, memberikan penilaian tajam mengenai situasi ini dalam memo yang dikirimkan kepada Kongres. “Kami memberikan penilaian terbaru kepada Komite mengenai taktik distilasi DeepSeek yang terus berkembang sebelum rencana peluncuran model baru mereka menjelang Tahun Baru Imlek,” kata Altman.

Fenomena ini dianggap sebagai ancaman nyata bagi model bisnis perusahaan AS seperti OpenAI dan Anthropic yang harus mengenakan biaya berlangganan tinggi untuk menutupi biaya infrastruktur raksasa. Sebaliknya, DeepSeek dapat menawarkan layanannya secara gratis karena biaya pengembangannya telah dipangkas secara signifikan melalui ekstraksi pengetahuan yang dianggap ilegal.

2. OpenAI Ungkap Bukti Karyawan DeepSeek Mengakses Ilegal Sistem Keamanan AS

Laporan internal OpenAI mengungkapkan bukti konkret mengenai aktivitas sejumlah akun yang terhubung langsung dengan karyawan DeepSeek untuk menembus sistem pertahanan keamanan mereka. Para teknisi tersebut dilaporkan menggunakan alat perutean canggih milik pihak ketiga yang telah dikaburkan untuk menyembunyikan identitas serta lokasi asal permintaan mereka.

Strategi ini dilakukan guna menghindari deteksi otomatis yang dirancang untuk mencegah pengambilan data massal demi kepentingan pelatihan model pesaing. Selain penyamaran identitas, tim peneliti juga menemukan bahwa pengembang DeepSeek telah menyusun kode program khusus. Kode ini memungkinkan mereka memanggil model-model Amerika secara otomatis dan terprogram untuk mengumpulkan data dalam skala industri.

Praktik ini ternyata didukung oleh ekosistem matang yang melibatkan jaringan penjual layanan tidak sah di Tiongkok. Keberadaan jaringan tersebut memungkinkan aktor-aktor di negara itu tetap mengakses teknologi terbaru meskipun terdapat berbagai pembatasan ekspor dan kontrol akses yang sangat ketat dari pihak AS.

3. OpenAI Dorong Investasi Infrastruktur AS untuk Bendung Dominasi AI China

OpenAI menyatakan bahwa kekhawatiran mereka terhadap DeepSeek melampaui isu kerugian komersial semata. Replikasi model melalui teknik distilasi dikhawatirkan dapat menghilangkan fitur keselamatan bawaan, sehingga berpotensi memfasilitasi penyalahgunaan teknologi di bidang biologis dan kimia oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, OpenAI menyoroti kepatuhan sistem AI DeepSeek terhadap kontrol informasi Partai Komunis Tiongkok, termasuk penyensoran isu politik sensitif seperti masalah Taiwan dan insiden Tiananmen yang dianggap mengancam nilai-nilai demokrasi global.

Terkait persaingan global ini, OpenAI menekankan pentingnya penguasaan infrastruktur fisik sebagai kunci kemenangan. Sebagai langkah nyata untuk menyerang balik dominasi teknologi Tiongkok, OpenAI mendorong pemerintah AS meningkatkan investasi pada infrastruktur domestik melalui Proyek Stargate yang menargetkan kapasitas daya sebesar 10 GW pada tahun 2029.

Dukungan politik terhadap temuan OpenAI ini datang dari Ketua Komite China di DPR AS, John Moolenaar. Ia menegaskan bahwa taktik DeepSeek merupakan bagian dari strategi jangka panjang Tiongkok untuk mencuri, menyalin, dan kemudian mendominasi industri teknologi dunia.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Konsumen semakin peduli lingkungan, tetapi pilihan produk berkelanjutan masih terbatas

31 Agustus 2026

Investasi Asing dan Masa Depan Perumahan Indonesia

31 Agustus 2026

Saksi Perjuangan Siswa SD Mencari Ilmu di Bandung Barat

30 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

27 September 2026

Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

16 September 2026

6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?