Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Thursday, 8 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Ekonomi»Kolaborasi ITK-PFsains Dorong Ekonomi Sirkular dengan Olah Sampah Jadi Bahan Bakar Pellet
    Ekonomi

    Kolaborasi ITK-PFsains Dorong Ekonomi Sirkular dengan Olah Sampah Jadi Bahan Bakar Pellet

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover17 February 2026No Comments5 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Perubahan Mendasar dalam Pengelolaan Sampah di Balikpapan

    Tumpukan sampah yang selama ini menjadi tantangan besar Kota Balikpapan kini mulai berubah makna. Di kawasan TPAS Manggar, yang setiap harinya menerima ratusan ton sampah rumah tangga dan residu non-daur ulang, lahir sebuah inisiatif transformatif berbasis teknologi dan kolaborasi.

    Tim Solid Recovered Fuel (SRF) dari Institut Teknologi Kalimantan (ITK), dengan dukungan Program Pertamina PFsains kategori implementation, mengembangkan sistem pengolahan sampah menjadi pellet SRF (Solid Recovered Fuel), bahan bakar alternatif yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan energi industri dan pembangkit listrik.

    Program ini tidak hanya menghadirkan solusi teknis berupa instalasi mesin pencacah dan pelletizer, tetapi juga membangun ekosistem baru di sekitar TPAS: masyarakat dilibatkan dalam proses pemilahan dan produksi, volume sampah yang ditimbun berkurang, dan nilai ekonomi tercipta dari limbah yang sebelumnya tak bernilai.

    Inovasi ini menandai babak baru pengelolaan sampah di Balikpapan dari sekadar pembuangan akhir menjadi pusat produksi energi berbasis ekonomi sirkular yang berdampak sosial, ekonomi, dan lingkungan secara nyata.

    Dampak Sosial: Dari Masalah Menjadi Harapan

    Selama bertahun-tahun, keberadaan TPAS identik dengan bau, pencemaran, dan stigma negatif bagi warga sekitar. Melalui program ini, paradigma tersebut perlahan berubah. Sampah residu yang sebelumnya hanya ditimbun kini dipilah dan diolah menjadi bahan bakar alternatif.

    Kehadiran fasilitas pengolahan SRF membuka ruang partisipasi masyarakat, khususnya kelompok pemilah dan pekerja informal. Mereka mendapatkan pelatihan teknis, peningkatan kapasitas, serta pemahaman tentang ekonomi sirkular dan energi terbarukan.

    Aktivitas produksi pellet SRF juga mengurangi volume sampah yang masuk ke landfill, sehingga memperpanjang umur operasional TPAS dan menekan risiko pencemaran lingkungan. Secara sosial, program ini memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, pemerintah daerah, dan masyarakat. Warga tidak lagi sekadar menjadi “penonton” persoalan sampah, melainkan bagian dari solusi energi masa depan.

    Dampak Ekonomi: Tambahan Pendapatan dan Rantai Nilai Baru

    Dari sisi ekonomi, pengembangan teknologi pellet SRF menciptakan rantai nilai baru di tingkat lokal. Masyarakat yang terlibat dalam pengumpulan, pemilahan, dan pengolahan bahan baku memperoleh tambahan pendapatan dari setiap ton bahan yang diproses. Skema operasional berbasis komunitas memungkinkan distribusi manfaat ekonomi secara lebih merata.

    Selain upah tenaga kerja, terdapat potensi usaha turunan seperti penyediaan bahan pendukung, transportasi, hingga jasa perawatan mesin. Lebih jauh, pemanfaatan sampah menjadi bahan bakar alternatif mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil murni, sekaligus membuka peluang insentif berbasis pengurangan emisi karbon.

    Dengan demikian, dampak ekonomi tidak hanya bersifat langsung, tetapi juga strategis dalam jangka panjang.

    Instalasi Peralatan: Pencacah Kayu dan Mesin Pelletizer

    Sebagai bagian dari implementasi teknologi, Tim SRF ITK memasang unit peralatan utama berupa mesin pencacah kayu (wood crusher) dan mesin pelletizer di area pengolahan.

    Mesin pencacah berfungsi mereduksi ukuran material biomassa dan sampah non-daur ulang agar homogen dan sesuai standar kadar air serta ukuran partikel. Selanjutnya, material tersebut diproses melalui pelletizer untuk dipadatkan menjadi pellet SRF dengan nilai kalor yang stabil dan densitas tinggi.

    Teknologi ini dirancang agar adaptif terhadap karakteristik sampah lokal. Sistemnya mengedepankan efisiensi energi, kemudahan operasional, dan potensi replikasi di daerah lain. Dengan instalasi ini, TPAS Manggar tidak lagi hanya menjadi lokasi pembuangan akhir, tetapi berubah menjadi pusat produksi bahan bakar alternatif.

    Potensi Carbon Credit: Kontribusi terhadap Pengurangan Emisi

    ParameterNilai Asumsi
    Jumlah sampah padat residual yang diproses per tahun10.000 ton
    Kandungan organik + biomassa efektif menjadi SRF60 persen (6.000 ton)
    Reduksi emisi metana terhadap landfill50 persen dari potensi CH₄
    Faktor Kemanasan Global (GWP) CH₄ terhadap CO₂28
    Substitusi bahan bakar fosil (batubara) di PLTU20 persen co-firing SRF
    Emisi CO₂ batubara per MWh0,9 ton CO₂eq
    DampakNilai Per Tahun
    Penghindaran emisi CH₄ dari landfill~8.400 ton CO₂eq
    Substitusi emisi dari batubara~3.780 ton CO₂eq
    Emisi proses produksi~700 ton CO₂eq
    Potensi penurunan emisi bersih~11.480 ton CO₂eq

    Setiap ton sampah yang dialihkan dari landfill mengurangi potensi emisi metana (CH₄), gas dengan daya pemanasan global jauh lebih tinggi dibanding CO₂. Selain itu, penggunaan SRF sebagai substitusi sebagian batubara dalam skema co-firing di pembangkit listrik mampu menekan emisi CO₂ dari sektor energi.

    Potensi ini memperkuat posisi proyek sebagai model integrasi pengelolaan sampah dan transisi energi rendah karbon.

    Konversi Sampah Padat TPAS Manggar Menjadi Pellet SRF

    Konversi sampah padat TPAS Manggar menjadi pellet SRF tidak hanya bernilai energi dan ekonomi, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pengurangan gas rumah kaca. Dengan pendekatan LCA, proyek ini layak dikembangkan sebagai:

    • Proyek karbon kredit bersertifikasi;
    • Model pengelolaan sampah berstandar rendah karbon;
    • Solusi bagi sektor energi untuk transisi energi bersih.

    Potensi Implementasi di PLTU Kaltim Teluk

    Pellet SRF hasil produksi dirancang untuk mendukung program co-firing biomassa di PLTU Kaltim Teluk, Balikpapan. Melalui skema ini, sebagian konsumsi batubara digantikan oleh bahan bakar alternatif berbasis limbah dan biomassa. Langkah ini sejalan dengan agenda transisi energi nasional dan target net zero emissions Indonesia.

    Co-firing tidak hanya menurunkan intensitas emisi pembangkit, tetapi juga menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah dan sektor ketenagalistrikan dapat terhubung dalam satu ekosistem ekonomi sirkular.

    Inisiatif Tim SRF ITK bersama dukungan PFsains menunjukkan bahwa inovasi teknologi lokal mampu menjawab tantangan global. Dari TPAS Manggar, lahir solusi yang mengubah sampah menjadi energi, menggerakkan ekonomi masyarakat, serta berkontribusi pada pengurangan emisi karbon. Sebuah langkah konkret menuju Balikpapan yang lebih bersih dan masa depan energi yang lebih berkelanjutan.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Konsumen semakin peduli lingkungan, tetapi pilihan produk berkelanjutan masih terbatas

    31 August 2026

    Investasi Asing dan Masa Depan Perumahan Indonesia

    31 August 2026

    Saksi Perjuangan Siswa SD Mencari Ilmu di Bandung Barat

    30 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?