Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) sedang mempersiapkan rencana baru untuk memberangkatkan jamaah umrah dari asrama haji. Rencana ini tidak bersifat wajib, tetapi sebagai pilihan yang bisa dipilih oleh jamaah atau penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU). Tujuannya adalah untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan ekstra sebelum jamaah berangkat ke tanah suci.
Konsep One Stop Services
Rencana tersebut merupakan bagian dari konsep one stop services yang bekerja sama dengan maskapai Garuda Indonesia. Dengan adanya konsep ini, jamaah umrah atau PPIU yang menggunakan Garuda Indonesia memiliki alternatif titik keberangkatan dari asrama haji di masing-masing daerah. Fokus utamanya adalah memberikan pengalaman yang lebih mudah dan nyaman bagi jamaah sebelum tiba di bandara.
Empat Layanan yang Didapatkan Jamaah
Jamaah umrah yang memilih berangkat dari asrama haji akan mendapatkan empat layanan sekaligus, yaitu:
Bimbingan Manasik Umrah
Jamaah akan diberi bimbingan manasik dan pemantapan ibadah sebelum berangkat. Asrama haji memiliki replika bangunan Ka’bah serta bukit Shofa dan Marwah, sehingga jamaah bisa langsung berlatih praktik manasik umrah dengan bimbingan dari muthawwif.City Check In
Bagasi jamaah akan diurus sejak awal, dan mereka akan langsung mendapatkan boarding pass. Hal ini mengurangi penumpukan calon penumpang pesawat di area check in bandara.Layanan Imigrasi
Jamaah tidak perlu lagi berurusan dengan imigrasi bandara karena pemeriksaan paspor dan visa dilakukan di asrama haji. Ini bertujuan mengurangi antrean di konter pemeriksaan imigrasi.Transportasi Langsung ke Apron
Jamaah umrah yang berangkat dari asrama haji tidak perlu masuk area terminal bandara. Mereka akan langsung diantar dengan bus khusus menuju pintu pesawat. Jamaah tinggal duduk manis di bus sejak di asrama haji, dan tahu-tahu sudah sampai di depan pintu pesawat.
Pilihan Bukan Kewajiban
Meski layanan ini dirancang untuk memudahkan jamaah, Maria Assegaf, juru bicara Kemenhaj, menegaskan bahwa layanan ini bersifat opsional. Tujuan utamanya adalah mengurangi kepadatan dan waktu tunggu jamaah di bandara.
Saat ini, konsep layanan tersebut masih dalam proses finalisasi. Sebagai langkah awal, Kemenhaj akan menunjuk satu asrama haji sebagai pilot project atau percontohan sebelum diimplementasikan di seluruh asrama haji se-Indonesia. Pada tahap awal, kerja sama hanya dilakukan dengan Garuda Indonesia, namun Kemenhaj membuka peluang kerja sama dengan maskapai lain untuk memperluas jangkauan layanan.
Potensi Asrama Haji
Maria menjelaskan bahwa asrama haji memiliki potensi luar biasa untuk dimanfaatkan bagi banyak hal yang produktif. Kemenhaj mulai dengan ekosistem umrah agar perjalanan ibadah masyarakat lebih khusyuk dan efisien.
Penjelasan Wakil Menteri Haji dan Umrah
Sebelumnya, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan bahwa Kemenhaj sedang menyusun aturan baru untuk mengurangi penumpukan jamaah umrah di bandara. Salah satu skema yang dirancang adalah memberangkatkan jamaah langsung dari asrama haji, sehingga proses administrasi dan pemeriksaan dapat diselesaikan sebelum tiba di bandara. Skema ini memungkinkan seluruh proses awal keberangkatan dilakukan lebih terpusat, sehingga jamaah tidak perlu lagi menjalani antrean panjang di bandara, terutama pada musim ramai umrah.



