Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 15 Februari 2026
Trending
  • 10 pilihan bus Jakarta-Surabaya full tol: Nyaman, murah, lengkap
  • Ramalan Imlek 2026: 6 Zodiak Paling Beruntung dan Kaya Mendadak di Tahun Kuda Api
  • Hukum Shalat Lima Waktu bagi Orang Sakit, Soal Fiqih Kelas 3 SD Semester 2
  • Empat mobil bekas LCGC irit untuk mudik, mulai Rp 60 juta
  • Laporan BPK Belum Diserahkan, Kubu Hari Karyuliarto Laporkan Jaksa KPK ke Dewas
  • ASN Libur Lebaran 2026 Lebih Lama, Cek Jadwal Cuti Bersama dan Tanggal Merah
  • Jangan-jangan kembali gagal juara, trauma akhir musim menghantui Arsenal
  • Rekomendasi mobil bekas di bawah 100 juta untuk mudik Lebaran 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»Aplikasi Matematika AI Sacred Octagon Telkomsel Target 600 Kota
Teknologi

Aplikasi Matematika AI Sacred Octagon Telkomsel Target 600 Kota

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover14 Februari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pengembangan Pendidikan dengan Teknologi Kecerdasan Buatan

PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) bekerja sama dengan Indonesia Artificial Intelligence (INA AI) meluncurkan layanan edukasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang diberi nama Sacred Octagon. Layanan ini dirancang untuk menjangkau 600 kota di seluruh Indonesia, dengan fokus pada pembelajaran matematika.

General Manager Value Added Service and Music Business Telkomsel Riset Wijoyo menjelaskan bahwa saat ini AI sedang menjadi tren yang sangat menarik. Telkomsel memanfaatkan inovasi ini untuk membantu pemerataan pendidikan di Indonesia, terutama dalam bidang matematika melalui gim Sacred Octagon.

“Kita berencana pada tahap pertama, 130 kota akan kita gandeng semua. Setelah itu baru kita masuk ke ruang kedua yang mencakup hingga 600 kota,” ujar Riset dalam acara Telkomsel x Sacred Octagon.

Sacred Octagon adalah layanan edu gims matematika interaktif yang menggunakan teknologi AI dan mengadaptasi metode GASING (Gampang, Asyik, Menyenangkan) yang dikembangkan oleh Prof. Yohanes Surya. Gim ini dirancang dengan tampilan yang menarik, sehingga anak-anak dapat belajar sambil bermain. Materi yang tersedia mencakup penjumlahan, pengurangan, perkalian, hingga pembagian.

Tingkat kesulitan soal disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak, mulai dari level dasar hingga tingkat sulit. Prof. Yohanes Surya menjelaskan bahwa AI berperan dalam membuat proses belajar lebih personal. Sistem akan menganalisis kemampuan setiap anak untuk mengetahui posisi mereka dalam pembelajaran.

Metode pembelajaran dalam gim ini memiliki beberapa tingkatan, mulai dari yang paling dasar hingga tingkat tertinggi. Dengan memberikan beberapa pertanyaan awal, AI dapat mendeteksi posisi kemampuan anak. Setelah mengetahui level tersebut, sistem akan memberikan soal yang sesuai, menyusun materi secara personal, dan memastikan setiap anak mendapatkan soal yang berbeda.

Saat ini, gim yang tersedia masih berupa versi dasar. Prof. Yohanes menyebutkan bahwa dalam tiga hingga empat bulan ke depan, gim ini akan dikembangkan menjadi versi full AI. “Jadi ini makanya bertahan optimus ini kayak anggap aja 1.0 lah ya. Nanti ada 2.0 terus diperhatikan,” kata Prof. Yohanes.

Prof. Yohanes mendukung penuh program ini, karena ia menilai anak-anak Indonesia memiliki potensi kecerdasan dalam matematika, namun banyak yang merasa takut terhadap pelajaran tersebut. Selain itu, kurangnya kesempatan belajar membuat sebagian anak belum memahami matematika dengan baik.

Selain itu, Prof. Yohanes juga menyoroti masih banyak anak-anak Indonesia, khususnya di daerah pedalaman, yang belum mendapatkan akses dan fasilitas pendidikan yang memadai. Kondisi tersebut menyebabkan ketertinggalan dalam pembelajaran.

Melalui metode GASING, anak-anak diajarkan berhitung cepat dengan cara yang menyenangkan. Metode ini mengedepankan kemampuan mencongak dan berbeda dari metode perhitungan konvensional. Dalam perhitungan GASING, angka dihitung dari depan, bukan dari belakang, serta anak-anak diajak memahami alur soal, bukan sekadar mencari jawaban.

Metode ini dilakukan secara bertahap, mulai dari konsep paling sederhana hingga yang paling kompleks. “Anak gak mau pulang karena asik gitu loh. Nah ke asik kan nih, di pelatihan itu yang kita bawa ke gim ini,” kata Prof. Yohanes.

Dalam acara tersebut turut dihadirkan sejumlah anak yang telah mengikuti pelatihan metode GASING bersama Prof. Yohanes. Mereka berasal dari Indonesia Timur, khususnya Papua Tengah. Dalam demonstrasi tersebut, anak-anak mampu menghitung cepat berbagai operasi matematika, mulai dari perkalian, penjumlahan, pengurangan, pembagian, hingga akar kuadrat, semuanya dijawab dalam waktu kurang dari 30 detik.

Salah satu peserta bernama Parnita, siswi sekolah dasar asal Papua Tengah, mengaku sebelumnya tidak bisa berhitung. Namun setelah mengikuti pelatihan metode GASING, ia kini bahkan mampu mempelajari kalkulus di usia yang masih sangat muda. “Dulu saya tidak tahu apa-apa tapi setelah tahu metode Gasing saya jadi tahu matematika.”

Ayah Parnita yang turut hadir menyampaikan harapannya agar pendidikan di Indonesia semakin merata, khususnya di Papua Tengah. Menurutnya, masih banyak anak di daerah tersebut yang belum memperoleh akses pendidikan dan fasilitas yang memadai. Saat ini, Parnita tengah dipersiapkan oleh Prof. Yohanes untuk masuk ke University of Science and Technology, China yang menerima siswa berusia 10–16 tahun. Universitas tersebut dikenal memiliki peringkat satu dunia untuk bidang matematika dan komputer.

Cara Mendapatkan Sacred Octagon

Untuk mengakses gim Sacred Octagon, Telkomsel menyediakan beberapa pilihan paket melalui aplikasi MyTelkomsel. Pelanggan dapat mengakses All Zone Pass sesuai durasi berlangganan dengan kuota internet Telkomsel sebagai berikut:

  • 3 hari: All Zone Pass + kuota 100 MB (4G/5G) Rp12.500
  • 10 hari: All Zone Pass + kuota 300 MB (4G/5G) Rp25.000
  • 30 hari: All Zone Pass + kuota 1 GB (4G/5G) Rp50.000
  • 365 hari: All Zone Pass + kuota 12 GB (4G/5G) Rp500.000

Cara membeli melalui MyTelkomsel:

  1. Buka menu “Beli Paket” di MyTelkomsel, lalu pilih paket “Sacred Octagon” sesuai durasi yang diinginkan.
  2. Untuk pembelian satu kali, nonaktifkan tombol “Subscribe”. Untuk berlangganan otomatis, biarkan tombol tetap aktif.
  3. Tinjau detail paket dan metode pembayaran, kemudian pilih “Subscribe/Beli”.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Hukum Shalat Lima Waktu bagi Orang Sakit, Soal Fiqih Kelas 3 SD Semester 2

14 Februari 2026

Jika Anda Kurangi Suara Radio, Ini 8 Tanda Fokus Otak Anda Tinggi

14 Februari 2026

Akses Strategis Mega Halal Bangkok 2026 untuk Pelaku Usaha Indonesia

14 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

10 pilihan bus Jakarta-Surabaya full tol: Nyaman, murah, lengkap

15 Februari 2026

Ramalan Imlek 2026: 6 Zodiak Paling Beruntung dan Kaya Mendadak di Tahun Kuda Api

14 Februari 2026

Hukum Shalat Lima Waktu bagi Orang Sakit, Soal Fiqih Kelas 3 SD Semester 2

14 Februari 2026

Empat mobil bekas LCGC irit untuk mudik, mulai Rp 60 juta

14 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?