Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 13 Februari 2026
Trending
  • Hotel di Kalsel Bersaing Menarik Hati Masyarakat dengan Paket Berbuka Puasa Bersama
  • 7 Film Indonesia Penuh Cinta, Ideal untuk Hari Kasih Sayang
  • Ahli tegaskan Ammar Zoni butuh rehabilitasi, bukan hukuman penjara
  • Polemik Denada vs Ressa Rossano: Komunikasi Terbuka, Permintaan Cabut Gugatan Rp7 Miliar
  • Wabup Mempawah Sampaikan Capaian IPM dan Ekonomi di Paripurna DPRD
  • Pekan 20 Tim Jawa Timur: Persebaya, Arema FC, dan Persik Menang, Madura United Tersungkur
  • Setelah Pecahkan Rekor, Jababeka (KIJA) Targetkan Penjualan Rp3,75 Triliun pada 2026
  • Ribuan Warga Palestina Hilang Akibat Serangan Israel di Gaza
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Deret 20 Emiten Kapitalisasi Besar Belum Capai Free Float 15%, BREN hingga BRIS
Ekonomi

Deret 20 Emiten Kapitalisasi Besar Belum Capai Free Float 15%, BREN hingga BRIS

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover13 Februari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Perubahan Batas Free Float Saham di Pasar Modal Indonesia

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self Regulatory Organization (SRO) akan segera menaikkan batas porsi saham publik atau free float dari 7,5% menjadi 15% secara bertahap dalam tiga tahun ke depan. Free float merupakan porsi saham yang dimiliki oleh masyarakat luas, tidak termasuk saham yang dikuasai oleh pemegang saham pengendali, pemegang saham mayoritas, komisaris, direksi maupun karyawan perusahaan. Saham ini sepenuhnya berada di tangan investor publik dengan kepemilikan kurang dari 5% per individu.

Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna, menyatakan bahwa jika rencana tersebut ditetapkan, maka setidaknya ada 267 emiten yang berpotensi belum dapat memenuhi batas free float sebesar itu. Sementara itu, ada 49 emiten di antaranya bahkan berstatus sebagai emiten berkapitalisasi besar di BEI (big caps).

“Tentu kita berikan waktu. Kita berikan waktu sesuai dengan di draft 2-3 tahun nih waktunya. Tentu nanti kita finalkan mau berapa tahun stakeholder dan nanti kita finalkan di bulan Februari kita tentukan,” kata Nyoman kepada wartawan di Gedung BEI, Senin (9/2).

Pemangkasan Free Float untuk Emitter

Nyoman menambahkan bahwa bursa akan memberikan pelonggaran kepada emiten-emiten melalui kenaikan free float saham secara bertahap. “Penentuan target, let’s say tahun pertama mesti 10 persen atau 12,5 persen itu akan kami tentukan. Tujuannya apa? Tujuannya secara bertahap, mereka dapat memenuhi hingga menunggu. Sampai periode tahun itu berakhir,” ujarnya.

Merujuk data dari Stockbit, berikut adalah 20 emiten dengan kapitalisasi pasar tertinggi yang belum mencapai minimum free float 15%:

Daftar 20 Emiten Berkapitalisasi Besar yang Belum Memenuhi Free Float 15%

  • PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)

    Kapitalisasi Pasar: Rp 1.076 triliun

    Free Float: 12,30%

  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)

    Kapitalisasi Pasar: Rp 614 triliun

    Free Float: 10,66%

  • PT Bank Permata Tbk (BNLI)

    Kapitalisasi Pasar: Rp 146,89 triliun

    Free Float: 9,97%

  • PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA)

    Kapitalisasi Pasar: Rp 130,44 triliun

    Free Float: 9,97%

  • PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET)

    Kapitalisasi Pasar: Rp 127,30 triliun

    Free Float: 9,11%

  • PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS)

    Kapitalisasi Pasar: Rp 111,17 triliun

    Free Float: 9,25%

  • PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO)

    Kapitalisasi Pasar: Rp 109,61 triliun

    Free Float: 14,78%

  • PT H.M. Sampoerna Tbk (HMSP)

    Kapitalisasi Pasar: Rp 100,61 triliun

    Free Float: 7,50%

  • PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

    Kapitalisasi Pasar: Rp 87,74 triliun

    Free Float: 14,05%

  • PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL)

    Kapitalisasi Pasar: Rp 81,39 triliun

    Free Float: 10,44%

  • PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR)

    Kapitalisasi Pasar: Rp 73,38 triliun

    Free Float: 11,97%

  • PT Multipolar Technology Tbk (MLPT)

    Kapitalisasi Pasar: Rp 63,09 triliun

    Free Float: 9,63%

  • PT Mayora Indah Tbk (MYOR)

    Kapitalisasi Pasar: Rp 55,67 triliun

    Free Float: 14,55%

  • PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN)

    Kapitalisasi Pasar: Rp 55,65 triliun

    Free Float: 7,62%

  • PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR)

    Kapitalisasi Pasar: Rp 49,88 triliun

    Free Float: 0,09%

  • PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA)

    Kapitalisasi Pasar: Rp 47,64 triliun

    Free Float: 7,51%

  • Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO)

    Kapitalisasi Pasar: Rp 47,04 triliun

    Free Float: 10,90%

  • PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL)

    Kapitalisasi Pasar: Rp 44,70 triliun

    Free Float: 13,71%

  • PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS)

    Kapitalisasi Pasar: Rp 44,11 triliun

    Free Float: 10,28%

  • PT Soho Global Health Tbk (SOHO)

    Kapitalisasi Pasar: Rp 40,35 triliun

    Free Float: 9,02%

Langkah Otoritas untuk Mengawal Efektivitas Kenaikan Free Float

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengatakan bahwa peningkatan free float akan diikuti dengan penguatan sisi penawaran (demand) sekaligus sisi permintaan (demand). Tak hanya itu, menurut Jeffrey, dengan perbaikan transparansi pasar yang saat ini sedang dilakukan, maka BEI berharap hal tersebut dapat menarik lebih banyak investor asing masuk ke pasar modal Indonesia.

“Dengan transparansi yang lebih baik tadi itu, kita harapkan investor asing akan lebih banyak masuk. Itu akan meningkatkan demand,” ujar Jeffrey kepada wartawan di Main Hall BEI, Minggu (2/1).

Selain investor asing, Jeffrey menilai permintaan juga akan datang dari investor domestik. Dia menjelaskan, saat ini, jumlah investor ritel di pasar modal Indonesia telah mencapai sekitar 21 juta investor.

“Dukungan pemerintah juga sangat besar. Investor domestik kita bisa masuk, sehingga permintaan akan mampu menyerap tambahan pasokan saham. Dengan begitu, price discovery tetap berjalan efisien,” kata dia.

Sementara itu, Pejabat Pengganti Anggota Dewan Komisioner sekaligus Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan bahwa jawaban apakah publik mampu menyerap seluruh saham tersebut setelah OJK melakukan penilaian.

Setelah itu, kata Hasan, OJK akan memetakan seberapa besar kesenjangan dibandingkan ketentuan minimum 15% yang ditetapkan tersebut. Sementara itu, dia menyatakan telah banyak emiten yang sudah melampaui batas free float di atas batas saat ini, yaitu 7,5%. “Jadi kita bukan berangkat dari 0% loh Existing ketentuan itu minimum 7,5% ya Dan banyak yang sudah melampaui angka itu,” kata Hasan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Wabup Mempawah Sampaikan Capaian IPM dan Ekonomi di Paripurna DPRD

13 Februari 2026

Ekonomi Sumbar 2025 Terpuruk, Urutan ke-9 di Sumatera

13 Februari 2026

Daftar 89 Sekuritas Aktif dan Kode Broker Resmi BEI, Info Transaksi Kembali Dibuka?

12 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Hotel di Kalsel Bersaing Menarik Hati Masyarakat dengan Paket Berbuka Puasa Bersama

13 Februari 2026

7 Film Indonesia Penuh Cinta, Ideal untuk Hari Kasih Sayang

13 Februari 2026

Ahli tegaskan Ammar Zoni butuh rehabilitasi, bukan hukuman penjara

13 Februari 2026

Polemik Denada vs Ressa Rossano: Komunikasi Terbuka, Permintaan Cabut Gugatan Rp7 Miliar

13 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?