Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 12 Februari 2026
Trending
  • Fakta Wali Kota Bekasi Diancam Golok, Akhirnya Minta Maaf: Emosiku Meledak
  • Aksi Berani: Penjual Kelapa ke Wali Kota dan Istri Polisi Lolos Razia
  • Proyek Sumur Tangkulo-1 Blok South Andaman Selesai Juni 2026
  • Persib Hadapi Ratchaburi di 16 Besar ACL: Kesempatan Debut Kurzawa dan Castel
  • TRAVL Gunakan IoT untuk Keamanan, Pengemudi Dapat Peringatan Saat Lampaui Batas Kecepatan
  • 6 Kebiasaan yang Menghancurkan Rasa Percaya Diri Anak
  • Ramalan Karier 12 Zodiak: Aquarius Naik Gaji, Virgo Hadapi Tantangan 10 Februari 2026
  • IIMS 2026 Tawarkan Pengalaman Mobilitas Lengkap dan Inovatif
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Tekanan Kinerja Tak Hambat Bank Milik Negara Bagikan Dividen
Ekonomi

Tekanan Kinerja Tak Hambat Bank Milik Negara Bagikan Dividen

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover11 Februari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Perbankan Tetap Bagikan Dividen Meski Kinerja Tidak Optimal

Meskipun kinerja perbankan tidak sebaik tahun-tahun sebelumnya, sejumlah bank besar di Indonesia tetap berkomitmen untuk membagikan dividen kepada pemegang saham. Hal ini terlihat dari rencana yang diumumkan oleh beberapa bank, seperti Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, dan Bank Tabungan Negara (BTN), dalam menjaga rasio pembagian dividen (dividend payout ratio/DPR) pada tingkat tertentu.

BNI Pertahankan DPR di Level 65%

Salah satu bank yang tetap setia membagikan dividen adalah BNI. Direktur Finance & Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena, menyatakan bahwa pihaknya memproyeksikan rasio pembayaran dividen alias dividend payout ratio (DPR) untuk tahun buku 2025 berada di level 65%. Angka ini tidak berubah dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun kondisi profitabilitas bank mengalami sedikit penurunan.

Pada tahun 2024, BNI mampu meningkatkan laba bersih sebesar 2,7% secara tahunan menjadi Rp 21,64 triliun. Namun, pada tahun 2025, laba bersih BNI justru mengalami penurunan sebesar 6,6% yoy menjadi Rp 20,04 triliun. Meskipun demikian, BNI tetap berkomitmen untuk membagikan dividen sebesar kisaran Rp 13 triliun. Keputusan final mengenai besaran dividen ini masih menunggu persetujuan dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Komitmen BNI dalam menjaga rasio pembagian dividen didukung oleh permodalan yang kuat. Saat ini, posisi rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) BNI untuk Tier 1 berada di 19,4%, lebih tinggi dari ambang batas minimum regulator yang sebesar 12%. Selain itu, BNI juga menjaga CAR Tier 1 di kisaran 17% untuk mendukung ekspansi bisnis secara prudent.

Bank Mandiri Jaga CAR di Kisaran 19% – 20%

Bank Mandiri juga berupaya menjaga kecukupan modalnya agar dapat memastikan kemampuan dalam membagikan dividen. Pada tahun 2025, posisi CAR Bank Mandiri secara bank only ada di 19,4%. Direktur Finansial dan Strategi Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menyebutkan bahwa dalam strategi jangka panjang, CAR bank akan dijaga di kisaran 19% – 20%.

Struktur permodalan Bank Mandiri juga akan dipertahankan agar ROE tetap terjaga, sehingga dapat memberi ruang bagi pertumbuhan berkelanjutan serta mampu memberikan dividen dan value creation jangka panjang. Untuk tahun buku 2024 lalu, DPR Bank Mandiri ada di posisi 78%. Laba bersih Bank Mandiri tumbuh sebesar 1,31% yoy menjadi Rp 55,78 triliun. Sementara pada 2025, pertumbuhan laba bersih Bank Mandiri cenderung melambat yakni 0,93% yoy menjadi Rp 56,3 triliun.

Namun, Novita menyatakan bahwa pembagian dividen interim senilai Rp 9,3 triliun yang telah rampung dibayarkan pada Januari 2026 mencerminkan kekuatan kinerja, likuiditas yang baik, serta permodalan yang memadai di Bank Mandiri.

BTN Tingkatkan DPR untuk Maksimalkan Imbal Hasil

Berbeda dengan BNI dan Bank Mandiri, Bank Tabungan Negara (BTN) nampaknya akan meningkatkan rasio pembagian dividen (DPR) untuk tahun buku 2025. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan imbal hasil bagi pemegang saham agar modal dapat digunakan secara efisien.

Untuk tahun buku 2024, level DPR BTN ada di 25%. Direktur Utama BTN, Nixon Napitupulu, menyebutkan bahwa potensi peningkatan DPR di atas level tersebut akan menjadi bagian dari strategi bank dalam memperkuat rasio return of earning (ROE). Ia menyatakan bahwa pihaknya ingin menjaga agar ROE bisa berada di atas 12%, atau bahkan sampai 14%.

“Kami akan memberikan DPR sedikit lebih banyak, yaitu antara 25% – 30%,” ujar Nixon dalam paparan kinerja awal pekan ini. Tahun ini, BTN berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 3,5 triliun, tumbuh 16,4% yoy. Dengan asumsi DPR di kisaran 25% – 30%, maka total dividen yang mungkin dibagikan bank mencapai Rp 875 miliar hingga Rp 1,05 triliun.

Menariknya, wacana peningkatan DPR ini diambil BTN ketika rasio kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) bank masih turun terbatas, dari posisi 3,2% pada 2024 menjadi 3,1% pada 2025.

Pandangan Ekonom: DPR Tidak Ganggu Bisnis

Ekonom Universitas Bina Nusantara, Doddy Ariefianto, menilai bahwa penetapan DPR perbankan tidak akan mengganggu bisnis, meskipun laba tertekan dan NPL meningkat. Menurutnya, secara umum DPR bank cenderung stabil.

Perubahan DPR biasanya terjadi hanya jika ada kebutuhan untuk tumbuh secara generik melalui ekspansi, yang jarang terjadi pada bank besar sebagai bisnis yang sudah matang, atau ketika ada perubahan permanen dalam prospek bisnis. “Misalnya kalau ada aturan baru atau kompetitor yang kuat,” jelas Doddy.

Ia melihat saat ini, penurunan kinerja yang terjadi di perbankan merupakan siklus ekonomi. Kendati begitu, kata Doddy, pemerintah dan pelaku usaha nampak optimistis bahwa pemulihan dapat terwujud tahun ini. Maka, tak salah kalau investor, termasuk Danantara, mengharapkan DPR tetap di level tinggi dari bank.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Proyek Sumur Tangkulo-1 Blok South Andaman Selesai Juni 2026

11 Februari 2026

Rekomendasi Saham PTBA di Tengah Fluktuasi Harga Batubara

11 Februari 2026

Ramalan 6 Shio Bahagia Besok: Ular Sukses Finansial, Kerbau Dapat Peluang

11 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Fakta Wali Kota Bekasi Diancam Golok, Akhirnya Minta Maaf: Emosiku Meledak

11 Februari 2026

Aksi Berani: Penjual Kelapa ke Wali Kota dan Istri Polisi Lolos Razia

11 Februari 2026

Proyek Sumur Tangkulo-1 Blok South Andaman Selesai Juni 2026

11 Februari 2026

Persib Hadapi Ratchaburi di 16 Besar ACL: Kesempatan Debut Kurzawa dan Castel

11 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?