Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 13 Februari 2026
Trending
  • Pemkab Bantul Pastikan Pantai Parangtritis sebagai Area Umum, Wisatawan Bebas Foto
  • Ramalan Zodiak Aquarius dan Pisces 10 Februari 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Suami Aniaya Istri Hingga Tewas Dihukum 15 Tahun
  • Harga token listrik terbaru 10–15 Februari 2026, beli Rp20 ribu dapat berapa kWh?
  • Tarif Impor Bangladesh Turun Jadi 19 Persen
  • Persebaya Selamatkan Wajah Jawa Timur! Arema Bangkit, Persik Naik, Madura Tertekan
  • Empat Warna Baru Grand Filano Hybrid Jadi Incaran Pemuda Kalsel
  • Energi keberuntungan menggelegar di awal 2026: Lima shio penguasa rezeki di jalur emas kehidupan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»Setelah Pecahkan Rekor, Jababeka (KIJA) Targetkan Penjualan Rp3,75 Triliun pada 2026
Teknologi

Setelah Pecahkan Rekor, Jababeka (KIJA) Targetkan Penjualan Rp3,75 Triliun pada 2026

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover13 Februari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Target Marketing Sales KIJA pada Tahun 2026

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) menetapkan target marketing sales sebesar Rp 3,75 triliun untuk tahun 2026. Angka ini meningkat sekitar 4,16% dibandingkan realisasi tahun 2025 yang mencapai Rp 3,6 triliun. Capaian tersebut menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah Jababeka dan melampaui target sebelumnya senilai Rp 3,5 triliun.

Pada tahun 2025, marketing sales KIJA tumbuh sekitar 13% dibandingkan capaian tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp 3,19 triliun. Perkembangan ini menunjukkan daya tarik kawasan industri KIJA yang tetap kuat di tengah dinamika ekonomi global. Corporate Secretary Jababeka, Muljadi Suganda, menyatakan bahwa kinerja tersebut memberikan bukti kepercayaan investor terhadap kawasan industri KIJA.

Penjualan di Cikarang

Marketing sales dari Cikarang pada tahun 2025 mencapai Rp 1,1 triliun atau meningkat sekitar 5% secara tahunan (year-on-year). Hasil ini berasal dari penjualan lahan dengan total luas 21,2 hektare di seluruh segmen. Dari total penjualan tersebut, penjualan tanah matang kawasan industri senilai Rp 567,4 miliar dengan lahan seluas 18 hektare mendominasi. Sementara itu, produk tanah dan bangunan mencapai Rp 365,4 miliar, terdiri dari bangunan pabrik (standard factory building) sebesar Rp 292,7 miliar dan produk residensial komersial sebesar Rp 72,7 miliar.

Dari total penjualan tanah matang dan bangunan pabrik sebesar Rp 860 miliar, sebanyak 48% berasal dari investor domestik. Sedangkan 52% berasal dari investor asing, terutama dari Korea dan China. Penjualan tunggal terbesar adalah penjualan lahan seluas 6 hektare kepada perusahaan Korea di sektor Personal Care dan 4 hektare kepada sebuah perusahaan Indonesia di sektor data center.

Penjualan di Kendal

Kendal juga memberikan kontribusi signifikan terhadap marketing sales KIJA. Pada tahun 2025, Kendal menyumbang marketing sales sebesar Rp 2,51 triliun dari penjualan 142 hektare lahan. Capaian ini meningkat sekitar 17% dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp 2,14 triliun.

Di Kendal, investor asing mendominasi dengan kontribusi sekitar 89% dari total nilai marketing sales tahun 2025, terutama berasal dari China, Hong Kong, dan Taiwan. Sedangkan investor domestik menyumbang 11%. Transaksi terbesar di kawasan Kendal sepanjang 2025 mencakup penjualan lahan kepada perusahaan asal China untuk sektor industri ban seluas 8 hektare, bahan bangunan seluas 7 hektare, serta furnitur seluas 13 hektare.

Selain dari China, KIJA juga mencatatkan penjualan lahan seluas 12 hektare kepada perusahaan furnitur asal Indonesia, serta satu transaksi penjualan lahan seluas 13 hektare kepada perusahaan kemasan asal Hong Kong.

Proyeksi KIJA untuk Tahun 2026

Untuk tahun 2026, KIJA menetapkan target marketing sales sebesar Rp 3,75 triliun. Muljadi Suganda menjelaskan bahwa target ini terutama didorong oleh permintaan yang tetap tinggi terhadap lahan industri di Kendal dan Cikarang.

Dari target tersebut, KIJA memproyeksikan marketing sales Rp 1,25 triliun akan berasal dari Cikarang dan lainnya. Terdiri dari Rp 800 miliar penjualan tanah matang dan produk industri, serta Rp 450 miliar dari produk residensial dan komersial. Sedangkan Kendal ditargetkan menyumbang Rp 2,5 triliun, yang seluruhnya merupakan produk industri.

Outlook Industri di Tahun 2026

Chairman & Founder Kawasan Industri Jababeka, Setyono Djuandi Darmono, melihat outlook kawasan industri di Indonesia pada tahun 2026 tetap prospektif. Ia menyatakan bahwa meskipun berada dalam lanskap global yang penuh ketidakpastian, kawasan industri Indonesia tetap memiliki peluang yang baik.

Darmono menyoroti peluang dari upaya diversifikasi rantai pasok global yang masih berlangsung. Perusahaan global tidak ingin hanya bergantung pada satu negara, sehingga peluang untuk menangkap relokasi pabrik global masih terbuka, terutama dari Jepang, Korea Selatan, China, Taiwan, dan Eropa.

Di sisi lain, Darmono melihat kebijakan hilirisasi dan industrialisasi nasional mulai menunjukkan hasil, khususnya di sektor logam, kimia, dan energi. Pada 2026, KIJA melihat permintaan lahan industri datang dari beberapa sektor utama, baik dari Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Sektor Industri yang Berpotensi Tinggi

Pertama, industri manufaktur yang berorientasi ekspor. Antara lain industri otomotif & komponen, termasuk kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) dan baterai, serta industri mesin dan elektronik. Sektor ini tetap menjadi tulang punggung permintaan kawasan industri.

Kedua, industri berbasis Sumber Daya Alam (SDA) atau hilirisasi. Antara lain mencakup industri logam, kimia dasar dan petrokimia, serta agro-industri bernilai tambah. Hilirisasi tidak lagi hanya di luar Jawa, tetapi juga mulai masuk ke kawasan industri terintegrasi dengan pelabuhan dan logistik.

Ketiga, industri berbasis teknologi tinggi. Antara lain data center & infrastruktur digital, kesehatan dan alat medis, serta bio-teknologi, processed food dan clean technology. Permintaan dari sektor ini memang tidak selalu besar dari sisi luasan lahan, tetapi sangat tinggi dari sisi nilai investasi dan kualitas ekosistem.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Empat Warna Baru Grand Filano Hybrid Jadi Incaran Pemuda Kalsel

13 Februari 2026

Transformasi Digital Bansos: Peluang atau Pengabaian Keadilan?

13 Februari 2026

Inovasi elektronik premium resmi hadir di Indonesia, tingkatkan smart living nasional

13 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Pemkab Bantul Pastikan Pantai Parangtritis sebagai Area Umum, Wisatawan Bebas Foto

13 Februari 2026

Ramalan Zodiak Aquarius dan Pisces 10 Februari 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan

13 Februari 2026

Suami Aniaya Istri Hingga Tewas Dihukum 15 Tahun

13 Februari 2026

Harga token listrik terbaru 10–15 Februari 2026, beli Rp20 ribu dapat berapa kWh?

13 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?