Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 10 Februari 2026
Trending
  • Harga Tiket dan Jam Buka Hawai Waterpark, Promo Februari 2026
  • Itinerary Pulau Doom Sorong 1 Hari, Hanya Rp 230 Ribu untuk Liburan Berdua
  • 4 rekomendasi wisata dekat Bandara Adi Soemarmo, ada museum instagenik
  • Promo Ancol Valentine 2026, Tiket Mulai Rp150 Ribu, Ini Syaratnya
  • Tiga Tempat Makan Lezat di Pekanbaru, Strategis Dekat Pusat Kota
  • Keuntungan dan kerugian mudik tanpa tol, benar-benar hemat?
  • 50 Contoh Keterampilan untuk CV Lamaran Kerja, Arti Keterampilan, dan Arti Curriculum Vitae
  • Dulu Industri, Kini SDM: Memecah Kebuntuan Teknologi Indonesia
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»Julukan Bayi 2026: Perbedaan Gen Beta dan Sigma
Teknologi

Julukan Bayi 2026: Perbedaan Gen Beta dan Sigma

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover9 Februari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Perbedaan Gen Beta dan Gen Sigma

Belakangan ini, istilah generasi baru seperti Gen Beta dan Gen Sigma semakin sering muncul di media sosial hingga obrolan parenting sehari-hari. Banyak orangtua mulai penasaran dengan perbedaan antara kedua istilah tersebut. Apakah keduanya benar-benar kategori generasi yang sama atau hanya sekadar tren istilah yang viral? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, berikut penjelasan lengkap mengenai perbedaan Gen Beta dan Gen Sigma.

1. Perbedaan Definisi Gen Beta dan Gen Sigma



Salah satu perbedaan paling mendasar antara Gen Beta dan Gen Sigma terletak pada definisinya. Generasi Beta merupakan istilah resmi yang digunakan dalam kajian generasi global. Bayi yang lahir pada rentang tahun 2025 hingga 2039 diprediksi akan masuk dalam kelompok Generasi Beta. Penamaan Generasi Beta mengikuti pola alfabet Yunani yang sebelumnya digunakan untuk Generasi Alpha (2010–2024). Setelah Alpha, urutan berikutnya adalah Beta, Gamma, dan seterusnya. Penamaan ini bukan hanya simbol generasi baru, tetapi juga mencerminkan perubahan besar dalam dunia yang akan mereka hadapi.

Menurut studi yang dilakukan oleh McCrindle, Gen Beta merupakan generasi pertama yang tumbuh sepenuhnya di dunia yang sangat terdigitalisasi dan terintegrasi dengan teknologi secara menyeluruh. Berbeda dengan Gen Beta, Gen Sigma bukan kategori generasi resmi dalam kajian akademis. Istilah ini lahir dari budaya populer di media sosial. Biasanya, Gen Sigma digunakan untuk menggambarkan tipe kepribadian tertentu, seperti individu yang mandiri dan percaya diri.

2. Kenapa Kedua Istilah Tersebut Bisa Muncul?



Kemunculan istilah Gen Beta berangkat dari kebutuhan akademis untuk memahami perubahan sosial dari satu generasi ke generasi berikutnya. Para peneliti generasi menggunakan kategori ini untuk menganalisis pola perkembangan masyarakat, perubahan teknologi, serta pergeseran nilai yang memengaruhi cara si Kecil tumbuh dan belajar. Generasi Beta muncul sebagai lanjutan alami dari Gen Alpha. Dunia yang ditempati generasi ini diperkirakan akan semakin canggih dengan integrasi teknologi dalam hampir semua aspek kehidupan.

Sementara itu, istilah Gen Sigma memiliki latar belakang yang jauh lebih santai dan informal. Istilah ini berkembang dari internet culture dan konsep “sigma personality” yang populer di berbagai platform digital. Huruf Sigma sendiri berasal dari alfabet Yunani (Σ/σ) yang sering diartikan perubahan, fleksibilitas, serta kemampuan beradaptasi. Seiring waktu, istilah ini digunakan untuk menggambarkan individu yang dianggap unik atau berbeda dari pola umum, sehingga banyak orang mengira Sigma adalah kategori generasi baru, padahal sebenarnya tidak.

3. Karakteristik yang Sering Dilekatkan pada Gen Beta dan Gen Sigma



Gen Beta merupakan generasi yang diprediksi tumbuh di masa depan, banyak pakar mencoba memproyeksikan karakteristik yang mungkin menonjol pada mereka. Anak-anak Gen Beta diperkirakan akan besar di era ketika kecerdasan buatan (AI) sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Teknologi tidak hanya sebagai alat bantu, tetapi juga menjadi sistem yang terintegrasi dalam pendidikan, pekerjaan, hingga aktivitas rumah tangga.

Berikut ciri khas generasi beta yang perlu Mama perhatikan:
* Tidak bisa lepas dari internet dan konektivitas
* Suka eksplorasi lewat game edukatif dan platform digital
* Rentan terhadap overstimulasi dari layar
* Punya kemampuan tinggi dalam berpikir logis dan visual
* Tertarik pada teknologi baru sejak usia dini

Sementara itu, karakter yang sering dikaitkan dengan Gen Sigma lebih bersifat kepribadian. Istilah ini biasanya merujuk pada individu yang mandiri, mampu bekerja dan berkembang secara independen, serta berpikir out of the box.

4. Cara Orangtua Memahami Tren Label Generasi Agar Tidak Salah Kaprah



Agar tidak salah kaprah dalam menyikapi istilah generasi yang sedang populer, berikut beberapa tips yang bisa Mama terapkan:

  1. Gunakan label generasi sebagai referensi, bukan patokan utama

    Istilah generasi sebaiknya dipahami sebagai alat untuk melihat tren zaman secara umum, bukan sebagai standar untuk menilai kepribadian si Kecil. Setiap anak tetap memiliki pengalaman, minat, dan cara belajar yang unik.

  2. Fokus pada pola asuh dan kualitas hubungan dengan anak

    Perkembangan karakter si Kecil jauh lebih dipengaruhi oleh parenting di rumah serta kualitas hubungan emosional dengan orangtua. Interaksi sehari-hari, komunikasi yang hangat, dan rasa aman yang diberikan keluarga memiliki dampak besar dalam membentuk kepercayaan diri dan empati anak.

  3. Ingat bahwa setiap anak berkembang dengan cara yang berbeda

    Dua bayi yang lahir pada tahun yang sama belum tentu memiliki sifat, minat, atau kemampuan yang serupa saat mereka beranjak besar. Faktor seperti kepribadian bawaan, pengalaman hidup, dan dukungan lingkungan akan membentuk perjalanan tumbuh kembang yang berbeda juga.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

50 Contoh Keterampilan untuk CV Lamaran Kerja, Arti Keterampilan, dan Arti Curriculum Vitae

10 Februari 2026

Dulu Industri, Kini SDM: Memecah Kebuntuan Teknologi Indonesia

10 Februari 2026

50 Contoh Keterampilan Teknis dalam CV Lamaran Kerja, Arti Hard Skill, dan Arti Curriculum Vitae

10 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Harga Tiket dan Jam Buka Hawai Waterpark, Promo Februari 2026

10 Februari 2026

Itinerary Pulau Doom Sorong 1 Hari, Hanya Rp 230 Ribu untuk Liburan Berdua

10 Februari 2026

4 rekomendasi wisata dekat Bandara Adi Soemarmo, ada museum instagenik

10 Februari 2026

Promo Ancol Valentine 2026, Tiket Mulai Rp150 Ribu, Ini Syaratnya

10 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?