Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 9 Februari 2026
Trending
  • Proyek Hilirisasi Danantara Dorong Efek Pengganda pada Emiten, Siapa Saja?
  • Ekspedisi Maluku Barat Daya Temukan Habitat Dugong Terbesar di Asia Tenggara
  • Purbaya: Pajak 2026 Melebihi Target?
  • Regulator Naikkan Target Penyaluran Kredit Tahun 2026, Sejumlah Bank Siapkan Strategi
  • Ramadan Dorong Kinerja Emiten Poultry di Kuartal I 2026
  • Tiga zodiak alami perubahan keuangan terbesar 9-15 Februari 2026
  • Moody’s Ubah Outlook Tujuh Perusahaan, Outlook Indonesia Negatif
  • Rasio Kas: Pengertian, Jenis, Kontrol, dan Rumus
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Efek Domino MSCI: UBS dan Goldman Turunkan Rating, Moody’s Perbarui Outlook RI
Ekonomi

Efek Domino MSCI: UBS dan Goldman Turunkan Rating, Moody’s Perbarui Outlook RI

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover9 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Dampak Perubahan Outlook oleh Moody’s terhadap Peringkat Utang Indonesia

Perubahan outlook peringkat utang Indonesia yang dikeluarkan oleh Moody’s Ratings menunjukkan adanya kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi dan kualitas tata kelola pemerintah. Dalam pengumumannya, Moody’s mengubah outlook dari stabil menjadi negatif, yang didorong oleh penurunan prediktabilitas dalam perumusan kebijakan pemerintah.

Kondisi ini dinilai berpotensi melemahkan efektivitas kebijakan serta kualitas tata kelola pemerintahan. Jika tren tersebut berlanjut, maka risiko terhadap kredibilitas kebijakan Indonesia yang selama ini menjadi fondasi stabilitas makroekonomi dan pertumbuhan ekonomi akan meningkat.

Meski demikian, Moody’s tetap mempertahankan peringkat kredit jangka panjang mata uang lokal dan asing di level Baa2. Level ini berada satu tingkat di atas batas layak investasi (investment grade), yang mencerminkan ketahanan fundamental ekonomi Indonesia. Hal ini didukung oleh kekuatan struktural seperti kekayaan sumber daya alam dan bonus demografi.

Selain itu, lembaga pemeringkat tersebut juga menyoroti ekspansi sejumlah program sosial, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Program-program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut dibiayai melalui realokasi dan pemangkasan belanja kementerian, termasuk anggaran pemeliharaan infrastruktur. Ekspansi lanjutan program-program tersebut dinilai berpotensi menekan fleksibilitas fiskal.

Moody’s juga mencermati pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai sovereign wealth fund (SWF) yang mengelola aset BUMN senilai lebih dari US$ 900 miliar atau sekitar 60% dari produk domestik bruto (PDB) nominal Indonesia pada 2025. Ketidakpastian terkait tata kelola, pendanaan, dan prioritas investasi Danantara dinilai berpotensi memunculkan risiko kewajiban kontinjensi bagi pemerintah, meskipun asumsi dasar Moody’s tetap mengarah pada perbaikan kelembagaan ke depan.

Outlook Stabil Menurut S&P

Sementara itu, S&P Global Ratings menyatakan bahwa outlook Indonesia masih stabil dengan posisi fiskal menjadi risiko. Dalam pengumuman terbaru, S&P menilai risiko penurunan utang Pemerintah Indonesia adalah melemahnya posisi fiskal secara signifikan.

Pelemahan fiskal lebih lanjut dapat memberikan tekanan ke bawah terhadap peringkat utang Indonesia, kecuali terdapat perbaikan yang mengimbangi pada indikator kredit lainnya. Risiko tersebut dapat tercermin dari peningkatan utang bersih pemerintah secara umum yang melebihi 3% dari PDB per tahun, serta pembayaran bunga yang secara konsisten melampaui 15% dari total pendapatan negara.

Namun, S&P menilai volatilitas harga saham yang terjadi belakangan ini belum berdampak signifikan terhadap pandangan lembaga tersebut atas peringkat utang Indonesia. S&P juga menegaskan bahwa outlook Indonesia saat ini masih stabil, artinya risiko kenaikan maupun penurunan peringkat dinilai relatif berimbang.

Penurunan Peringkat Saham oleh Broker Asing

Sebelumnya, broker asal Jepang Nomura Holdings Inc menurunkan peringkat saham Indonesia menjadi netral dari overweight. Langkah tersebut diambil seiring meningkatnya risiko investasi dan potensi arus keluar dana pasif, menyusul keputusan MSCI membekukan rebalancing indeks saham Indonesia.

Goldman Sachs Group Inc., bank investasi asal Amerika Serikat, juga menurunkan peringkat saham Indonesia menjadi underweight. Goldman Sachs memperingatkan kekhawatiran MSCI terhadap kelayakan investasi di Indonesia berpotensi memicu arus keluar dana asing lebih dari US$ 13 miliar atau sekitar Rp 218,2 triliun, terutama jika status Indonesia diturunkan.

UBS AG turut menurunkan peringkat saham Indonesia menjadi netral. Bank investasi asal Amerika Serikat itu menilai tekanan pasar berpotensi berlanjut hingga terdapat kejelasan terkait regulasi dan penilaian ulang MSCI. Selain faktor MSCI, UBS juga menyoroti meningkatnya risiko kebijakan domestik, termasuk rencana pengalihan 28 izin usaha perusahaan yang dicabut kepada Danantara. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi menambah ketidakpastian bagi investor.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Proyek Hilirisasi Danantara Dorong Efek Pengganda pada Emiten, Siapa Saja?

9 Februari 2026

Ekspedisi Maluku Barat Daya Temukan Habitat Dugong Terbesar di Asia Tenggara

9 Februari 2026

Purbaya: Pajak 2026 Melebihi Target?

9 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Proyek Hilirisasi Danantara Dorong Efek Pengganda pada Emiten, Siapa Saja?

9 Februari 2026

Ekspedisi Maluku Barat Daya Temukan Habitat Dugong Terbesar di Asia Tenggara

9 Februari 2026

Purbaya: Pajak 2026 Melebihi Target?

9 Februari 2026

Regulator Naikkan Target Penyaluran Kredit Tahun 2026, Sejumlah Bank Siapkan Strategi

9 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?