Mengenali Perbedaan Puisi Diafan dan Puisi Prismatis
Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, siswa kelas 8 seringkali diajak untuk memahami berbagai bentuk puisi. Salah satu topik yang dibahas adalah perbedaan antara puisi diafan dan puisi prismatis. Kedua jenis puisi ini memiliki ciri-ciri yang berbeda, sehingga siswa diharapkan mampu mengidentifikasi mana yang termasuk dalam kategori tersebut.
Pada buku Bahasa Indonesia Kelas 8, siswa diberikan beberapa bait puisi yang harus mereka analisis. Tujuannya adalah agar siswa dapat memahami perbedaan antara kedua jenis puisi tersebut melalui contoh konkret. Berikut adalah beberapa contoh puisi yang disajikan:
Sahabatku bernama Faizal
Orangnya jenaka
Suka melontarkan lelucon sepanjang waktu
→ Puisi DiafanAku membeli topi
Pedagangnya sudah tua
Setiap hari membawa berlusin-lusin topi di keranjang
→ Puisi DiafanSetelah 10 tahun, aku melihatnya lagi
Tubuhnya seperti daun yang dimakan ulat
Keropos oleh sakit
Kopong oleh waktu
→ Puisi PrismatisKetika dia tersenyum
Aku bisa melihat warna-warni dunia, segala irama, juga tawa
Berhamburan di sekitarnya
→ Puisi PrismatisSebelum tidur aku berdoa
Semoga dalam mimpi
Kita bisa bersua
→ Puisi DiafanHidupku berjalan seperti siput
Aku ingin berlari
Tapi yang kumampu hanya merangkak
→ Puisi PrismatisAku memiliki kelinci,
Hadiah ulang tahun dari ayahku
Kupasang pita di lehernya
Sebagai tanda ia milikku
→ Puisi DiafanKau bertanya tentang hidupku,
Tahukah kau,
Hidupku seburam kaca jendela mobilmu pada suatu malam berhujan,
dan tak ada apa pun yang bisa kau lihat dari baliknya,
selain kerlap suram cahaya lampu toko
→ Puisi Prismatis
Ciri-Ciri Puisi Diafan dan Puisi Prismatis
Untuk lebih memahami perbedaan antara kedua jenis puisi ini, berikut penjelasan singkat mengenai ciri-ciri masing-masing:
Puisi Diafan
Puisi diafan biasanya menyampaikan makna secara langsung dan jelas. Isinya tidak terlalu kompleks dan mudah dipahami. Contohnya adalah puisi yang menceritakan tentang sahabat atau kegiatan harian.Puisi Prismatis
Puisi prismatis lebih mendalam dan penuh makna simbolis. Isinya sering kali menyampaikan perasaan atau pikiran dengan cara yang lebih abstrak. Contohnya adalah puisi yang menggunakan metafora untuk menggambarkan kondisi seseorang atau perasaan yang sulit diungkapkan secara langsung.
Tips untuk Mengerjakan Soal Puisi
Siswa diharapkan mengerjakan soal secara mandiri sebelum melihat kunci jawaban. Hal ini penting untuk meningkatkan kemampuan analitis dan pemahaman terhadap materi. Kunci jawaban yang disediakan hanya sebagai referensi tambahan. Jawaban yang diberikan tidak bersifat mutlak karena setiap siswa memiliki pemahaman dan interpretasi yang berbeda-beda.
Dengan memahami perbedaan antara puisi diafan dan puisi prismatis, siswa akan lebih mampu mengenali gaya penyampaian dalam puisi. Hal ini juga membantu dalam pengembangan kemampuan berbahasa dan berpikir kritis. Dengan latihan yang cukup, siswa dapat semakin percaya diri dalam mengevaluasi berbagai jenis puisi.



