Tren Modifikasi SUV dengan Ban Off-Road, Apa Risikonya?
Popularitas Sport Utility Vehicle (SUV) semakin meningkat di Indonesia. Selain tampilan yang gagah dan menarik, SUV sering dipilih karena memberikan rasa aman saat berkendara di berbagai kondisi jalan. Namun, tren ini juga mendorong sebagian pemilik untuk melakukan modifikasi tampilan agar kendaraan terlihat lebih tangguh. Salah satu modifikasi yang umum dilakukan adalah pemasangan ban off-road.
Namun, di balik penampilan yang lebih gahar, ada risiko keselamatan yang sering kali luput dari perhatian. Banyak penggemar modifikasi cenderung memprioritaskan aspek estetika dibanding fungsi. Padahal, pemilihan ban sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dan keamanan berkendara sehari-hari. Setiap jenis ban dirancang dengan karakter dan fungsi yang berbeda, terlebih ban off-road yang sejatinya diperuntukkan untuk medan tanah atau bebatuan, bukan penggunaan dominan di jalan aspal.
Fenomena ini turut mendapat perhatian dari Pembalap Reli Nasional Rifat Sungkar. Ia mengatakan bahwa banyak pengendara ingin tampil stylish dengan ban SUV yang memiliki karakter off-road, namun tidak memahami konsekuensi teknisnya. Menurut Rifat, ban off-road seperti tipe Mud Terrain (M/T) atau All Terrain (A/T) memiliki karakter yang berbeda dibanding ban standar pabrikan (OEM). Selain menimbulkan suara yang lebih bising, getaran ban juga lebih mudah masuk ke dalam kabin.
”Selain itu, ban ini sering kali membuat kemudi terasa lebih berat atau memberikan sensasi ‘ketarik’ ke arah tertentu, yang jika tidak dipahami, akan membuat pengendara merasa tidak nyaman atau bahkan panik saat menghadapi respon setir yang berbeda,” ujar Rifat dalam acara Indonesia’s Automotive Outlook 2026 bersama Forum Wartawan Otomotif.
Dampak pada Jarak Pengereman
Aspek lain yang tidak kalah penting adalah jarak pengereman. SUV memiliki bobot yang lebih berat dibandingkan mobil kecil, sehingga membutuhkan jarak pengereman yang lebih panjang. Risiko ini akan semakin besar jika dikombinasikan dengan penggunaan ban yang tidak sesuai dengan kondisi jalan.
”Jika ditambah dengan penggunaan ban yang tidak sesuai dengan medannya, daya cengkeram atau grip akan berkurang drastis,” jelas Rifat.
Dia menegaskan bahwa perpaduan antara massa kendaraan yang besar dan pemilihan ban yang salah bisa menjadi potensi bahaya serius di jalan raya jika pengendara tidak waspada. Oleh karena itu, penting bagi pemilik SUV untuk memahami karakteristik ban yang mereka gunakan dan memastikan bahwa ban tersebut sesuai dengan kondisi jalan yang sering mereka lalui.
Tips untuk Pemilik SUV
Bagi pemilik SUV yang ingin melakukan modifikasi, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Pastikan ban yang dipilih sesuai dengan kebutuhan penggunaan sehari-hari. Jika jarang digunakan di medan off-road, sebaiknya tetap menggunakan ban OEM.
- Perhatikan efek ban terhadap kenyamanan dan respons kendaraan. Ban off-road bisa menyebabkan suara bising dan getaran yang lebih terasa.
- Lakukan tes berkendara setelah memasang ban baru untuk memastikan bahwa kendaraan masih nyaman dan aman digunakan.
- Konsultasikan dengan ahli otomotif atau mekanik untuk memastikan bahwa modifikasi yang dilakukan tidak membahayakan keselamatan berkendara.
Dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut, pemilik SUV dapat tetap menikmati tampilan yang menarik tanpa mengorbankan keselamatan dan kenyamanan berkendara.



