Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 7 Februari 2026
Trending
  • Harga bekas Honda Stylo 2025, cocok untuk touring
  • Harga mobil bekas Isuzu Panther 1998, Rp 50 jutaan jelang Lebaran
  • Zeekr 7X akan Dirilis di IIMS 2026 Besok
  • Siap-siap: Komponen Ini Minta Ganti Jika Ada Oli di Drat Busi
  • Lambang Flying Lady Rolls-Royce Dulu Jadi Tutup Radiator
  • Geely Perkenalkan Zeekr 009 dan 7X di IIMS 2026
  • Dealer Geely Siap Layani Penggemar Aletra
  • Ramalan Zodiak Capricorn dan Pisces Hari Ini: Karier, Cinta, Keuangan, dan Kesehatan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Otomotif»Semakin Populer, Waspadai Bahaya Modifikasi Ban SUV
Otomotif

Semakin Populer, Waspadai Bahaya Modifikasi Ban SUV

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover7 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Tren Modifikasi SUV dengan Ban Off-Road, Apa Risikonya?

Popularitas Sport Utility Vehicle (SUV) semakin meningkat di Indonesia. Selain tampilan yang gagah dan menarik, SUV sering dipilih karena memberikan rasa aman saat berkendara di berbagai kondisi jalan. Namun, tren ini juga mendorong sebagian pemilik untuk melakukan modifikasi tampilan agar kendaraan terlihat lebih tangguh. Salah satu modifikasi yang umum dilakukan adalah pemasangan ban off-road.

Namun, di balik penampilan yang lebih gahar, ada risiko keselamatan yang sering kali luput dari perhatian. Banyak penggemar modifikasi cenderung memprioritaskan aspek estetika dibanding fungsi. Padahal, pemilihan ban sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dan keamanan berkendara sehari-hari. Setiap jenis ban dirancang dengan karakter dan fungsi yang berbeda, terlebih ban off-road yang sejatinya diperuntukkan untuk medan tanah atau bebatuan, bukan penggunaan dominan di jalan aspal.

Fenomena ini turut mendapat perhatian dari Pembalap Reli Nasional Rifat Sungkar. Ia mengatakan bahwa banyak pengendara ingin tampil stylish dengan ban SUV yang memiliki karakter off-road, namun tidak memahami konsekuensi teknisnya. Menurut Rifat, ban off-road seperti tipe Mud Terrain (M/T) atau All Terrain (A/T) memiliki karakter yang berbeda dibanding ban standar pabrikan (OEM). Selain menimbulkan suara yang lebih bising, getaran ban juga lebih mudah masuk ke dalam kabin.

”Selain itu, ban ini sering kali membuat kemudi terasa lebih berat atau memberikan sensasi ‘ketarik’ ke arah tertentu, yang jika tidak dipahami, akan membuat pengendara merasa tidak nyaman atau bahkan panik saat menghadapi respon setir yang berbeda,” ujar Rifat dalam acara Indonesia’s Automotive Outlook 2026 bersama Forum Wartawan Otomotif.

Dampak pada Jarak Pengereman

Aspek lain yang tidak kalah penting adalah jarak pengereman. SUV memiliki bobot yang lebih berat dibandingkan mobil kecil, sehingga membutuhkan jarak pengereman yang lebih panjang. Risiko ini akan semakin besar jika dikombinasikan dengan penggunaan ban yang tidak sesuai dengan kondisi jalan.

”Jika ditambah dengan penggunaan ban yang tidak sesuai dengan medannya, daya cengkeram atau grip akan berkurang drastis,” jelas Rifat.

Dia menegaskan bahwa perpaduan antara massa kendaraan yang besar dan pemilihan ban yang salah bisa menjadi potensi bahaya serius di jalan raya jika pengendara tidak waspada. Oleh karena itu, penting bagi pemilik SUV untuk memahami karakteristik ban yang mereka gunakan dan memastikan bahwa ban tersebut sesuai dengan kondisi jalan yang sering mereka lalui.

Tips untuk Pemilik SUV

Bagi pemilik SUV yang ingin melakukan modifikasi, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Pastikan ban yang dipilih sesuai dengan kebutuhan penggunaan sehari-hari. Jika jarang digunakan di medan off-road, sebaiknya tetap menggunakan ban OEM.
  • Perhatikan efek ban terhadap kenyamanan dan respons kendaraan. Ban off-road bisa menyebabkan suara bising dan getaran yang lebih terasa.
  • Lakukan tes berkendara setelah memasang ban baru untuk memastikan bahwa kendaraan masih nyaman dan aman digunakan.
  • Konsultasikan dengan ahli otomotif atau mekanik untuk memastikan bahwa modifikasi yang dilakukan tidak membahayakan keselamatan berkendara.

Dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut, pemilik SUV dapat tetap menikmati tampilan yang menarik tanpa mengorbankan keselamatan dan kenyamanan berkendara.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Harga bekas Honda Stylo 2025, cocok untuk touring

7 Februari 2026

Harga mobil bekas Isuzu Panther 1998, Rp 50 jutaan jelang Lebaran

7 Februari 2026

Zeekr 7X akan Dirilis di IIMS 2026 Besok

7 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Harga bekas Honda Stylo 2025, cocok untuk touring

7 Februari 2026

Harga mobil bekas Isuzu Panther 1998, Rp 50 jutaan jelang Lebaran

7 Februari 2026

Zeekr 7X akan Dirilis di IIMS 2026 Besok

7 Februari 2026

Siap-siap: Komponen Ini Minta Ganti Jika Ada Oli di Drat Busi

7 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?