Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 13 Juli 2026
Trending
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
  • Gubernur Khofifah Dianugerahi Penghargaan atas Penurunan Stunting Jatim 14,7 Persen
  • Sandro Tonali resmi bergabung dengan Tottenham Hotspur, jadi pemain termahal klub
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»5 Berita Terpopuler: PPPK dan Honorer Siap Bersatu, PGRI Minta Pemerintah Bentuk Badan Guru Nasional
Politik

5 Berita Terpopuler: PPPK dan Honorer Siap Bersatu, PGRI Minta Pemerintah Bentuk Badan Guru Nasional

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover5 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Jakarta – Pagi ini, berbagai topik menarik muncul sebagai berita terpopuler sepanjang Sabtu (31/1). Mulai dari aksi yang akan diambil oleh PPPK paruh waktu dan honorer, hingga kekhawatiran warga Kampung Sawah terhadap operasi gerai miras. Berikut adalah rangkuman lengkapnya.

1. PPPK Paruh Waktu dan Honorer Siap Bersatu Turun ke Jalan

Faisol Mahardika, Ketua Umum Aliansi Gabungan R2 R3 Indonesia, menyatakan bahwa para PPPK paruh waktu dan honorer siap untuk bergabung dalam satu aksi demonstrasi jika pemerintah dan DPR RI tidak memperjuangkan nasib mereka. Mereka merasa tidak terakomodasi dalam pengangkatan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Aksi ini akan dilakukan jika pihak pemerintah dan legislatif tidak mendengarkan aspirasi mereka. Faisol menekankan pentingnya adanya perhatian khusus dari DPR terhadap isu ini.

2. Gus Yaqut Bantah Tahu Soal Kuota Haji Maktour

Gus Yaqut Cholil Qoumas, mantan Menteri Agama yang saat ini menjadi tersangka dugaan korupsi kuota haji, mengaku tidak tahu tentang kuota haji yang diberikan kepada PT Maktour. Ia menyatakan bahwa Kementerian Agama tidak memberikan kuota khusus kepada pemilik perusahaan tersebut.

Pernyataan ini disampaikan setelah ia menjalani pemeriksaan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (30/1/2026). Ia menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam pengaturan kuota haji untuk PT Maktour.

3. PGRI Minta Pemerintah Bentuk Badan Khusus Guru Nasional

PB PGRI mengajukan permintaan agar pemerintah membentuk Badan Khusus Guru Nasional. Hal ini dinilai sangat penting mengingat situasi yang dihadapi guru di Indonesia saat ini dianggap darurat.

Wijaya, Wakil Sekretaris Jenderal PB PGRI, menyebutkan bahwa Indonesia sedang menghadapi krisis guru yang nyata dan struktural. Data dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menunjukkan bahwa jumlah guru yang kurang mencapai lebih dari 1,3 juta orang, akibat gelombang pensiun yang tidak diimbangi dengan rekrutmen yang cepat dan terencana.

4. Warga Kampung Sawah Ancam Geruduk Party Station

Warga RW 02 Kampung Sawah, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, menolak kehadiran tempat hiburan malam dan gerai miras Party Station di Hotel Kartika One, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Bahkan, sekitar 300 warga melakukan unjuk rasa pada Jumat (30/1) malam untuk menolak kehadiran tempat tersebut.

Penolakan ini didasari karena lokasi Party Station yang dekat dengan sekolah, universitas, pondok pesantren, masjid, dan gereja. Warga khawatir dampak negatif dari tempat hiburan ini akan mengganggu lingkungan sekitar.

5. Buzzer Dianggap Merusak Citra Penegakan Hukum

Anshor Mumin, Sekretaris Jenderal Komite Anti Korupsi Indonesia, meminta Kejaksaan Agung dan kepolisian untuk bertindak terhadap para buzzer yang diduga dioperasikan oleh pihak tertentu. Mereka dinilai aktif membuat narasi yang bertujuan mengaburkan informasi terkait dugaan korupsi di PT Pertamina Persero.

Menurut Anshor, salah satu narasi yang disebarkan oleh buzzer bayaran adalah bahwa Riza Chalid dan Kerry Putra tidak terlibat dalam kasus korupsi tersebut. Hal ini dinilai bisa memengaruhi opini publik dan menghambat proses penegakan hukum.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Gubernur Khofifah Dianugerahi Penghargaan atas Penurunan Stunting Jatim 14,7 Persen

11 Juli 2026

Sigit Rakha Utomo, Siswa SMP 1 Sengkang, Wakili Sulsel di AMKM Nasional

11 Juli 2026

Alumni UI Minta Ahmad Khozinudin Mundur Jika Tak Selaras dengan Roy Suryo-Tifa

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026

Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global

11 Juli 2026

Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?