Indonesia menawarkan berbagai pilihan mobil SUV yang memiliki desain kotak atau boxy. Salah satu model yang selama ini menjadi andalan di kelas tersebut adalah Suzuki Jimny. Namun, kini muncul pesaing baru yang menawarkan alternatif dalam harga yang tidak jauh berbeda, salah satunya adalah Jetour T2.

Suzuki Jimny 5 Pintu masih menjadi pilihan utama untuk SUV boxy dengan harga sekitar Rp 500 jutaan. Model yang diluncurkan pada awal 2024 ini dijual dengan harga mulai dari Rp 474,8 juta hingga Rp 502,6 juta on the road (OTR) Jakarta. Meskipun dimensi lebih panjang dibanding Jimny 3 pintu, ruang kabin dan bagasi tetap lega tanpa menghilangkan karakter off-road khas Jimny.
Namun, situasi mulai berubah dengan masuknya Jetour T2 ke pasar Indonesia. SUV boxy berkonfigurasi lima penumpang ini resmi diperkenalkan dengan harga spesial Rp 568 juta untuk 1.000 konsumen pertama, atau sekitar Rp 60 juta lebih mahal dari varian tertinggi Jimny 5 pintu.
Meski berada di segmen yang sama, pendekatan teknis yang digunakan oleh Jetour T2 berbeda. Mobil ini menggunakan mesin 2.0 liter turbo yang menghasilkan tenaga sebesar 241 dk dan torsi 375 Nm, dipadukan dengan sistem X-WD Intelligent 4WD. Sementara itu, Suzuki Jimny masih mengandalkan mesin K15B 1.500 cc naturally aspirated dengan tenaga hanya 103 dk dan torsi 134,2 Nm.
Jetour T2 telah diuji langsung di lintasan off-road Pagedangan, Tangerang, Banten, pada Desember 2025 lalu. Dalam kondisi trek licin dan berlumpur akibat hujan, T2 mampu menunjukkan kemampuan jelajah yang solid. Mode berkendara disetel ke mud memungkinkan mobil melaju stabil di atas permukaan tanah basah tanpa perlu injakan gas berlebihan. Traksi tetap terjaga meski roda melintasi jalur licin dengan kontur tidak rata.
Pada tanjakan berlumpur, tambahan akselerasi ringan sudah cukup untuk membuat mobil lolos tanpa gejala selip berlebihan. Karakter mesin turbo terasa responsif sejak putaran bawah, dengan distribusi tenaga yang adaptif mengikuti kondisi medan. Jetour T2 juga dilengkapi beragam mode berkendara seperti sand, rock, eco, normal, sport, snow, hingga mud. Fitur seperti All-Terrain Offroad Assist Mode, Intelligent Crawling, dan Hill Descent Control turut membantu menjaga kendali kendaraan di medan menantang.
Di luar jalur off-road, performa mesin juga terasa saat kembali ke jalan aspal. Akselerasi berlangsung spontan dan mobil dengan mudah mencapai kecepatan jelajah, menegaskan bahwa T2 tidak hanya berorientasi pada aktivitas petualangan, tetapi juga nyaman digunakan untuk kebutuhan harian.
Dari sisi kenyamanan, suspensi mampu meredam guncangan dengan baik saat melewati jalur bergelombang, tanpa membuat bodi terasa limbung. Konstruksi monocoque dengan tingkat kekakuan torsional tinggi memberi rasa berkendara yang solid dan stabil. Jetour T2 juga dilengkapi sistem keselamatan aktif berbasis Bosch ADAS dengan total 15 fitur, termasuk Forward Collision Warning (FCW), Autonomous Emergency Braking (AEB), Blind Spot Detection (BSD), hingga Lane Keeping Assist. Fitur Wading Radar turut membantu memantau ketinggian air hingga 700 mm saat melintasi genangan.
Secara dimensi, Jetour T2 jauh lebih besar dibanding Suzuki Jimny, dengan panjang 4.785 mm, lebar 2.006 mm, tinggi 1.880 mm, dan wheelbase 2.800 mm. Struktur Hardtop Cage Body dengan dominasi high-strength steel memungkinkan atap menahan beban dinamis hingga 150 kg dan beban statis 300 kg, mendukung penggunaan rooftop tent untuk kebutuhan overlanding.
Interiornya dilengkapi panel instrumen digital 10,25 inci, layar sentuh tengah 15,6 inci, kamera 540 derajat, serta sistem audio 12 speaker. Peredaman suara dan penggunaan double glass membuat kabin tetap senyap meski kendaraan digunakan di medan kasar.
Meskipun spesifikasi dan pendekatan teknis berbeda, Jetour T2 muncul sebagai alternatif baru bagi konsumen yang menginginkan SUV bergaya kotak dengan kemampuan off-road, namun tetap mengedepankan performa dan kenyamanan modern.



