Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Tuesday, 6 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Olahraga»PON Fokus pada Cabang Olahraga Olimpiade, Erick Thohir dan KONI Siapkan Acara Pendamping
    Olahraga

    PON Fokus pada Cabang Olahraga Olimpiade, Erick Thohir dan KONI Siapkan Acara Pendamping

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover27 January 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Perubahan Strategis dalam Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON)

    Pekan Olahraga Nasional (PON) yang sebelumnya mempertandingkan berbagai cabang olahraga, kini akan mengalami perubahan besar. Kebijakan ini diambil oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat. Tujuannya adalah agar cabor yang dipertandingkan di PON hanya mencakup cabang olahraga yang masuk dalam Olimpiade.

    Keputusan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat fondasi olahraga prestasi nasional secara lebih terukur dan berjenjang. Dari level daerah hingga internasional, sistem pembinaan olahraga akan disesuaikan dengan standar global.

    Erick Thohir menegaskan bahwa penyeragaman cabor PON dengan Olimpiade merupakan langkah penting. Namun, ia juga menyampaikan bahwa kebijakan ini membutuhkan pembahasan matang karena akan berdampak luas terhadap ekosistem olahraga nasional, terutama bagi cabang olahraga non-Olimpiade.

    “Tadi disampaikan bahwa ke depan PON hanya Olympic sport. Nah, kalau bicara ranah daerah dan pembinaan lainnya, bagaimana? Itu yang harus kita bahas bersama,” ujarnya.

    Konsekuensi dan Solusi untuk Cabang Olahraga Non-Olimpiade

    Kebijakan ini tentu akan membawa konsekuensi bagi cabang olahraga yang tidak dipertandingkan dalam Olimpiade. Untuk itu, pemerintah bersama KONI telah menyiapkan skema ajang pendamping agar pembinaan tetap berjalan dan atlet tidak kehilangan panggung kompetisi.

    Setelah PON XXII 2028 di NTT-NTB yang difokuskan pada cabor Olimpiade, sejumlah event pendukung telah diproyeksikan, antara lain:

    • PON Bela Diri 2025 di Kudus
    • PON Pantai 2026 di Jakarta
    • PON Indoor
    • PON Remaja 2027

    Selain itu, akan ada Pekan Olahraga Pendamping untuk cabang olahraga lainnya. Hal ini masih menjadi topik yang perlu dibahas lebih dalam.

    Tim Khusus untuk Pembahasan PON dan Ajang Pendamping

    Untuk mengatasi berbagai tantangan dalam penataan baru PON dan ajang pendamping, pemerintah dan KONI sepakat membentuk tim khusus. Tim ini akan berdiskusi untuk membuka berbagai persoalan pembinaan olahraga nasional yang selama ini menjadi hambatan.

    “Kami akan membentuk tim untuk berdiskusi agar semua persoalan bisa dibuka dan kita mendapat solusi terbaik, termasuk soal PON,” tegas Erick Thohir.

    Peran Sektor Swasta dalam Ekosistem Olahraga Nasional

    Erick Thohir juga menekankan bahwa pembangunan ekosistem olahraga nasional tidak bisa hanya bergantung pada anggaran pemerintah. Keterlibatan sektor swasta dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci penting.

    “Ekosistem olahraga tidak mungkin berjalan hanya dengan pendanaan pemerintah. Swasta dan stakeholder lain harus ikut terlibat,” katanya.

    Kebijakan Strategis Lainnya

    Selain itu, Kemenpora tengah menyiapkan sejumlah kebijakan strategis, seperti:

    • Revisi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON)
    • Perluasan beasiswa LPDP untuk atlet sejak jenjang SMA
    • Kolaborasi lintas kementerian dalam pengelolaan sarana olahraga, termasuk stadion sepak bola

    “KONI dan pemerintah harus bersatu, kita harus punya program bersama yang sejalan,” ujar Erick.

    Menurutnya, sinkronisasi program ini penting sebagai fondasi olahraga nasional yang berkelanjutan, mulai dari PON, SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade.

    Status NTT dan NTB sebagai Tuan Rumah PON 2028

    Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa perubahan skema dan format PON yang lebih efisien tidak mengubah status NTT dan NTB sebagai tuan rumah PON XXII 2028.

    “NTT dan NTB tetap menjadi tuan rumah PON 2028. Yang berubah adalah skema dan formatnya, disesuaikan dengan anggaran yang ada,” ujarnya.

    Penyelenggaraan PON XXII akan mengedepankan optimalisasi dan renovasi venue yang sudah ada, tanpa membangun arena olahraga baru. Kebijakan ini diambil berdasarkan pengalaman sejumlah daerah yang menyisakan venue terbengkalai pasca-PON.

    “Kita hanya merenovasi venue yang ada. Tidak ada pembangunan venue baru,” tegasnya.

    Untuk cabang olahraga yang membutuhkan biaya besar dan infrastruktur khusus, seperti akuatik, pelaksanaannya akan dialihkan ke daerah yang telah memiliki fasilitas memadai, seperti Jakarta dan Jawa Barat.

    “Sesuai arahan Presiden Prabowo, tidak boleh ada pembangunan arena baru yang justru membebani keuangan daerah,” tambah Melki.

    Dengan skema baru ini, PON 2028 di NTT–NTB diharapkan tetap berjalan efektif, efisien, dan berkelanjutan, tanpa mengurangi esensi pembinaan olahraga nasional.

    “Intinya, saya dan Pak Gubernur NTB sudah melapor ke Bapak Presiden. Presiden Prabowo memastikan NTT dan NTB tetap menjadi tuan rumah PON 2028,” pungkasnya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete: Peluang Lolos di Liga Europa 2026/2027!

    31 August 2026

    Prediksi Skor: Viktoria Plzen vs Red Star Belgrade, Zvezda Dekat Liga Fase!

    31 August 2026

    Prediksi Skor Omonia vs Sint-Truiden: De Kanaries Melangkah!

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?