Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Thursday, 1 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Ekonomi»Mengapa Trump Incar Greenland? Pakar: Jaga Kekuatan Militer dan Ekonomi AS
    Ekonomi

    Mengapa Trump Incar Greenland? Pakar: Jaga Kekuatan Militer dan Ekonomi AS

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover27 January 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Ambisi AS Menguasai Greenland: Perspektif Geopolitik dan Kepentingan Nasional

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunjukkan ambisi untuk menguasai Greenland, wilayah yang berada di bawah yurisdiksi Denmark namun memiliki pemerintahan sendiri. Langkah ini tidak hanya dianggap sebagai manuver politik atau provokasi diplomatik, tetapi juga memiliki dasar yang kuat dalam kepentingan strategis negara adidaya tersebut.

    Pakar geopolitik dan keamanan nasional, Wibawanto Nugroho, menjelaskan bahwa tindakan AS dalam hal ini terkait dengan kepentingan fundamental dalam menjaga dan memaksimalkan kekuatan militer serta ekonomi di tengah persaingan global antarkekuatan besar. Menurutnya, tekanan yang dilakukan AS bukan hanya melalui instrumen ekonomi dan militer, tetapi juga lewat pendekatan kelembagaan alternatif seperti pembentukan “Board of Peace” yang digagas oleh Trump.

    Inisiatif tersebut menunjukkan bahwa AS sedang mencari cara baru untuk mempertahankan dominasinya dalam sistem internasional. “Ini tidak bisa dianggap hanya sebagai wacana karena ini mengandung makna substansial yang penting secara global dari perspektif keamanan global dan keamanan nasional,” ujarnya dalam program Kompas Petang Kompas TV.

    Neorealisme dan Kepentingan Kekuatan Negara

    Untuk menjelaskan mengapa Greenland menjadi incaran, Wibawanto menggunakan perspektif neorealisme dalam hubungan internasional. Dalam pandangan ini, sistem global bersifat anarkistis karena tidak ada otoritas tertinggi di atas negara. Untuk menjaga ketertiban, harus ada kekuatan yang nyata, terutama militer dan ekonomi, serta keseimbangan kekuatan.

    Neorealisme, kata Wibawanto, melihat dinamika konflik global melalui tiga dimensi utama: karakter pemimpin, persoalan domestik suatu negara, dan struktur sistem internasional. Dari sini lahir dua pendekatan utama dalam kebijakan keamanan negara, yakni defensive realism (realisme defensif) dan offensive realism (realisme ofensif).

    Defensive realism menekankan kecukupan kekuatan untuk bertahan tanpa perlu bersikap agresif. Contohnya adalah Indonesia, yang cukup memiliki kekuatan militer tanpa harus bersikap agresif. Sebaliknya, offensive realism menempatkan kekuatan sebagai sesuatu yang harus dimaksimalkan (power maximizing), biasanya menjadi karakter negara-negara besar atau great powers.

    Greenland dalam Logika Offensive Realism AS

    Dalam konteks inilah, Wibawanto menilai Trump bergerak dengan pendekatan offensive realism. Greenland dipandang memiliki nilai strategis tinggi, baik dari sisi militer, ekonomi, maupun geopolitik, terutama di tengah meningkatnya kompetisi kekuatan besar di kawasan Arktik.

    “Berarti ofensif ini sekarang yang diselami oleh Presiden Trump, yang di mana dia melihat bahwa jika apa yang terjadi di Greenland ini tidak dikelola, di kemudian hari akan menjadi masalah global security karena terjadi great power competition,” ujarnya.

    Menurut Wibawanto, dari sudut pandang neorealisme, perdamaian global sejatinya hanya bersifat sementara. Masa damai disebut sebagai inter-war period, yakni periode di antara konflik yang menuntut kesiapsiagaan berkelanjutan. Saat ini, dunia telah memasuki fase irregular competition atau persaingan tidak teratur, di mana persaingan kekuatan tidak lagi sepenuhnya mengikuti aturan main yang mapan.

    Dalam situasi seperti itu, AS memilih langkah yang lebih agresif dan inisiatif. “Apa yang terjadi sekarang adalah irregular competition. Di mana kompetisi antara power itu tidak ikut aturan main lagi. Nah, sehingga Amerika mengambil langkah yang agresif, yang cukup inisiatif dari Presiden Trump dengan pendekatan offensive realism-nya untuk mengamankan akses penting menuju Arktik.”

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Konsumen semakin peduli lingkungan, tetapi pilihan produk berkelanjutan masih terbatas

    31 August 2026

    Investasi Asing dan Masa Depan Perumahan Indonesia

    31 August 2026

    Saksi Perjuangan Siswa SD Mencari Ilmu di Bandung Barat

    30 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?