Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 19 Agustus 2026
Trending
  • Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Olahraga»Awal kekacauan pertandingan Senegal vs Maroko di final Piala Afrika
Olahraga

Awal kekacauan pertandingan Senegal vs Maroko di final Piala Afrika

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover22 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Final Piala Afrika 2025 yang Berakhir dengan Kekacauan

Pertandingan final Piala Afrika 2025 berakhir dalam keadaan yang tidak terduga. Laga antara Maroko dan Senegal harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu setelah berakhir imbang 0-0. Namun, kekacauan terjadi ketika tuan rumah Maroko mendapat hadiah penalti pada masa tambahan waktu. Hal ini membuat para pemain Senegal meninggalkan lapangan sementara.

Senegal akhirnya memenangkan pertandingan dengan skor 1-0 melalui gol yang dicetak oleh Pape Gueye di babak tambahan waktu. Kemenangan ini menjadi gelar kedua dalam lima tahun terakhir bagi Senegal, setelah mereka berhasil menjuarai Piala Afrika pada 2021. Meskipun demikian, kekalahan tersebut tidak diterima dengan baik oleh kubu Maroko dan pelatihnya, Walid Regragui.

Pelatih Senegal, Pape Thiaw, memimpin timnya meninggalkan lapangan pada masa injury time babak kedua. Para suporter Maroko melontarkan siulan kepada tim lawan. Para pemain dari kedua tim saling beradu argumen soal keputusan VAR yang menghadiahkan penalti kepada Maroko. Keputusan itu dinilai tidak adil oleh sejumlah pihak, termasuk pelatih Senegal.

Para pemain Senegal akhirnya kembali ke lapangan setelah pertandingan tertunda selama 14 menit. Mereka kembali setelah Sadio Mane masuk ke ruang ganti untuk membujuk rekan-rekannya melanjutkan laga. Edouard Mendy kemudian menggagalkan penalti Brahim Díaz. Saat itu, ada sejumlah suporter Senegal yang mencoba menerobos masuk ke lapangan. Ketegangan juga merembet ke ruang pers. Bahkan, laporan ESPN menyebut bahwa para jurnalis dilaporkan saling terlibat perkelahian.

Kritik dari Pelatih Maroko

Seusai pertandingan, pelatih Maroko Walid Regragui mengkritik keputusan Thiaw yang menarik timnya keluar dari lapangan dan membela Diaz atas kegagalannya mengeksekusi penalti. “Saya pikir banyak waktu yang terbuang sebelum Brahim mengambil penalti. Itu terlalu lama dan itu memengaruhi konsentrasinya. Pertandingan yang kami jalani ini memalukan bagi Afrika,” ujar dia.

Menurut Walid, seorang pelatih kepala seharusnya memberi teladan. “Ketika ia meminta para pemain keluar dari lapangan, apalagi setelah pernyataan-pernyataan yang sudah dilontarkan sejak konferensi pers sebelum laga, saat Senegal menuding Maroko bermain tidak sportif, sikap elegan tetap harus dijaga, baik saat menang maupun kalah.”

Bagi Walid, tindakan yang dilakukan Pape Thiaw tidak mencerminkan penghormatan terhadap sepak bola Afrika. “Kini ia berstatus juara Afrika dan bebas berbicara apa pun, tetapi faktanya pertandingan sempat terhenti lebih dari 10 menit,” ujar dia.

“Situasi tersebut tidak bisa dijadikan alasan atas kegagalan Brahim dalam mengeksekusi penalti. Cara ia menendang bola adalah tanggung jawab kami sendiri. Yang perlu dilakukan sekarang adalah melangkah ke depan dan menerima bahwa Brahim memang gagal,” kata Walid menambahkan.

Awal Kekacauan

Keputusan VAR wasit Jean-Jacques Ndala atas pelanggaran terhadap Diaz memicu keributan antara staf teknis dan pemain kedua tim, yang kemudian meluas ke tribun penonton. Kelompok suporter Senegal, Gainde, terlihat mulai melompati papan pembatas dan masuk ke lapangan untuk menghadapi para ofisial dan delegasi Maroko.

Petugas keamanan dan polisi antihuru-hara terpaksa turun tangan dan terlambat membentuk barikade antara penonton dan lapangan. Berbagai benda dilempar ke lapangan, sementara suporter Senegal memanjat papan iklan elektronik dan merusak layar di salah satu sisi stadion.

Beberapa suporter Senegal ditangkap petugas keamanan. Di tengah kericuhan tersebut, tim Senegal meninggalkan lapangan atas instruksi pelatih Thiaw. Namun, tidak jelas apakah langkah itu diambil karena alasan keamanan atau sebagai bentuk protes atas keputusan wasit yang terlambat memberikan penalti. Keputusan itu juga terjadi setelah El Hadji Malick Diouf dinilai melanggar Díaz di kotak penalti pada menit keenam masa tambahan waktu.

Di tengah bentrokan lanjutan di lapangan antara Ismael Saibari dan Abdoulaye Seck, serta kartu kuning untuk Mendy karena terlihat mengacak-acak titik penalti, Diaz akhirnya maju sebagai algojo. Namun eksekusi panenka dengan mudah ditangkap oleh kiper Senegal itu. Beberapa menit memasuki babak pertama perpanjangan waktu, Pape Gueye mencetak gol dari luar kotak penalti dan memberi Senegal keunggulan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Sandro Tonali resmi bergabung dengan Tottenham Hotspur, jadi pemain termahal klub

11 Juli 2026

Prediksi Skor Lincoln Red Imps vs Inter Club d’Escaldes Liga Champions UEFA 8 Juli 2026

11 Juli 2026

16 Bencana Besar Piala Dunia 2026: Tiga Negara Tuan Rumah Terpuruk, Kanada dan AS Kehilangan Gaya

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan

2 Agustus 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?