Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Wednesday, 7 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Olahraga»Awal kekacauan pertandingan Senegal vs Maroko di final Piala Afrika
    Olahraga

    Awal kekacauan pertandingan Senegal vs Maroko di final Piala Afrika

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover22 January 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Final Piala Afrika 2025 yang Berakhir dengan Kekacauan

    Pertandingan final Piala Afrika 2025 berakhir dalam keadaan yang tidak terduga. Laga antara Maroko dan Senegal harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu setelah berakhir imbang 0-0. Namun, kekacauan terjadi ketika tuan rumah Maroko mendapat hadiah penalti pada masa tambahan waktu. Hal ini membuat para pemain Senegal meninggalkan lapangan sementara.

    Senegal akhirnya memenangkan pertandingan dengan skor 1-0 melalui gol yang dicetak oleh Pape Gueye di babak tambahan waktu. Kemenangan ini menjadi gelar kedua dalam lima tahun terakhir bagi Senegal, setelah mereka berhasil menjuarai Piala Afrika pada 2021. Meskipun demikian, kekalahan tersebut tidak diterima dengan baik oleh kubu Maroko dan pelatihnya, Walid Regragui.

    Pelatih Senegal, Pape Thiaw, memimpin timnya meninggalkan lapangan pada masa injury time babak kedua. Para suporter Maroko melontarkan siulan kepada tim lawan. Para pemain dari kedua tim saling beradu argumen soal keputusan VAR yang menghadiahkan penalti kepada Maroko. Keputusan itu dinilai tidak adil oleh sejumlah pihak, termasuk pelatih Senegal.

    Para pemain Senegal akhirnya kembali ke lapangan setelah pertandingan tertunda selama 14 menit. Mereka kembali setelah Sadio Mane masuk ke ruang ganti untuk membujuk rekan-rekannya melanjutkan laga. Edouard Mendy kemudian menggagalkan penalti Brahim Díaz. Saat itu, ada sejumlah suporter Senegal yang mencoba menerobos masuk ke lapangan. Ketegangan juga merembet ke ruang pers. Bahkan, laporan ESPN menyebut bahwa para jurnalis dilaporkan saling terlibat perkelahian.

    Kritik dari Pelatih Maroko

    Seusai pertandingan, pelatih Maroko Walid Regragui mengkritik keputusan Thiaw yang menarik timnya keluar dari lapangan dan membela Diaz atas kegagalannya mengeksekusi penalti. “Saya pikir banyak waktu yang terbuang sebelum Brahim mengambil penalti. Itu terlalu lama dan itu memengaruhi konsentrasinya. Pertandingan yang kami jalani ini memalukan bagi Afrika,” ujar dia.

    Menurut Walid, seorang pelatih kepala seharusnya memberi teladan. “Ketika ia meminta para pemain keluar dari lapangan, apalagi setelah pernyataan-pernyataan yang sudah dilontarkan sejak konferensi pers sebelum laga, saat Senegal menuding Maroko bermain tidak sportif, sikap elegan tetap harus dijaga, baik saat menang maupun kalah.”

    Bagi Walid, tindakan yang dilakukan Pape Thiaw tidak mencerminkan penghormatan terhadap sepak bola Afrika. “Kini ia berstatus juara Afrika dan bebas berbicara apa pun, tetapi faktanya pertandingan sempat terhenti lebih dari 10 menit,” ujar dia.

    “Situasi tersebut tidak bisa dijadikan alasan atas kegagalan Brahim dalam mengeksekusi penalti. Cara ia menendang bola adalah tanggung jawab kami sendiri. Yang perlu dilakukan sekarang adalah melangkah ke depan dan menerima bahwa Brahim memang gagal,” kata Walid menambahkan.

    Awal Kekacauan

    Keputusan VAR wasit Jean-Jacques Ndala atas pelanggaran terhadap Diaz memicu keributan antara staf teknis dan pemain kedua tim, yang kemudian meluas ke tribun penonton. Kelompok suporter Senegal, Gainde, terlihat mulai melompati papan pembatas dan masuk ke lapangan untuk menghadapi para ofisial dan delegasi Maroko.

    Petugas keamanan dan polisi antihuru-hara terpaksa turun tangan dan terlambat membentuk barikade antara penonton dan lapangan. Berbagai benda dilempar ke lapangan, sementara suporter Senegal memanjat papan iklan elektronik dan merusak layar di salah satu sisi stadion.

    Beberapa suporter Senegal ditangkap petugas keamanan. Di tengah kericuhan tersebut, tim Senegal meninggalkan lapangan atas instruksi pelatih Thiaw. Namun, tidak jelas apakah langkah itu diambil karena alasan keamanan atau sebagai bentuk protes atas keputusan wasit yang terlambat memberikan penalti. Keputusan itu juga terjadi setelah El Hadji Malick Diouf dinilai melanggar Díaz di kotak penalti pada menit keenam masa tambahan waktu.

    Di tengah bentrokan lanjutan di lapangan antara Ismael Saibari dan Abdoulaye Seck, serta kartu kuning untuk Mendy karena terlihat mengacak-acak titik penalti, Diaz akhirnya maju sebagai algojo. Namun eksekusi panenka dengan mudah ditangkap oleh kiper Senegal itu. Beberapa menit memasuki babak pertama perpanjangan waktu, Pape Gueye mencetak gol dari luar kotak penalti dan memberi Senegal keunggulan.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete: Peluang Lolos di Liga Europa 2026/2027!

    31 August 2026

    Prediksi Skor: Viktoria Plzen vs Red Star Belgrade, Zvezda Dekat Liga Fase!

    31 August 2026

    Prediksi Skor Omonia vs Sint-Truiden: De Kanaries Melangkah!

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?