Peristiwa Aktivis Eggi Sudjana yang Memenuhi Janjinya
Pada hari Kamis (8/1/2026), aktivis ternama Indonesia, Eggi Sudjana, memenuhi janjinya untuk datang ke rumah Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Surakarta, Jawa Tengah. Ia hadir bersama tersangka lainnya, yaitu Damai Hari Lubis, dalam rangka menunjukkan sikap dan permintaan maaf terhadap Jokowi.
Eggi Sudjana sebelumnya pernah berjanji akan meminta maaf kepada Jokowi jika ijazah asli presiden tersebut ditunjukkan kepadanya. Janji ini akhirnya terbukti setelah ijazah Jokowi ditunjukkan kepadanya dalam gelar perkara khusus di Polda Metro Jaya pada Senin (15/1/2025). Dalam pertemuan tersebut, Eggi dan rekan-rekannya diberi kesempatan untuk melihat ijazah asli Jokowi.
Kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan, menyatakan bahwa salah satu agenda utama dari kedatangan Eggi Sudjana adalah permintaan maaf. “Salah satu agendanya memang ada permintaan maaf. Tentunya Pak Jokowi memaafkan, karena itu bagian dari agenda pertemuan tersebut,” ujar Yakup, dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV, Minggu (11/1/2026).
Di sisi lain, Damai Hari Lubis menyampaikan pendapatnya mengenai situasi ini. Ia mengatakan bahwa ia tidak peduli dengan anggapan publik bahwa mereka datang ke rumah Jokowi untuk meminta maaf. “Publik bebas berpendapat dan ada timing tuk klarifikasi secara komprehensif,” kata Damai kepada Indonesiadiscover.com, dikutip Minggu (11/1/2026).
Proses Pemeriksaan Ijazah Jokowi
Dalam gelar perkara khusus di Polda Metro Jaya, klaster pertama yang diperiksa adalah para tersangka kasus tudingan ijazah palsu Jokowi. Salah satu dari mereka adalah Eggi Sudjana, bersama dengan Damai Hari Lubis, Kurnia Tri Royani, Rizal Fadillah, dan Rustam Effendi.
Kuasa hukum Eggi Sudjana, Elida Netti, telah mengakui bahwa ijazah S1 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) milik Jokowi adalah asli. Ia menegaskan bahwa terdapat emboss (kertas timbul) dan watermark UGM pada ijazah asli Jokowi tersebut.
Elida juga menyebut bahwa beberapa tersangka lainnya memiliki pendapat serupa. “Saya masuk dalam ininya, langsung saya pegang, spontan saya pegang. Karena tadi saya lihat orang pada megang, saya ikut megang. Saya sundul dengan jari saya. Sebelum saya masuk dibilangin kalau nggak salah ‘mungkin ada watermark’ tapi saya nggak mau nyebutkan nama di sini. Yang tersangka juga yang ngomong, ‘ada watermark-nya’ katanya,” ujar Elida, dikutip dari tayangan kanal YouTube Rasis Infotainment, Kamis (25/12/2025).
Janji Eggi Sudjana
Eggi Sudjana sebelumnya menegaskan bahwa polemik keaslian ijazah Jokowi akan selesai jika Jokowi menunjukkan ijazah aslinya. Ia juga berjanji siap meminta maaf jika Jokowi benar-benar menunjukkan ijazah aslinya.
Janji ini disampaikan saat ia memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya untuk melakukan pemeriksaan terkait tudingan ijazah palsu Jokowi, Senin (7/7/2025). “Soal ijazah, saya pernah bilang di pengadilan, jika Jokowi menunjukkan ijazah asli, case close, selesai tutup kasus. Saya minta maaf kalau Jokowi menunjukkan ijazah asli. Tapi kalau tidak ya saya kejar terus,” kata Eggi, dikutip dari YouTube Kompas TV.
Eggi juga menyampaikan logika terakhirnya dalam konteks ijazah ini. “Kalau dia punya ditunjukkan, sederhana dong. Tunjukkan saja ini saya. Ngapain dia sewa lawyer? Ngapain dia panggil-panggil polisi? Lapor-lapor ke polisi,” tuturnya.
Profil Singkat Eggi Sudjana
Eggi Sudjana adalah seorang aktivis dan pengacara kelahiran Jakarta, 3 Desember 1958. Ia merupakan lulusan Sarjana Hukum Universitas Jayabaya. Selain itu, ia meraih gelar Magister (S2) pada 1994 dan Doktor (S3) pada 2004 dari Institut Pertanian Bogor (IPB) di bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan.
Sejak masa mahasiswa, Eggi sudah dikenal sebagai aktivis. Ia bergabung dengan organisasi Mahasiswa Himpunan Islam (HMI) MPO. Setelah lulus kuliah dari Jurusan Hukum Tata Negara, Eggi Sudjana memulai kariernya sebagai pengacara. Ia sempat mendirikan firma hukum Hamdan, Sudjana, Januardi and Partners sebelum akhirnya dibubarkan. Setelah itu, ia membentuk firma baru bernama Eggi Sudjana & Partners.



