Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 21 Februari 2026
Trending
  • Yamaha FreeGo Terbaru Hadir dengan Fitur Mewah!
  • BI Malang Siapkan Rp3,913 Triliun untuk Kebutuhan Ramadan dan Idulfitri
  • Prediksi Susunan Pemain AC Milan vs Como Malam Ini
  • Setelah Tepi Barat, Yordania Jadi Target Berikutnya Israel
  • Siswi SD di Demak Bunuh Diri, Tinggalkan Kesedihan Ibu dan Luka Hati Putrinya
  • Penguasaan Dunia Digital: 5 Rahasia Teknologi Informasi untuk Jadi Unggulan Industri
  • Jadwal KM Labobar Terbaru 18 Februari – 10 Maret 2026: Lokasi Terdekat Ambon, Banda, Tual, Dobo
  • Spesifikasi Honda PCX 160 Hadir dengan Warna Baru dan Teknologi Canggih
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Otomotif»Toyota siapkan produksi sel baterai di RI, fokus pada mobil hybrid
Otomotif

Toyota siapkan produksi sel baterai di RI, fokus pada mobil hybrid

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover19 Januari 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Toyota Siapkan Produksi Sel Baterai di Indonesia, Fokus Awal untuk Mobil Hybrid

Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) telah mempersiapkan jalur produksi sel baterai di Indonesia. Tahap awal dari proyek ini difokuskan pada kendaraan hybrid sebelum bergerak menuju mobil listrik full (BEV). Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat industri otomotif nasional melalui elektrifikasi.

Di balik layar, TMMIN terus mengembangkan baterai hybrid yang berbasis lokal sebagai fondasi penting menuju industri otomotif yang lebih mandiri. Saat ini, baterai lithium-ion yang digunakan pada model hybrid Toyota di Indonesia telah dirakit secara lokal dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sekitar 21,27 persen. Namun, TMMIN tidak berhenti di sana dan berencana untuk memproduksi baterai secara mandiri.

Wakil Presiden Direktur TMMIN, Bob Azam, menjelaskan bahwa tantangan terbesar dalam lokalisasi baterai terletak pada sel baterai itu sendiri. Alasannya, komponen tersebut menjadi inti dari sistem penyimpanan energi kendaraan elektrifikasi.

“Kalau bicara baterai, kuncinya sebenarnya ada di sel baterai. Komponen lain seperti casing, power control, sensor, itu relatif lebih mudah dilokalkan. Tapi sel baterai ini memang yang paling krusial,” ujar Bob Azam di Bandung, Jawa Barat, Kamis (8/1/2026).

Ia menambahkan, satu paket baterai hybrid tersusun dari sekitar 30 komponen utama. Dari jumlah tersebut, delapan komponen kini sudah berhasil diproduksi di dalam negeri. Dengan skema perhitungan yang berlaku, baterai tersebut telah masuk kategori produk lokal karena proses perakitannya dilakukan di Indonesia, walaupun sel baterai masih didatangkan dari luar negeri.

“Sebenarnya kami sudah ada kerja sama untuk pengembangan sel baterai. Tinggal tunggu waktunya. Lane-nya sudah ada, tapi sementara kita fokus dulu ke hybrid karena jumlah selnya masih lebih sedikit dibanding BEV,” tuturnya.

Selain soal produksi, TMMIN juga mulai menaruh perhatian pada siklus hidup baterai secara menyeluruh. Bob menilai, meningkatnya populasi kendaraan elektrifikasi di masa depan akan membawa tantangan baru terkait pengelolaan baterai bekas jika tidak diantisipasi sejak awal.

“Ke depan bukan cuma produksi, tapi juga collecting, reuse, dan recycle baterai. Ini bisa menjadi ekosistem baru dan bahkan sumber ekonomi baru,” katanya.

Menurut Bob, penguatan lokalisasi baterai selaras dengan arah pengembangan industri otomotif nasional yang kini tak sekadar mengejar angka produksi, tetapi juga berfokus pada penguatan rantai pasok serta efisiensi skala ekonomi. Ketergantungan terhadap material impor dinilai menjadi risiko tersendiri di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.

“Elektrifikasi itu tidak bisa dilepaskan dari baterai. Kalau baterainya bisa kita kembangkan di dalam negeri, maka fondasi industri otomotif kita akan jauh lebih kuat,” kata dia.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Yamaha FreeGo Terbaru Hadir dengan Fitur Mewah!

21 Februari 2026

Spesifikasi Honda PCX 160 Hadir dengan Warna Baru dan Teknologi Canggih

21 Februari 2026

Land Rover Defender MY26 Rilis di Indonesia, Harga Dimulai dari Rp 3,6 Miliar

21 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Yamaha FreeGo Terbaru Hadir dengan Fitur Mewah!

21 Februari 2026

BI Malang Siapkan Rp3,913 Triliun untuk Kebutuhan Ramadan dan Idulfitri

21 Februari 2026

Prediksi Susunan Pemain AC Milan vs Como Malam Ini

21 Februari 2026

Setelah Tepi Barat, Yordania Jadi Target Berikutnya Israel

21 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?