Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Friday, 2 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Ekonomi»Ekonomungkap Penyebab Penurunan Serapan Tenaga Kerja Investasi 2025
    Ekonomi

    Ekonomungkap Penyebab Penurunan Serapan Tenaga Kerja Investasi 2025

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover18 January 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



    Indonesia memiliki potensi besar dalam menarik investasi, namun beberapa faktor memengaruhi laju penyerapan tenaga kerja dari realisasi investasi. Menurut Josua Pardede, Kepala Ekonom Permata Bank, perlambatan pertumbuhan penyerapan tenaga kerja pada 2025 tidak hanya disebabkan oleh meningkatnya biaya investasi, tetapi juga oleh komposisi sektor dan fase proyek yang berjalan.

    Pada tahun 2025, jumlah tenaga kerja yang terserap dari realisasi investasi mencapai 2,71 juta orang, dengan pertumbuhan sebesar 10,4% secara tahunan. Meskipun angka ini menunjukkan kenaikan, laju pertumbuhan tersebut lebih lambat dibandingkan capaian tahun sebelumnya, yaitu 34,7% pada 2024. Penurunan ini mengindikasikan adanya perubahan dalam kualitas investasi yang dilakukan.

    Josua menjelaskan bahwa struktur investasi pada 2025 didominasi oleh sektor-sektor padat modal seperti industri logam dasar dan pertambangan. Sektor-sektor ini memiliki nilai investasi yang tinggi, tetapi kontribusi tambahan tenaga kerja per rupiah investasi relatif lebih rendah dibandingkan sektor padat karya.

    Selain itu, dalam agenda hilirisasi mineral, pemerintah menekankan penggunaan teknologi yang terus diperbarui. Hal ini menyebabkan alokasi belanja proyek lebih besar untuk mesin dan peralatan daripada perekrutan tenaga kerja dalam jumlah besar.

    Fase proyek juga turut memengaruhi penyerapan tenaga kerja. Ketika proyek-proyek besar beralih dari tahap konstruksi ke tahap operasi, kebutuhan tenaga kerja biasanya menurun setelah melewati puncak pembangunan.

    Menurut Josua, biaya investasi yang meningkat bisa mendorong perusahaan lebih hemat dalam penggunaan tenaga kerja. Namun, faktor utama yang memengaruhi penyerapan tenaga kerja adalah campuran sektor dan karakter proyek yang masuk pada tahun tersebut.

    Menghadapi 2026, peluang investasi masih terbuka lebar meski tantangannya juga signifikan. Dari sisi penanaman modal dalam negeri (PMDN), arah kebijakan dinilai cukup kuat. Pertumbuhan PMDN pada 2025 mencapai 26,6%, dan pemerintah berencana melanjutkan dorongan ini pada 2026.

    Dalam hal ini, Danantara diharapkan dapat berkontribusi dengan memperluas investasi di berbagai sektor seperti kesehatan, hilirisasi, dan industri kimia. Kolaborasi antara Danantara dan investor asing juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pasar.

    Sektor perumahan dan kawasan industri dipandang memiliki potensi signifikan untuk berkembang pada 2026. Target realisasi investasi 2026 yang beredar di publik mencapai Rp 2.100 triliun, menandakan adanya upaya pemerintah untuk akselerasi investasi.

    Namun, Josua menegaskan bahwa tantangan utama tetap berada pada kepastian dan kecepatan eksekusi. Investor cenderung menghindari ketidakpastian, sehingga pemerintah harus memastikan proses perizinan dan regulasi berjalan efisien.

    Selain tantangan domestik, tekanan global seperti ketegangan dagang, tingginya biaya pinjaman, serta ketidakpastian geopolitik juga masih membayangi arus investasi.

    Untuk memperkuat penanaman modal asing (PMA), Josua menyarankan kolaborasi yang rapi antara Danantara dan BKPM. Danantara diharapkan menjadi mitra strategis dalam pendalaman kelayakan proyek, sementara BKPM tetap bertanggung jawab atas perizinan dan kepastian regulasi.

    Dengan demikian, investor akan merasa memiliki mitra kuat sekaligus kepastian proses, yang akan mendorong pertumbuhan investasi di Indonesia.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Konsumen semakin peduli lingkungan, tetapi pilihan produk berkelanjutan masih terbatas

    31 August 2026

    Investasi Asing dan Masa Depan Perumahan Indonesia

    31 August 2026

    Saksi Perjuangan Siswa SD Mencari Ilmu di Bandung Barat

    30 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?