Indonesia memiliki segmen pasar yang semakin menarik perhatian industri interior dan material bangunan, yaitu generasi Z. Karakteristik mereka yang kritis, peka terhadap estetika, serta menginginkan solusi praktis telah mendorong produsen untuk menciptakan produk yang tidak hanya fungsional tetapi juga memberikan ruang untuk personalisasi yang kuat.
Anastasia Tirtabudi, Chief Marketing Officer TACO, menjelaskan bahwa Gen Z sebagai konsumen yang cerdas dan memiliki ekspektasi tinggi terhadap produk interior. Meskipun sebagian besar belum memiliki hunian sendiri dan lebih memilih menyewa apartemen, khususnya di kota besar seperti Jakarta, Gen Z sudah memiliki referensi visual dan selera desain yang jelas.
“Gen Z sangat paham estetik. Mereka butuh hunian yang ada sentuhan personalnya,” ujar Anastasia di bilangan Senayan, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Kondisi ini membuka peluang bagi produk interior yang mudah diaplikasikan dan fleksibel. Salah satu solusi yang ditawarkan oleh TACO adalah wall panel yang dapat dipasang secara mandiri (do it yourself/DIY). Panel ini cukup dipotong dan ditempel menggunakan sealant tanpa memerlukan keahlian khusus. Jika bosan, panel dapat dilepas dan diganti dengan motif lain.
Selain itu, TACO juga mengandalkan rangkaian produk high pressure laminate (HPL) dengan koleksi lebih dari 400 motif yang terus diperbarui. Material ini dinilai mudah diaplikasikan, baik oleh konsumen yang ingin bereksperimen sendiri maupun oleh tukang yang sudah familier dengan produk tersebut.
Untuk lantai atau lapisan furnitur, area privat seperti kamar tidur sering kali menggunakan vinyl karena mudah dipasang. Sementara itu, pada area dengan lalu lintas tinggi seperti ruang tamu, material SPC dinilai lebih sesuai karena sistem pemasangannya yang lebih kokoh.
Adapun untuk area dapur, pemilihan material sangat bergantung pada aktivitas penghuni. Untuk dapur kering, hampir seluruh material TACO dapat digunakan. Namun, untuk dapur basah, material seperti PVC sheet dan compact board dinilai lebih ideal karena lebih tahan air, mudah dibersihkan, dan memiliki durabilitas tinggi.
Dari sisi preferensi desain, Anastasia menjelaskan bahwa selera Gen Z berbeda dengan generasi sebelumnya. Jika milenial cenderung menyukai motif kayu, Gen Z justru lebih tertarik pada warna-warna solid yang berani dan memiliki karakter kuat. Kendati demikian, pilihan tersebut tetap diimbangi dengan nuansa netral dan kalem sebagai penyeimbang visual.
“Gen Z suka yang bold dan statement, tapi juga ada balance-nya. Solid color menjadi pilihan utamanya Gen Z, juga kesan yang sifatnya netral,” tutur Anastasia.
Menjawab keragaman selera tersebut, TACO meluncurkan koleksi New Horizons yang terbagi dalam empat tema utama. Tema Wabi Sabi mengusung nuansa tenang dan kejapandi untuk segmen yang menyukai tampilan subtle. Neo Eclectic menawarkan aksen kuat yang dipadukan dengan warna lembut, sementara Earthy Oasis menghadirkan palet natural dan warna tanah yang dekat dengan alam. Adapun Retro Summer menyasar konsumen yang menyukai warna-warna cerah dengan nuansa retro dan summer vibe.
Menurut Anastasia, tren interior hanyalah acuan awal. Pada akhirnya, setiap konsumen, termasuk Gen Z, tetap ingin menghadirkan interpretasi personal di ruang tinggal mereka. “Itu yang kami coba jawab dengan menghadirkan koleksi yang beragam,” ujarnya.



