Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 27 Februari 2026
Trending
  • 12 Ramalan Shio Hari Ini: Cinta, Karier, dan Nomor Hoki
  • Alternatif finansial cerdas dengan pinjaman online Indodana fintech
  • Manny Pacquiao Incar Hancurkan Rekor Mayweather di Las Vegas
  • Hanya Seminggu, AKBP Catur Erwin Diganti, Ini Penggantinya
  • Natalius Pigai Sebut Penolak MBG Lawan HAM, Ketua BEM UGM: Argumen Tidak Tepat
  • Era kebangkitan dimulai! 3 zodiak siap raih kesuksesan mulai 23 Februari 2026
  • BUMN Banyak Jadi Persero, Ini Rekomendasi Sahamnya
  • Kadin Minta Presiden Hentikan Impor 105 Ribu Mobil Niaga dari India
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Respons Presiden AS Donald Trump Ditantang Menculik Putin Seperti Venezuela
Politik

Respons Presiden AS Donald Trump Ditantang Menculik Putin Seperti Venezuela

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover15 Januari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Tantangan untuk Donald Trump dalam Konflik Ukraina-Rusia

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menghadapi tantangan dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Tantangan tersebut berkaitan dengan apakah Trump berani menculik Presiden Rusia Vladimir Putin. Tantangan ini muncul setelah AS berhasil menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang menjadi perhatian global.

Zelenskyy menyarankan agar AS melakukan hal yang sama terhadap Putin, seperti yang dilakukan terhadap Maduro. Ia menilai bahwa jika cara itu bisa diterapkan pada diktator, maka AS tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya. Namun, Trump memberikan respons yang menohok kepada Zelenskyy.

Menurut laporan EA Daily, Trump menyatakan bahwa ia tidak akan menculik Putin karena memiliki hubungan yang baik dengannya. “Itu tidak perlu. Saya selalu memiliki hubungan yang baik dengannya, meskipun saya kecewa padanya,” kata Trump. Ia juga kembali mengkritik pendahulunya, Joe Biden, yang dianggapnya terlalu mendukung Ukraina tanpa menuntut kompensasi.

Operasi militer AS terhadap Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dilakukan pada 3 Januari 2026. Trump menuduh Maduro bekerja sama dengan geng kriminal dan penyelundupan narkoba ke AS. Pemerintah Venezuela membantah semua tuduhan tersebut, menganggap operasi AS sebagai upaya untuk menguasai sumber daya alam negara tersebut.

Perang Rusia-Ukraina Memasuki Hari Ke-1.418

Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.418 pada 11 Januari 2026. Konflik ini bermula dari serangan besar-besaran yang dilancarkan Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022. Sejak saat itu, situasi terus memanas, dengan banyak konflik yang terjadi sebelum invasi.

Akar konflik dapat ditelusuri sejak runtuhnya Uni Soviet, ketika Rusia dan Ukraina berdiri sebagai negara merdeka dengan arah politik dan kepentingan keamanan yang kerap bertolak belakang. Ukraina semakin mendekat ke negara-negara Barat dan menyatakan niat bergabung dengan NATO serta Uni Eropa, langkah yang dianggap Rusia sebagai ancaman.

Situasi semakin memanas setelah Revolusi Maidan pada 2014 yang menggulingkan presiden Ukraina yang pro-Rusia. Pada tahun yang sama, Rusia mengambil alih Semenanjung Krimea, sementara pertempuran bersenjata pecah di wilayah Donbas antara pasukan Ukraina dan kelompok separatis yang didukung Moskow.

Meski sejumlah upaya diplomasi internasional telah dilakukan, konflik di kawasan timur Ukraina terus berlangsung tanpa penyelesaian nyata. Ketegangan tersebut akhirnya memuncak ketika Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan invasi ke Ukraina pada Februari 2022. Putin menyebut operasi militer itu bertujuan melindungi warga di Donbas, mengamankan kepentingan Rusia, dan menolak perluasan NATO ke Eropa Timur.

Serangan Rudal Balistik dan Kebutuhan Darurat

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha mengkonfirmasi bahwa Dewan Keamanan PBB akan mengadakan pertemuan darurat untuk membahas serangan skala besar terbaru Rusia terhadap Ukraina. Ia mengatakan serangan tersebut menggunakan rudal balistik jarak menengah Oreshnik.

Stéphane Dujarric, juru bicara sekretaris jenderal PBB, mengatakan dampak besar dari serangan tersebut. “Serangan besar-besaran oleh Rusia pada hari Jumat telah mengakibatkan banyak korban sipil dan merampas layanan penting bagi jutaan warga Ukraina, termasuk listrik, pemanas, dan air pada saat kebutuhan kemanusiaan sangat mendesak,” katanya.

Upaya Menyelesaikan Perang

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan negosiator utama Ukraina, Rustem Umerov, berbicara dengan perwakilan Amerika Serikat pada hari Sabtu. Pembicaraan itu terjadi ketika Ukraina dan AS berupaya menyepakati kerangka kerja untuk mengakhiri perang Rusia di Ukraina.

Belgorod Krisis Listrik setelah Serangan Ukraina di Perbatasan Rusia

Gubernur wilayah Belgorod Rusia, yang berbatasan dengan Ukraina, mengatakan pada hari Sabtu bahwa setidaknya 600.000 penduduk kehilangan aliran listrik, pemanas, dan air setelah serangan rudal Ukraina. Dalam pernyataan yang diunggah di Telegram, Vyacheslav Gladkov mengatakan upaya sedang dilakukan untuk memulihkan pasokan, tetapi situasinya sangat sulit.

Selain serangan di Belgorod, Rusia melaporkan adanya serangan pesawat tak berawak Ukraina yang memicu kebakaran di sebuah depot minyak di wilayah Volgograd selatan Rusia pada hari Sabtu. Staf Umum Ukraina mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka telah menyerang depot minyak Zhutovskaya semalam.

Serangan Pesawat Tak Berawak Ukraina

Serangan pesawat tak berawak Ukraina semalam melukai sedikitnya empat orang dan merusak beberapa bangunan di kota Voronezh, Rusia selatan, menurut gubernur wilayah Voronezh pada hari Minggu. Sebuah fasilitas layanan darurat, tujuh gedung apartemen, dan enam rumah rusak akibat serangan tersebut, kata gubernur, Alexander Gusev, melalui aplikasi pesan Telegram.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada hari Sabtu bahwa pasukannya menggunakan pesawat terbang, drone, rudal, dan artileri untuk menyerang fasilitas energi dan depot penyimpanan bahan bakar Ukraina pada hari Jumat dan semalam. Mereka tidak segera merinci target atau kerusakan yang ditimbulkan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Natalius Pigai Sebut Penolak MBG Lawan HAM, Ketua BEM UGM: Argumen Tidak Tepat

27 Februari 2026

PKB: Setahun Pramono–Rano Lebih Banyak Persepsi Daripada Solusi

27 Februari 2026

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 Pariaman: Puasa Nyaman dan Ngabuburit di Pantai

27 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

12 Ramalan Shio Hari Ini: Cinta, Karier, dan Nomor Hoki

27 Februari 2026

Alternatif finansial cerdas dengan pinjaman online Indodana fintech

27 Februari 2026

Manny Pacquiao Incar Hancurkan Rekor Mayweather di Las Vegas

27 Februari 2026

Hanya Seminggu, AKBP Catur Erwin Diganti, Ini Penggantinya

27 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?