Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 22 Februari 2026
Trending
  • Dari Sa Pa ke Bandung, destinasi paling cepat berkembang di Asia
  • Bagnaia Dibuang Ducati, Bisa Bentuk Pasangan Patah Hati dengan Jorge Martin
  • 12 Ramalan Shio Penuh: Cinta, Karier, Angka Keberuntungan 18 Februari 2026
  • Komentar Mourinho soal Rasisme terhadap Vinicius, Minta Netral Justru Dikarantina
  • 9 Negara Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Hari Ini, Mulai dari Arab Saudi hingga Palestina
  • DPR Minta Hukuman Lebih Berat untuk Mantan Kapolres Bima Kota
  • Opini: Reformasi Hukum Persaingan Usaha
  • Astra Motor Yogyakarta Juara di Festival Vokasi Satu Hati 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Otomotif»Survei LPEM UI: Konsumen Indonesia Lebih Tertarik Mobil Bekas
Otomotif

Survei LPEM UI: Konsumen Indonesia Lebih Tertarik Mobil Bekas

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover16 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Perubahan Perilaku Konsumen dalam Pasar Otomotif

Pasar mobil bekas di Indonesia mengalami penguatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menjadi cerminan dari perubahan perilaku konsumen di pasar otomotif nasional, khususnya di tengah tekanan daya beli masyarakat. Survei yang dilakukan oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menunjukkan bahwa keterbatasan ekonomi mendorong konsumen untuk menunda pembelian mobil baru dan beralih ke mobil bekas sebagai pilihan yang lebih rasional.

Dari 767 responden pemilik mobil bekas yang disurvei, sebanyak 42 persen memilih mobil bekas karena faktor harga yang lebih terjangkau. Selanjutnya, 23 persen responden menyebut pajak yang lebih ringan sebagai alasan utama, sementara 10 persen menjelaskan bahwa depresiasi yang lebih rendah menjadi pertimbangan mereka. Temuan ini menunjukkan bahwa pilihan terhadap mobil bekas bukan semata-mata soal selera, melainkan respons terhadap jarak yang kian melebar antara harga kendaraan baru dan kemampuan finansial masyarakat.

Pengaruh Kondisi Ekonomi Makro

Peneliti Senior LPEM FEB UI, Riyanto, menjelaskan bahwa penguatan pasar mobil bekas tidak bisa dilepaskan dari kondisi ekonomi makro dan tekanan pada kelompok menengah. Ia mengatakan bahwa daya beli masyarakat secara umum masih terbatas, meskipun pertumbuhan ekonomi bertahan di kisaran 5 persen. Namun, peningkatan pendapatan per kapita tidak lagi sekuat satu dekade sebelumnya.

Situasi ini paling dirasakan oleh kelompok menengah yang selama ini menjadi basis utama pembelian mobil. Dalam survei tersebut, jumlah kelompok menengah turun dari 57 juta pada 2019 menjadi sekitar 47 juta pada 2024. Penyusutan ini berdampak langsung pada pola konsumsi. Siklus penggantian mobil yang sebelumnya relatif cepat, sekitar tiga hingga lima tahun, kini cenderung memanjang. Sebagian konsumen memilih menunda pembelian mobil baru, sementara lainnya beralih ke pasar mobil bekas.

Pertumbuhan Pasar Mobil Bekas

Peningkatan permintaan terhadap mobil bekas membuat pasar mobil baru melemah, sementara pasar mobil bekas justru tumbuh. Riyanto mencatat bahwa jika dibandingkan dengan puncak penjualan mobil baru pada 2013, volumenya telah turun sekitar 30 persen. Namun, penurunan itu tidak sepenuhnya mencerminkan penyusutan kebutuhan, melainkan pergeseran ke pasar mobil bekas.

Peran mobil bekas sebagai alternatif juga tecermin dari analisis elastisitas harga. Survei menunjukkan bahwa kenaikan harga mobil bekas sebesar 1 persen berkorelasi positif dengan peningkatan penjualan mobil baru di hampir seluruh segmen, meski dengan tingkat sensitivitas yang berbeda-beda. Artinya, ketika harga mobil bekas meningkat, sebagian konsumen mulai kembali mempertimbangkan mobil baru. Namun, efeknya relatif terbatas.

Hanya sekitar 15 persen pembeli mobil bekas yang menyatakan bersedia beralih ke mobil baru jika harga mobil bekas naik 10 persen. Sebaliknya, penurunan harga mobil baru memiliki daya dorong yang lebih besar. Sekitar 27 persen pembeli mobil bekas menyatakan minat beralih ke mobil baru jika harga mobil baru turun 10 persen. Hal ini menunjukkan bahwa daya tarik mobil bekas saat ini sangat ditentukan oleh selisih harga yang masih cukup lebar.

Tren Pemilik Kendaraan

Survei yang sama juga mencatat bahwa mayoritas calon pembeli mobil dalam lima tahun ke depan bukanlah pembeli pertama. Dari 1.511 responden yang berminat membeli mobil, 87 persen sudah memiliki kendaraan, dan sekitar 60 persen di antaranya merupakan pemilik mobil bekas. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa pasar otomotif saat ini lebih banyak digerakkan oleh kebutuhan mengganti kendaraan lama dibandingkan menambah unit baru.

Dalam konteks ini, mobil bekas menjadi opsi yang paling realistis bagi banyak konsumen. Meski demikian, peluang pergeseran ke mobil baru tetap terbuka. Sekitar 29 persen pemilik mobil bekas menyatakan berencana membeli mobil baru dalam lima tahun ke depan, terutama untuk memperoleh kondisi kendaraan yang lebih terjamin serta teknologi dan fitur terkini.

Namun, selama kesenjangan antara harga mobil baru dan daya beli masyarakat belum menyempit, mobil bekas diperkirakan akan tetap menjadi pilihan rasional di tengah ketidakpastian ekonomi.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Bagnaia Dibuang Ducati, Bisa Bentuk Pasangan Patah Hati dengan Jorge Martin

22 Februari 2026

Astra Motor Yogyakarta Juara di Festival Vokasi Satu Hati 2026

22 Februari 2026

Toyota Vios 2019: Harga Menarik untuk Mobil Bekas

22 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Dari Sa Pa ke Bandung, destinasi paling cepat berkembang di Asia

22 Februari 2026

Bagnaia Dibuang Ducati, Bisa Bentuk Pasangan Patah Hati dengan Jorge Martin

22 Februari 2026

12 Ramalan Shio Penuh: Cinta, Karier, Angka Keberuntungan 18 Februari 2026

22 Februari 2026

Komentar Mourinho soal Rasisme terhadap Vinicius, Minta Netral Justru Dikarantina

22 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?