Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 30 Maret 2026
Trending
  • 5 strategi harga saat daya beli menurun pasca liburan
  • Deteksi Dini Kerusakan Motor Melalui Suara Mesin
  • Buruan cek! 10 promo liburan setelah Lebaran 2026, dari Dufan Ancol hingga Taman Safari Bogor
  • Harga HP Infinix Maret 2026: Daftar Lengkap Note 60, Note Edge, GT 30 Pro, Hot 60i
  • PNS Paruh Waktu di Jateng Diduga Rudapaksa Wanita, Modus Minta Ditemani Buat Laporan SPT
  • Lengkap ,Inilah Isi Dakwaan JPU Pada Terdakwa Gubernur Riau Non Aktif Abdul Wahid
  • Keuntungan dan Kerugian Tanpa Megawati di Kejuaraan Antarklub Voli Putri Asia 2026, Yolla Pemimpin Megatron
  • Ramalan Shio Jumat 27 Maret 2026: Cinta, Karier, dan Nomor Hoki
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Pariwisata»Masalah tas yang tak pernah berakhir
Pariwisata

Masalah tas yang tak pernah berakhir

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover17 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Krekkk! Suara reseleting terbuka. Entah sudah berapa kali aku membuka reseleting tas. Sambil kepalaku menimbang, sambil tanganku bergerak memasukkan perintilan kecil yang kuperlukan.

“Mau nongkrong saja, sudah kayak pulang kampung!” gerutuku. Kututup lagi reseleting tas ransel itu. Setelah semua beres. Aku mendesah. Mengamati diam-diam tas ransel hitam di depanku.

Tas itu kecil. Mungkin hanya ukurannya hanya 10 liter saja. Namun, entah sejak kapan perkara tas ini jadi penting-penting amat untukku. Lalu telepon berdering. Suami sudah memanggil.

Perkara Tas yang Tak Mudah

Aku mengambil jam tangan di atas meja rias. Melingkarkannya di pergelangan tangan. Lalu, mengambil tas ransel di atas ranjang di belakang meja rias. Siap berangkat ke sebuah cafe dekat kantor suami untuk makan siang bersama.

Di depan gang rumah, aku mengamati orang-orang berlalu lalang. Tentu saja memperhatikan di apa yang ada di balik punggung atau di samping bahu. Rasanya menunggu tanpa melakukan sesuatu adalah hal yang sulit. Jadi tentu saja pikiranku mengembara.

Rasa-rasanya sejak sekolah, mau SD sampai kuliah, ransel selalu menjadi tas yang paling nyaman dipakai. Dan sesungguhnya, bisa dibilang aku tak terlalu mengikuti fashion atau beragam OOTD seperti kawan-kawan perempuanku. Saat itu yang kukenal hanya ransel, karena kakak-kakakku hanya menggunakan tas bernama ransel kemana pun.

Ketika aku bekerja di sebuah perusahaan, ada seorang teman, sebut saja dia Arum. Teman dekatku itu selalu tak mudah memilih tas hanya untuk nongkrong. “Rum, ayo berangkat!” seruku dari depan kamar kostnya.

“Tunggu, aku bingung milih tas nih,” jawabnya sambil tangannya bergonta-ganti mengambil tas jinjing. Aku menggeleng.

“Apa lagi yang kau timbang? semua warna cocok buatmu,” sahutku kesal.

“Nggak bisa beibh! Harus cocok sama bajuku,” katanya. Meski kutahu isi tasnya hanya dompet, ponsel, lipstik dan bedak.

Aku mendesah. Lalu suara motor mendekat ke arahku.

“Mbak Dinda,” sapa bapak-bapak ojek. Aku mengangguk. Tak lama motor melaju membawa ingatan itu.

Pembicaraan Absurb di Atas Meja Kopi

Suamiku sudah menunggu di meja nomor delapan belas. Letaknya di pojok tersudut. Jauh dari keramaian di bagian tengah kedai kopi itu. Jam analogku menunjukkan pukul dua belas lebih delapan menit. Setidaknya tidak lewat dari jam makan siang.

Ia melambai padaku. Dan pembicaraan absurd terjadi setelahnya dalam beberapa menit setelah memesan makanan.

“Apa kau tak mau cari tas baru?” tanya suamiku. Entah sudah berapa kali ia menanyakan perkara tas itu padaku. Yang selalu aku jawab dengan gelengan.

“Padahal isi tasmu hanya buku, dompet, ponsel, tumblr, dan power bank,” katanya, “apa nggak mau coba pakai tas bahu?”

“Jangan lupa tas ranselku ini nggak cuma itu isinya,” sahutku sambil nyengir. Aku mengeluarkan isi di dalam saku depan. Perintilan kecil yang sering jadi masalah jika aku tak membawanya.

Kresek kecil untuk wadah sampah dadakan; pembalut kalau si tamu datang tak di waktu yang tepat; kunci serep rumah; notes untuk coret-coret; pena; lalu ada sticky note untuk buku bacaan. Aku menjelaskan itu satu-satu pada suamiku.

Ia melongo dan lucunya meski kami hidup bersama sepuluh tahun. Ia tak pernah sekalipun mengorek-ngorek tasku. Sekali lagi aku ingin tertawa geli melihat ekspresi mukanya.

“Tas ransel ini ringkas. Bisa buat keadaan apapun, termasuk bawa nasi kotak dari kondangan,” aku menambahkan, “lagipula tas ini masih bagus. Aku hanya tak ingin menghabiskan waktu untuk repot memikirkan warna apa yang cocok, tas apa yang cocok untuk tujuan pergi. Terlalu rumit.” Aku menggeleng.

Pramusaji membawakanku french fried, burger daging, sepiring nasi goreng dan dua gelas americano. Pembicaraan absurd pun terjeda dan terlupa. Mungkin saja.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Buruan cek! 10 promo liburan setelah Lebaran 2026, dari Dufan Ancol hingga Taman Safari Bogor

30 Maret 2026

Jadwal KM Tilongkabila 26 Maret – 19 April 2026: Rute Kendari, Raha, Bau Bau

30 Maret 2026

10 destinasi wisata Bogor hemat, indah, tiket di bawah Rp50 ribu

29 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

5 strategi harga saat daya beli menurun pasca liburan

30 Maret 2026

Deteksi Dini Kerusakan Motor Melalui Suara Mesin

30 Maret 2026

Buruan cek! 10 promo liburan setelah Lebaran 2026, dari Dufan Ancol hingga Taman Safari Bogor

30 Maret 2026

Harga HP Infinix Maret 2026: Daftar Lengkap Note 60, Note Edge, GT 30 Pro, Hot 60i

30 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?