Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 5 Maret 2026
Trending
  • Jumlah bantal sofa sempurna untuk tampilan indah dan nyaman
  • Rencana Pembunuhan Farradilla Sudah Dipersiapkan Sejak 2025
  • Siapa Ayatullah Ali Khamenei? Ini Jejak Kekuasaan Pemimpin Tertinggi Iran
  • Jadwal Liga Inggris: Man United vs Palace, Chelsea vs Arsenal Malam Ini
  • Perubahan besar tahun 2026 mengubah nasib zodiak yang siap berubah
  • Bagaimana Sikap Kita Menghadapi Globalisasi? Soal IPS Kelas 6 SD Semester 2
  • Orang yang Tahan Gadget Saat Nonton Film Punya 6 Kekuatan Langka Ini, Menurut Psikologi
  • Peluncuran Armada Balap Yamaha Indonesia di Kompetisi Dunia dan Asia
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Pariwisata»Penuh cerita: Perjalanan Bogor ke Semarang
Pariwisata

Penuh cerita: Perjalanan Bogor ke Semarang

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover17 Januari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pengalaman Pertama Perjalanan dari Bogor ke Semarang

Percaya atau tidak, perjalanan dari Kota Bogor ke Semarang adalah pengalaman pertama yang saya lakukan. Bukan karena tidak ingin mengunjungi Semarang, tetapi sebelumnya belum ada waktu yang tepat. Syukur, bulan Januari ini akhirnya bisa melakukan perjalanan dari Bogor hingga ke Semarang.

Tiket kereta Tawang Jaya Premium kelas ekonomi sudah saya dapatkan sekitar H-3 sebelum keberangkatan. Saya membawa satu buah ransel yang penuh dengan pakaian serta satu tas jingjing berisi skincare dan sedikit buah tangan. Saya berangkat pagi buta dari Bogor menuju pasar Senen.

Setelah sekian tahun tidak menginjakkan kaki di stasiun Senen, saya merasa terkesan. Kini suasana di stasiun lebih rapi dan memiliki sentuhan modern. Di sekitar area stasiun Senen, tersedia banyak fasilitas penunjang seperti toilet, mushala, tenant penjual makanan, gate masuk dengan face recognition, dan lainnya.

Perjalanan kali ini terasa lebih nyaman dibandingkan beberapa tahun lalu. Lebih teratur dan rapi. Area tunggu pun cukup nyaman, bisa duduk santai sambil menunggu kedatangan kereta.

Kebetulan, saya akan berangkat pukul 06.45 WIB menuju Semarang. Setelah menunggu sekitar dua puluh menit di area yang disediakan, saya langsung masuk ke dalam untuk segera naik kereta Tawang Jaya Premium.

Untuk kursi kereta, masih menggunakan tipe lama. Penyimpanan cukup lumayan. Tempat duduk bisa dibilang cukup nyaman bagi saya yang tingginya di bawah 160 cm. Terdapat colokan, tempat menyimpan minuman, dan plastik untuk sampah.

Saya memilih bangku di dekat jendela agar bisa melihat pemandangan dan memotret menggunakan handphone. Setelah menyimpan dua buah tas ke area bagasi, saya duduk dengan nyaman sambil mengeluarkan buku bacaan. Perjalanan kali ini memakan waktu sekitar 6 jam 8 menit, jadi pasti butuh aktivitas seru untuk menemani perjalanan.

Bersyukur, pemandangan sepanjang jalan sangat indah dan hijau-hijau, membuat mata terasa segar. Saya juga mendengarkan informasi dari staf customer service kereta tentang lama perjalanan, stasiun yang akan dilalui, dan lainnya.

Ada satu momen spesial ketika petugas menginformasikan kepada para pencinta fotografi bahwa dalam lima menit akan melewati jalur kereta dengan pemandangan laut. Benar saja, terlihat deburan ombak dan suasana laut. Meski airnya tidak terlalu biru, view tersebut terlihat sangat menarik.

Di momen itu, saya melihat dua orang sedang memancing di tepi pantai. Meski langit cenderung mendung, saya merasa menangkap keindahan pada momen tersebut. Lensa mata yang diciptakan oleh sang pemilik. Kehidupan memang sangat canggih.

Perjalanan kali ini cukup menyenangkan dan membuat saya merasa bersemangat. Setelah menabung dan mengatur waktu, akhirnya bisa menginjakkan kaki di Semarang, salah satu kota yang menarik dan sudah lama masuk wishlist. Akhirnya kesampaian juga.

Sejujurnya, duduk lama selama lebih dari lima jam dengan posisi bangku seperti yang saya naiki memang menantang. Ada masa dimana saya mulai pegel, lelah, dan bosan.

Syukur, saya membawa buku karya mba Dee Lestari Madre. Ternyata buku ini sangat seru, membuat saya tertawa beberapa kali. Bahkan ada tiga obrolan dalam buku yang membuat saya terharu.

Buku tersebut sukses menjadikan perjalanan naik kereta lebih menyenangkan. Saya sempat memesan hot chocolate kemudian membuka bekal camilan. Menikmati momen, memperhatikan sekitar, dan kadang tak sengaja mendengarkan obrolan orang.

Duduk di kereta selama enam jam lebih sedikit mengajarkan saya untuk tetap mengatur waktu minum air putih, ngemil atau makan makanan bekal, serta meregangkan badan tanpa mengganggu orang lain.

Selama perjalanan, saya sempat mendengarkan obrolan anak-anak di area sarapan yang penuh ide-ide segar. Pada jam ketiga saat menaiki kereta, saya sempatkan waktu untuk menulis juga.

Tentu, nulisnya via handphone dan desainnya seperti itu (minimal Canva). Apakah sempat tidur di kereta? Tentu. Saya tidur sekitar satu jam di kereta, sisanya saya gunakan untuk membaca, memotret, dan ngemil juga.

Pengalaman pertama saya ke Semarang dari Bogor memang terbilang oke banget. Saya suka kebersihan stasiun Senen dan juga gerbong kereta.

Sedikit tips buat sobat kompasianer yang melakukan perjalanan lebih dari enam jam dengan kendaraan umum: pastikan pakaian yang dibawa cukup, bawa tumbler yang sudah berisi air minum, bawa bekal camilan, pakai pakaian yang nyaman, dan jika ada waktu luang usahakan tidur. Bawa jaket dan jujur sama keluarga.

Setelah melalui perjalanan yang lumayan panjang, saya sempat melanjutkan kulineran juga. Penasaran? Nanti saya coba tuliskan di artikel lainnya.

Tiba di stasiun Tawang Semarang, ternyata baru saja turun gerimis. Kami antri cukup tertib untuk menuju keluar stasiun dan di depan stasiun, kawan sudah menanti saya untuk lanjut naik motor selama kurang lebih satu jam.

Penuh Cerita: Perjalanan Bogor ke Semarang, memang ya namanya pakai kereta yang semenarik itu. Perjalanan dan kota yang dituju pun memang oke sekali sih.

Penasaran selama di Semarang saya kemana saja? Stay tune terus ya, nanti satu persatu akan saya ceritakan. Terima kasih sudah berkenan membaca artikel sederhana ini. Semangat dan sehat selalu sobat kompasianer.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

7 hotel dekat Bandara Ngurah Rai, ideal untuk transit

3 Maret 2026

Jadwal Kapal Labobar 2026: Diskon Tiket Mudik Lebaran Terbaru

2 Maret 2026

Jadwal dan harga tiket bus AKAP Bali ke Jawa Minggu (22/2), cek sekarang!

1 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Jumlah bantal sofa sempurna untuk tampilan indah dan nyaman

5 Maret 2026

Rencana Pembunuhan Farradilla Sudah Dipersiapkan Sejak 2025

5 Maret 2026

Siapa Ayatullah Ali Khamenei? Ini Jejak Kekuasaan Pemimpin Tertinggi Iran

5 Maret 2026

Jadwal Liga Inggris: Man United vs Palace, Chelsea vs Arsenal Malam Ini

5 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?