Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 19 Maret 2026
Trending
  • KDMP: Kontrak Ekonomi Desa, Harapan dan Risiko Hukum
  • Jadwal KM Egon Maret 2026 Lengkap Semua Rute
  • Tye Ruotolo Kalahkan Pawel Jaworski, Pertahankan Gelar Dunia Welterweight Submission Grappling
  • Lirik Harga Toyota Yaris Bekas 2008, Cocok untuk Gen Z
  • IBL 2026: Pelita Jaya Menggulingkan Pacific Caesar di Kuningan
  • Apakah Investasi Masih Mungkin Dengan Modal Terbatas?
  • Catat, Batas Akhir Pembayaran Zakat Fitrah Agar Sah
  • WOW Pimpinan DPRD Sumsel Beli Meja Biliar, Rusak APBD Rp 486 Juta
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Harga emas bisa tembus Rp 2,7 juta minggu depan, ini penyebabnya
Ekonomi

Harga emas bisa tembus Rp 2,7 juta minggu depan, ini penyebabnya

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover15 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Prediksi Harga Emas yang Meningkat dalam Seminggu ke Depan

Harga emas diperkirakan akan terus mengalami penguatan dalam perdagangan pekan depan. Dalam prediksi tersebut, harga emas bisa melampaui level Rp 2,7 juta per gram hingga akhir pekan. Hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global dan sikap hati-hati dari bank sentral Amerika Serikat (AS).

Seorang pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai bahwa kenaikan harga emas dunia saat ini didorong oleh beberapa faktor eksternal, terutama dari AS. Meskipun data ketenagakerjaan AS menunjukkan peningkatan, realisasi angka tersebut masih berada di bawah ekspektasi pasar. Kondisi ini mengindikasikan bahwa Federal Reserve akan lebih berhati-hati dalam menentukan arah kebijakan moneternya.

Dengan situasi ini, peluang The Fed untuk mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan Januari dinilai cukup besar. Sikap wait and see dari bank sentral AS ini turut mendukung minat investor terhadap aset lindung nilai seperti emas.

Selain faktor moneter, lonjakan harga emas juga dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik global sejak akhir pekan lalu. Menurut Ibrahim, fokus risiko geopolitik yang sebelumnya berfokus terhadap Venezuela, nantinya akan kembali bergeser ke kawasan Timur Tengah.

Situasi di Iran memanas akibat gelombang demonstrasi besar yang menguasai sejumlah kota utama, disertai kecaman dari Rusia, Tiongkok, serta negara-negara pendukung Iran. Di kawasan Eropa, ketegangan kembali meningkat setelah upaya gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina yang diprakarsai AS dinilai gagal. Eskalasi konflik tersebut menambah sentimen ketidakpastian global yang mendorong penguatan harga emas.

Dinamika Geopolitik dan Pengaruhnya terhadap Harga Emas

Dari sisi energi, dinamika geopolitik juga diperparah oleh ambisi AS untuk menguasai sebagian besar pasokan minyak mentah dunia. Aktivitas Trump di kawasan Timur Tengah dan Amerika Latin dinilai bertujuan untuk mengawasi perputaran minyak mentah dunia. Trump disebut memiliki ambisi agar AS dapat menguasai sekitar 55% pasokan minyak mentah global sehingga harga minyak dapat ditekan ke level US$ 50 per barel.

Namun, target harga minyak di kisaran US$50 per barel dinilai sulit tercapai dan berpotensi menimbulkan tekanan baru bagi perekonomian global. Faktor lain yang turut menopang kenaikan harga emas adalah potensi berlanjutnya perang dagang. Pemerintah AS dinilai cenderung mempertahankan kebijakan tersebut karena kontribusinya terhadap penerimaan negara. Jika perang dagang dihentikan, Amerika Serikat berisiko kehilangan pendapatan dalam jumlah besar.

Peluang Harga Emas Melampaui Rp 2,7 Juta Per Gram

Kombinasi faktor moneter, geopolitik, dan energi tersebut membuat emas dan logam mulia kembali menjadi aset pilihan investor. Menurut Ibrahim, hal ini membuka peluang harga emas menembus level Rp 2,7 juta dalam waktu dekat. Seiring dengan situasi global yang semakin tidak pasti, permintaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai terus meningkat.

Selain itu, para investor juga mencari alternatif investasi yang stabil dalam menghadapi fluktuasi pasar. Emas, dengan sifatnya yang tahan terhadap inflasi dan volatilitas, menjadi pilihan utama. Prediksi kenaikan harga emas ini juga didukung oleh analisis dari para ahli ekonomi yang melihat potensi pertumbuhan pasar logam mulia dalam beberapa bulan ke depan.

Dengan semua faktor di atas, kemungkinan besar harga emas akan terus naik dan mencapai level yang lebih tinggi dari yang telah ditentukan. Investor dan pemain pasar harus tetap waspada terhadap pergerakan harga dan tren pasar yang terus berubah.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

KDMP: Kontrak Ekonomi Desa, Harapan dan Risiko Hukum

19 Maret 2026

Apakah Investasi Masih Mungkin Dengan Modal Terbatas?

19 Maret 2026

Prospek MTDL Dukung Solusi Cloud & AI, Ini Rekomendasi Sahamnya

19 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

KDMP: Kontrak Ekonomi Desa, Harapan dan Risiko Hukum

19 Maret 2026

Jadwal KM Egon Maret 2026 Lengkap Semua Rute

19 Maret 2026

Tye Ruotolo Kalahkan Pawel Jaworski, Pertahankan Gelar Dunia Welterweight Submission Grappling

19 Maret 2026

Lirik Harga Toyota Yaris Bekas 2008, Cocok untuk Gen Z

19 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?