Mario Balotelli, mantan pemain Timnas Italia, mengambil langkah mengejutkan dengan bergabung dengan klub kasta kedua Liga Uni Emirat Arab (UEA), Al Ittifaq FC.
Menurut laporan terbaru, Balotelli telah menandatangani kontrak selama 2,5 musim hingga tahun 2028 bersama klub yang berlaga di UEA First Division tersebut. Setelah kontraknya dengan Genoa berakhir pada Juni 2025, Balotelli rutin menjaga kebugaran dengan berlatih mandiri.
Balotelli dikenal dengan sifat kontroversialnya sepanjang karier sepak bolanya. Salah satu contohnya adalah saat ia berselisih dengan pelatih Genoa, Patrick Vieira, pada musim lalu. Meskipun sempat dikaitkan dengan beberapa klub di Italia, baik di Serie A maupun Serie B, akhirnya Balotelli memilih untuk mencoba tantangan baru di kasta kedua Liga UEA.
UEA akan menjadi negara Asia pertama dalam perjalanan kariernya sebagai penyerang berusia 35 tahun.
Tiga Kata Balotelli
Kepastian Balotelli akan bermain di kasta kedua Liga UEA ia bagikan melalui unggahan di Instagram pribadinya. Ia akan berseragam Al Ittifaq, klub yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab.
“Saya di sini,” tulis striker berusia 35 tahun itu, yang tiba di Dubai pada hari Sabtu lalu. Sebelum meninggalkan Italia, Balotelli menyatakan bahwa ia sedang mempertimbangkan untuk menjadi pelatih setelah masa bermainnya berakhir.
Kepergiannya ke Dubai menjadi pengalaman baru bagi eks penyerang andalan Manchester City tersebut usai cukup lama bermain di Eropa. Selama kariernya, ia pernah bermain di klub-klub besar seperti Inter, Manchester City, Liverpool, Milan, OGC Nice, hingga Olympique Marseille.
Sepanjang kariernya, Balotelli juga pernah bermain di liga profesional Italia, Inggris, Prancis, Swiss, Turki, dan sekarang UEA.
Pertimbangkan Jadi Pelatih
Sebelum memutuskan untuk bergabung dengan Al Ittifaq, Mario Balotelli sempat mempertimbangkan untuk melanjutkan karier sebagai pelatih. Namun, ia merasa khawatir akan menemukan pemain yang memiliki karakter serupa dengannya yang selalu berhubungan dengan masalah indisipliner.
“Saya memikirkannya seiring bertambahnya usia,” kata Balotelli kepada wartawan pada hari Sabtu, melalui Gazzetta. “Tapi bagaimana jika saya menemukan orang lain dengan karakter yang sama seperti saya? Apa yang akan saya lakukan selanjutnya?”
Akhirnya, Balotelli memutuskan untuk berangkat ke Dubai dan bergabung dengan Al Ittifaq karena ingin mencoba tantangan baru dalam kariernya.
“Ini proyek yang bagus. Di sana panas, sementara di sini dingin, jadi saya tidak sabar untuk sampai di sana. Saya bahkan lebih kuat dari yang lain,” katanya dikutip dari Football Italia.
Lebih lanjut, Balotelli mengatakan jika keputusannya bergabung dengan klub UEA tak lain karena usianya yang sudah mendekati masa pensiun.
“Ada beberapa tawaran dari Italia. Kami mencoba bernegosiasi, tetapi saya tidak berminat. Saya pikir sepak bola telah berubah; ada pemain lain, dan sudah seharusnya memberi ruang bagi mereka. Saya sudah 35 tahun,” tutupnya.



