Penanganan Genangan Air di Tol Sedyatmo
PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR), yang merupakan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), saat ini sedang melakukan percepatan penanganan genangan air di ruas Tol Sedyatmo. Ruas jalan tol ini menjadi akses utama menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, dan kondisi tersebut terjadi akibat curah hujan tinggi yang terjadi pada hari ini.
Melalui unit usaha Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) dan Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM), perusahaan mengoperasikan total 9 unit pompa untuk mereduksi debit air di titik-titik yang terdampak.
Senior Manager Representative Office 2 Jasamarga Metropolitan Tollroad, Ginanjar Bekti menjelaskan bahwa pihaknya telah mengaktifkan 7 pompa stasioner yang tersebar di dua titik krusial, yaitu 3 unit di Off Ramp Gerbang Tol (GT) Pluit 3 dan 4 unit di Off Ramp Cengkareng Business Center (CBC). Selain itu, sejak pukul 12.00 WIB hari ini, tambahan 2 unit pompa mobile juga dikerahkan di kedua lokasi tersebut. Sehingga total ada 9 pompa yang bekerja simultan di lapangan.
Tantangan dalam Penanganan Genangan
Menurut Ginanjar, tantangan utama dalam penanganan ini adalah tingginya volume limpasan air dari kawasan sekitar yang masuk ke saluran drainase jalan tol. Hal ini menyebabkan beban kerja pompa meningkat signifikan.
Untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas, Jasa Marga juga berkoordinasi dengan pihak Kepolisian. Koordinasi ini dilakukan guna melakukan pengaturan lalu lintas di lokasi terdampak.
Rekomendasi bagi Pengguna Jalan
Sebagai langkah mitigasi, Manajemen Jasa Marga menyarankan agar pengendara yang ingin menuju Bandara Soekarno-Hatta memanfaatkan jalur alternatif. Tujuannya adalah untuk menghindari potensi hambatan di Ruas Tol Sedyatmo.
“Pengguna jalan dapat memanfaatkan akses lain sebagai jalur alternatif, menghindari genangan di Ruas Tol Sedyatmo terutama yang menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta dengan melewati Ruas Tol JORR 2 atau moda transportasi lainnya,” ujar Ginanjar.
Dampak Hujan Deras pada Penerbangan
Hujan deras yang melanda Jakarta pada hari ini turut berdampak pada arus lalu lintas penerbangan. Airnav Indonesia melaporkan adanya prosedur pengalihan serta pembatalan pendaratan tujuan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Perubahan pelayanan navigasi penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta terjadi pada periode pukul 05.00 – 10.00 WIB, ketika hujan deras mengguyur wilayah bandara dan sekitarnya. Situasi ini menyebabkan peningkatan pergerakan pesawat yang melakukan pembatalan pendaratan (go-around) dan pengalihan pendaratan ke bandara alternatif (divert).
Setidaknya, sebanyak 16 pesawat yang semestinya mendarat di Bandara Soetta dialihkan untuk melakukan pendaratan ke bandara alternatif yang berlokasi di Halim Perdanakusuma, Semarang, Palembang, Tanjung Pandan, Pangkalpinang, Solo, Yogyakarta, hingga Jambi.



