Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 29 Maret 2026
Trending
  • 4 Bisnis Kekinian dengan Peluang Besar untuk Pemula
  • Perbandingan Harga Cicilan Honda Brio Satya dan Toyota Agya
  • Cara Membuat Pot Bunga dari Botol Bekas!
  • Film budget rendah dengan visual hebat
  • 50 pantun lucu Lebaran 2026 untuk meriahkan Idul Fitri 1447H
  • MPV Angkut 12 Orang, Pintu Tak Bisa Ditutup Saat Mudik, Ini Dampaknya!
  • Takalar Cepat, Birokrasi Tidak Inersia
  • 5 MBTI Pria Penggemar Sepatu Sneakers Langka, Selera Mereka Tajam!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hati-hati! Ini Bahaya Penipuan Bansos
Nasional

Hati-hati! Ini Bahaya Penipuan Bansos

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover14 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penipuan Digital Mengincar Bantuan Sosial

Program bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Nelayan dan Petani (BPNT) sering menjadi target penipuan digital. Para pelaku penipuan menyebarkan pesan atau tautan palsu yang mengaku dari Kementerian Sosial untuk mengambil data pribadi atau uang korban. Modus penipuan ini semakin canggih, sehingga masyarakat perlu waspada.

Modus Umum Penipuan Phishing

  1. Tautan hoaks yang menyamar sebagai form pendaftaran PKH atau BPNT

    Contohnya, pesan yang menjanjikan bantuan sebesar Rp600.000 dengan mengharuskan penerima mengklik link dan memasukkan data. Tautan ini sering mengarahkan pengguna ke situs tidak resmi dan meminta informasi sensitif seperti nomor rekening atau kata sandi.

  2. Situs palsu yang meniru desain website Kemensos atau bank penyalur

    Situs palsu ini sering menggunakan alamat yang mirip dengan domain resmi, tetapi bukan berakhiran .go.id. Banyak korban mengira situs tersebut resmi padahal tidak.

  3. Pesan yang mendesak korban segera mengisi data atau membayar biaya administrasi

    Pemerintah tidak pernah meminta kode OTP, PIN rekening, atau biaya apapun untuk pencairan bansos. Jika ada permintaan seperti ini, itu bisa jadi indikasi penipuan.

Tanda-Tanda Penipuan Lainnya

Beberapa tanda penipuan lainnya adalah ejaan yang tidak rapi, logo abal-abal, atau janji terlalu menggiurkan seperti langsung kirim dana jutaan rupiah. Masyarakat harus lebih hati-hati dalam menghadapi pesan-pesan seperti ini.

Tips Membedakan Situs Resmi vs. Palsu

  1. Periksa Alamat Website

    Pastikan domain situs menggunakan akhiran resmi pemerintah, misalnya cekbansos.kemensos.go.id. Situs palsu sering memakai alamat yang mirip tapi tidak berakhiran .go.id.

  2. Cek Sumber Informasi

    Akses informasi bansos hanya melalui situs atau aplikasi resmi Kemensos (situs web dan aplikasi “Cek Bansos” di Play Store/App Store). Hindari menekan tautan yang dikirim via WhatsApp/email oleh pihak tidak dikenal.

  3. Amati Isi Pesan

    Waspadai tautan pada pesan berantai, terutama yang meminta memasukkan NIK, OTP, atau data pribadi. Kemensos dan bank penyalur tidak akan mengirim tautan pendaftaran bansos via pesan pribadi. Jika ragu, hindari klik dan jangan bagikan informasi sensitif.

  4. Cek Visual Aplikasi

    Jika menggunakan aplikasi “Cek Bansos”, pastikan diunduh dari Play Store/App Store resmi dengan publisher Kementerian Sosial. Waspadai aplikasi sejenis dari sumber tak resmi.

Langkah Pencegahan dan Pengaduan

Selalu berhati-hati dengan informasi bansos yang masuk. Verifikasi dahulu di sumber resmi sebelum mengambil tindakan. Laporkan segera setiap pesan mencurigakan agar pihak berwenang dapat mencegah penipuan lebih lanjut.

Jika Anda atau keluarga mendapat notifikasi bantuan sosial, selalu gunakan kanal resmi Kemensos. Jangan klik tautan sembarangan dan segera laporkan ke petugas sosial setempat atau Kominfo jika menemukan indikasi penipuan.

Keamanan data pribadi dan dana bantuan Anda menjadi tanggung jawab bersama. Dengan kesadaran dan kewaspadaan, masyarakat dapat melindungi diri dari modus penipuan digital yang semakin marak.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

4 Bisnis Kekinian dengan Peluang Besar untuk Pemula

29 Maret 2026

50 pantun lucu Lebaran 2026 untuk meriahkan Idul Fitri 1447H

29 Maret 2026

Selain Curangi Uang Salon, Polwan YM Pernah Curangi iPhone 6S dan Tipu Casis Masuk Polisi

29 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

4 Bisnis Kekinian dengan Peluang Besar untuk Pemula

29 Maret 2026

Perbandingan Harga Cicilan Honda Brio Satya dan Toyota Agya

29 Maret 2026

Cara Membuat Pot Bunga dari Botol Bekas!

29 Maret 2026

Film budget rendah dengan visual hebat

29 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?