Xabi Alonso Tidak Anggap Piala Super Spanyol 2026 sebagai Gelar Penting
Setelah kekalahan dari Barcelona, pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, tidak menganggap Piala Super Spanyol 2026 sebagai gelar yang penting. Ia lebih memilih fokus pada agenda berikutnya. Real Madrid kalah dalam laga final yang dihelat di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Senin (12/1/2026) dini hari WIB.
Pertandingan bertajuk El Clasico ini dimenangkan oleh Barcelona dengan skor 3-2. Di mata Xabi Alonso, kekalahan dalam partai final tentu saja menimbulkan kekecewaan. Namun, ia tidak ingin para pemain dan staf klub terlalu larut dalam kesedihan.
Suksesor Carlo Ancelotti tersebut menganggap gelar Piala Super Spanyol bukan sesuatu yang layak digembar-gemborkan. “Kami harus segera melupakan hal ini,” ucap Xabi dalam jumpa pers pasca-pertandingan. “Ini hanya satu pertandingan, satu kompetisi, dan di antara semua yang kami miliki, ini yang paling tidak penting.”
“Kami perlu melihat ke depan, berusaha memulihkan para pemain, dan meningkatkan semangat tim, serta terus maju. Ini hanya kompetisi di mana kami menghadapi dua rival hebat hanya dalam beberapa hari.”
“Ada perasaan yang bercampur, di satu sisi kecewa karena tidak mampu memenangi titel. Tetapi juga kebanggaan bahwa tim ini memberikan semua yang mereka bisa. Kami bersaing sampai akhir.”
“Kami mengambil hal positif dan terfokus untuk tantangan berikutnya,” kata eks maestro lini tengah timnas Spanyol itu.
Barcelona memimpin lebih dulu melalui gol Raphinha pada menit ke-36 yang disusul drama menjelang istirahat. Tiga gol tercipta dalam interval rapat di menit-menit akhir babak pertama. Vinicius Junior sempat menyamakan kedudukan melalui golnya pada menit ke-45+2, lalu dibalas Robert Lewandowski pada menit ke-45+4′, dan disetarakan lagi oleh Gonzalo Garcia pada menit ke-45+6′.
Kemenangan Barca disegel oleh gol kedua Raphinha pada menit ke-73.
Madrid unggul jumlah pemain pada akhir waktu normal setelah Frenkie de Jong dikartu merah wasit. Namun, mereka terlambat melakukan remuntada dan laga pun berakhir dengan kejayaan bagi Blaugrana.
Hasil ini membuat Los Blancos keok dua kali beruntun dari Barcelona pada final Piala Super Spanyol. Tahun lalu Real Madrid yang masih dilatih Carlo Ancelotti bahkan hancur lebih parah dengan skor 2-5 di tangan armada solid Hansi Flick.
Prestasi ini menambah koleksi gelar Barcelona sebagai raja trofi Supercopa dengan 16 kali juara. Madrid semakin tertinggal dengan kebagian 13 trofi pada urutan kedua.



