Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 22 Maret 2026
Trending
  • OJK Peringatkan Dampak Konflik Timur Tengah pada Bank, Likuiditas Valas Jadi Sorotan
  • Daftar 5 Program Mudik Gratis 2026 untuk Solo Raya, Kuota Terbatas
  • OJK Atur Perwakilan Lembaga Pembiayaan Asing di Indonesia
  • Pupuk Indonesia Perkuat Bisnis dengan Revitalisasi Pabrik
  • Desakan keluar dari BoP, pakar: Pemerintah butuh rencana keberangkatan
  • Harga HP Samsung Murah Jelang Lebaran 2026: A07, A17, A26 5G, A36 5G, A56 5G Terbaru
  • Cara Menghitung Cicilan KPR dengan Aman dan Strategi Pengajuan
  • Polres Bangka Selatan Amankan 100 Botol Miras dan 12 Orang Ditangkap
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Olahraga»Dua kartu merah dalam tiga pertandingan, Trucha: Kami Terlalu Agresif
Olahraga

Dua kartu merah dalam tiga pertandingan, Trucha: Kami Terlalu Agresif

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover13 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

PSM Makassar Kembali Dikritik Akibat Banyaknya Kartu yang Diterima

PSM Makassar kembali menjadi sorotan setelah mengoleksi 13 kartu kuning dan dua kartu merah dalam tiga pertandingan terakhir Super League 2025/2026. Hal ini menunjukkan bahwa performa tim dalam beberapa laga terakhir tidak stabil, baik secara teknis maupun disiplin.

Pelatih Menilai Agresivitas Berlebihan sebagai Penyebab

Pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha, menyatakan bahwa banyaknya kartu yang diterima pemain bukan disebabkan oleh masalah disiplin, melainkan karena tingginya semangat untuk memenangkan pertandingan. Ia mengakui bahwa agresivitas berlebihan bisa menjadi penyebab utama.

“Mungkin kami terlalu agresif di pertandingan. Itu yang terjadi,” ujar Tomas Trucha saat konferensi pers usai laga PSM Makassar vs Bali United di Ruang Media Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Jumat (9/1/2026).

Ia menegaskan bahwa dirinya akan memberikan penekanan kepada pemain, khususnya Yuran Fernandes, agar lebih mampu mengontrol situasi di lapangan. Trucha menilai pemain perlu memahami kapan harus menekan bola, kapan berduel dengan lawan, serta kapan harus menahan diri.

“Pemain harus berpikir dan mengontrol diri. Ini yang akan kami tekankan pada pertandingan berikutnya,” ucapnya.

Dua Kartu Merah dalam Satu Laga

Dalam pertandingan melawan Bali United, PSM Makassar kehilangan dua pemain akibat kartu merah. Syahrul Lasinari dan Ananda Raehan mendapat sanksi tersebut.

Syahrul Lasinari diganjar kartu merah tidak langsung saat PSM Makassar kalah 0-2 dari Bali United pada pekan ke-17 Super League 2025/2026. Bek bernomor punggung 13 itu harus meninggalkan lapangan lebih awal setelah menerima dua kartu kuning dalam waktu 23 menit pertandingan.

Kartu kuning pertama diterima pada menit ke-14 akibat melanggar Jordy Bruijn. Sementara kartu kuning kedua diberikan wasit pada menit ke-23 setelah Syahrul menarik Mirza Mustafic.

Sementara itu, Ananda Raehan mendapat kartu merah langsung. Gelandang berusia 22 tahun tersebut tertangkap Video Assistant Referee (VAR) melakukan pelanggaran dengan menyikut Made Tito.

Pengamat Sepak Bola Menyoroti Kontrol Emosi

Pengamat sepak bola nasional, Syamsuddin Umar, menilai banyaknya kartu yang diterima pemain PSM Makassar dipicu lemahnya kontrol emosi di tengah tekanan pertandingan. Menurutnya, hal tersebut berkaitan dengan kesiapan fisik pemain dalam mengantisipasi serangan lawan.

“Ketika kemampuan fisik tidak maksimal untuk mengantisipasi tekanan, yang muncul adalah emosi. Itu yang terjadi,” kata Syamsuddin saat dihubungi Indonesiadiscover.com, Minggu (11/1/2026).

Ia menyarankan Tomas Trucha memanfaatkan masa jeda kompetisi sebelum putaran kedua untuk meningkatkan kesiapan fisik dan mental pemain. “Pemain harus lebih sabar dan mampu mengontrol emosi. Waktu jeda ini harus dimaksimalkan untuk evaluasi,” tegas pelatih yang pernah membawa PSM Makassar meraih dua gelar juara kasta tertinggi sepak bola Indonesia tersebut.

Rekomendasi untuk Masa Depan

Dari segi strategi, Trucha perlu memastikan bahwa para pemain dapat menjaga emosi mereka selama pertandingan. Ini penting untuk menghindari sanksi yang bisa mengganggu performa tim. Selain itu, pengembangan fisik dan mental pemain juga menjadi prioritas utama.

Selama masa jeda, pelatih dan staf medis PSM Makassar harus bekerja sama untuk memperbaiki kondisi pemain. Dengan begitu, tim bisa kembali tampil lebih stabil dan efektif di pertandingan-pertandingan berikutnya.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

50 Soal Essay PJOK Kelas 9 SMP MTs 2026 Lengkap Kunci Jawaban

21 Maret 2026

Pembaruan klasemen Super League: Borneo FC kejar Persib, Malut United bangkit lagi dalam perburuan gelar

21 Maret 2026

Prediksi Skor Milan vs Inter: Derby Panas, Rossoneri Harus Menang

21 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

OJK Peringatkan Dampak Konflik Timur Tengah pada Bank, Likuiditas Valas Jadi Sorotan

22 Maret 2026

Daftar 5 Program Mudik Gratis 2026 untuk Solo Raya, Kuota Terbatas

22 Maret 2026

OJK Atur Perwakilan Lembaga Pembiayaan Asing di Indonesia

22 Maret 2026

Pupuk Indonesia Perkuat Bisnis dengan Revitalisasi Pabrik

21 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?