Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Friday, 2 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Ekonomi»Tingkat pengangguran AS melambat menjadi 4,4% pada akhir 2025
    Ekonomi

    Tingkat pengangguran AS melambat menjadi 4,4% pada akhir 2025

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover12 January 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



    Pertumbuhan lapangan kerja di Amerika Serikat (AS) pada bulan Desember tercatat hampir tidak bergerak. Beberapa sektor utama justru mengalami pengurangan tenaga kerja. Meski demikian, tingkat pengangguran hanya sedikit melambat menjadi 4,4 persen, yang menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja belum mengalami penurunan yang signifikan.

    Perlahan pertumbuhan ini disebabkan oleh hilangnya pekerjaan di sektor konstruksi, ritel, dan manufaktur. Namun, penurunan pengangguran memberi sinyal bahwa pelemahan pasar tenaga kerja masih dalam kendali. Laporan ketenagakerjaan Departemen Tenaga Kerja AS yang dirilis Jumat juga menunjukkan bahwa pertumbuhan upah tetap kuat, memperkuat keyakinan ekonom bahwa Federal Reserve akan menjaga suku bunga pada rapat 27–28 Januari.

    Para ekonom menilai lemahnya penyerapan tenaga kerja tidak bisa dilepaskan dari kebijakan perdagangan dan imigrasi yang agresif Presiden Donald Trump. Kebijakan tersebut dinilai memberi tekanan pada permintaan dan penawaran tenaga kerja. Di sisi lain, banyak perusahaan memilih untuk menahan rekrutmen karena ketidakpastian tentang kebutuhan tenaga kerja, terutama dengan meningkatnya investasi besar-besaran dalam kecerdasan buatan (AI).

    Ekonomi AS bahkan mencatat ekspansi tanpa diiringi peningkatan lapangan kerja. Pada kuartal ketiga, pertumbuhan ekonomi dan produktivitas pekerja melonjak, sebagian didorong oleh pemanfaatan AI.

    “Semua jalan mengarah ke tingkat pengangguran, ini seharusnya meredam desakan The Fed baru-baru ini untuk menopang pasar tenaga kerja yang melemah,” kata Olu Sonola, kepala riset ekonomi AS di Fitch Ratings.

    “Meskipun demikian, cerita pertumbuhan lapangan kerja yang lemah tidak dapat diabaikan. Perekrutan masih stagnan, dan pertumbuhan lapangan kerja di sektor ekonomi siklikal tidak memberikan sinyal yang menggembirakan,” imbuhnya.

    Biro Statistik Tenaga Kerja AS mencatat, jumlah pekerjaan non-pertanian hanya bertambah 50.000 pada Desember. Angka ini lebih rendah dibanding revisi November yang turun 56.000. Sementara itu, survei sebelumnya memperkirakan penambahan sekitar 60.000 pekerjaan, setelah laporan awal November sebesar 64.000.

    Data Oktober juga direvisi, dengan kehilangan pekerjaan meningkat menjadi 173.000, tertinggi hampir dalam lima tahun. Lonjakan ini terkait program pengunduran diri tertunda bagi pegawai federal. Rata-rata kehilangan pekerjaan selama tiga bulan terakhir mencapai 22.000, mencerminkan melemahnya momentum pasar tenaga kerja. Para ekonom menyebut kondisi ini sebagai fase “perekrutan rendah, pemecatan rendah”.

    Sepanjang 2025, hanya 584.000 lapangan kerja baru yang tercipta, atau rata-rata sekitar 49.000 per bulan. Angka ini jauh di bawah capaian 2024 yang menembus 2 juta lapangan kerja, dengan rata-rata 168.000 per bulan.

    “Sepanjang tahun, hambatan kebijakan yang terus-menerus membebani sentimen bisnis dan membatasi perekrutan, mendorong banyak perusahaan untuk tetap berhati-hati dan memprioritaskan pengendalian biaya dan fleksibilitas dalam menanggapi lingkungan operasional yang tidak dapat diprediksi,” kata Lydia Boussour, ekonom senior di EY-Parthenon.

    Secara sektoral, penambahan lapangan kerja terbilang tipis. Persentase industri yang mencatatkan pertumbuhan turun menjadi 50,8 persen dari 55,6 persen pada November. Restoran dan bar menjadi penyumbang terbesar dengan tambahan 27.000 pekerjaan, disusul sektor kesehatan yang menambah 21.000 posisi, terutama di rumah sakit. Namun, angka ini masih di bawah rata-rata bulanan 2025 dan 2024.

    Sektor bantuan sosial menambah 17.000 pekerjaan. Pemerintah federal menambah 2.000 posisi pada Desember, tetapi secara tahunan justru menyusut 274.000 pekerjaan sejak pemerintahan Trump memangkas jumlah pegawai. Kenaikan moderat juga tercatat di sektor keuangan dan utilitas.

    Sebaliknya, ritel kehilangan 25.000 pekerjaan akibat minimnya rekrutmen saat musim liburan. Manufaktur kembali tertekan dengan kehilangan 8.000 posisi pada Desember dan total 68.000 sepanjang tahun lalu. Para ekonom mengaitkan penurunan ini dengan kenaikan tarif impor, meski Trump menyebut kebijakan tersebut diperlukan untuk menghidupkan kembali industri manufaktur.

    Sektor konstruksi juga memangkas 11.000 pekerja. Dampak cuaca dingin ekstrem dinilai terbatas, mengingat sektor restoran dan bar justru masih menambah tenaga kerja. Pengurangan pekerjaan juga terjadi di sektor pertambangan, grosir, transportasi dan pergudangan, serta jasa profesional dan bisnis.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Konsumen semakin peduli lingkungan, tetapi pilihan produk berkelanjutan masih terbatas

    31 August 2026

    Investasi Asing dan Masa Depan Perumahan Indonesia

    31 August 2026

    Saksi Perjuangan Siswa SD Mencari Ilmu di Bandung Barat

    30 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?