Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Thursday, 1 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Ekonomi»Presiden Prabowo Setujui TKD Aceh 2026 Bebas Kebijakan Efisiensi
    Ekonomi

    Presiden Prabowo Setujui TKD Aceh 2026 Bebas Kebijakan Efisiensi

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover12 January 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Presiden Prabowo Setujui TKD Aceh 2026 Tanpa Potongan

    Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah menyetujui kebijakan Transfer ke Daerah (TKD) untuk Aceh tahun 2026 tanpa adanya kebijakan efisiensi. Keputusan ini memastikan bahwa anggaran TKD Aceh tetap utuh seperti tahun-tahun sebelumnya.

    Keputusan tersebut diambil dalam rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana DPR bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana yang digelar di Banda Aceh. Rapat ini disiarkan melalui kanal YouTube DPR pada hari Sabtu, 10 Januari 2026.

    Dalam rapat tersebut, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah alias Dek Fadh, secara langsung menyampaikan permohonan kepada Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Ia meminta agar kebijakan efisiensi anggaran tidak diberlakukan untuk Aceh pada tahun 2026.

    “Pak Menteri, kami mohon agar efisiensi yang biasanya diterapkan bisa dikembalikan untuk Aceh pada tahun 2026,” ujar Dek Fadh dalam rapat itu.

    Menanggapi permintaan tersebut, Purbaya menyatakan bahwa sejak awal dirinya sudah menjanjikan bahwa TKD Aceh tahun 2026 sebesar Rp 1,6 triliun tidak akan dipangkas. Hal ini dilakukan mengingat Aceh masih dalam proses penanganan dampak bencana.

    Purbaya juga menyarankan agar permintaan Wagub tersebut langsung dilaporkan kepada Presiden. “Saya sudah bilang waktu itu akan kita inikan, saya hanya belum berani ngomong ke Presiden. Tapi dananya sudah ada ni, dana bukan kendala, anda pakai aja. Nanti saya pasti ngomong atau minta aja pak ketua (Prof Sufmi Dasco Ahmad) yang ngomong tuh, pasti lebih cepat,” ujarnya.

    Tidak lama kemudian, dalam sela-sela rapat, Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco, langsung menghubungi Presiden Prabowo melalui sambungan telepon. Dalam pembicaraan tersebut, Presiden meminta berbicara dengan Menteri Keuangan. Selanjutnya, Purbaya mengaku telah mengantongi persetujuan dari Prabowo terkait kebijakan efisiensi anggaran tersebut.

    “Jadi
    clear
    , untuk tahun ini anggaran anda (Pemerintah Aceh) akan penuh seperti tahun lalu, enggak dipotong. Jadi dapat Rp 1,6, Rp 1,7 (triliun) kalau enggak salah,” ujar Purbaya.

    Keputusan presiden tersebut disambut tepuk tangan para peserta rapat. “Kemarin saya janji mau bicara, tapi belum sempat kesana-sini soalnya. Barusan pak ketua (Dasco) sudah telpon dan pak presiden sudah setuju (TKD Aceh tidak dipotong),” jelasnya.

    Lebih lanjut, Purbaya mengaku hingga awal Januari pihaknya sudah melakukan transfer sebesar Rp 1,279 triliun untuk Pemerintah Aceh guna membantu penanganan dampak pascabencana.

    Tak hanya itu, kata Purbaya, saat ini setiap awal bulan pihaknya juga mengirim anggaran ke daerah bencana tanpa surat permintaan. Besaran yang dikirim mengacu pada data anggaran satu tahun sebelumnya, sehingga daerah terdampak tidak kekurangan dana.

    “Kita sudah kirim di bulan Januari itu untuk Aceh saja Rp1,279 triliun. Jadi mereka cukup
    cash
    untuk geraklah, kalau mau. Tapi kendalanya bukan
    cash
    saja, seperti tadi administrasi membuat mereka lambat juga,” jelasnya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Konsumen semakin peduli lingkungan, tetapi pilihan produk berkelanjutan masih terbatas

    31 August 2026

    Investasi Asing dan Masa Depan Perumahan Indonesia

    31 August 2026

    Saksi Perjuangan Siswa SD Mencari Ilmu di Bandung Barat

    30 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?