Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Thursday, 1 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Ekonomi»HIPMI: Jangan Gunakan Dana APBN untuk Tekan Likuiditas Usaha
    Ekonomi

    HIPMI: Jangan Gunakan Dana APBN untuk Tekan Likuiditas Usaha

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover10 January 2026No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kritik dari Hipmi terhadap Penarikan Dana Pemerintah dari Perbankan

    Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) memberikan peringatan terkait kebijakan pemerintah yang akan menarik dana sebesar Rp75 triliun dari perbankan untuk membiayai belanja negara. Hal ini dilakukan dengan harapan agar dapat menjadi solusi jangka pendek dalam menghadapi tekanan anggaran. Namun, pihak Hipmi menilai bahwa langkah ini berpotensi merugikan sektor usaha, khususnya pelaku UMKM.

    Sekretaris Jenderal Hipmi, Dr Anggawira, menjelaskan bahwa penarikan dana tersebut berisiko mempersempit ruang kredit dan membuat bank semakin defensif. Menurutnya, setiap rupiah yang ditarik dari bank bukanlah angka mati, melainkan likuiditas yang bisa digunakan sebagai kredit bagi pengusaha. Jika bank menjadi lebih ketat dalam memberikan pinjaman, maka UMKM dan sektor produktif akan menjadi yang pertama terkena dampaknya.

    “Pak Purbaya harus sadar, setiap rupiah yang ditarik dari bank bukan angka mati. Itu adalah likuiditas yang seharusnya bisa menjadi kredit bagi pengusaha. Kalau bank mengetat, UMKM dan sektor produktif yang pertama terkena,” tegas Anggawira.

    Hipmi menilai bahwa jika belanja negara dibiayai dengan mengorbankan likuiditas perbankan tanpa kejelasan kualitas belanja, maka pemerintah sedang menciptakan crowding-out terselubung terhadap sektor swasta. Dalam hal ini, belanja negara baru layak disebut stimulus jika cepat, produktif, dan menyentuh ekonomi riil. Jika tidak, penarikan dana ini hanya memindahkan risiko dari APBN ke dunia usaha.

    Beberapa poin penting yang disampaikan oleh Hipmi antara lain:

    • Transparansi penggunaan dana: Hipmi mendesak Menteri Keuangan untuk membuka secara transparan ke mana dana ini dibelanjakan, seberapa cepat direalisasikan, dan apa multiplier effect-nya.
    • Koordinasi dengan Bank Indonesia: Penting untuk memastikan koordinasi penuh dengan Bank Indonesia agar kredit usaha tidak tertekan.
    • Stabilitas fiskal: Stabilitas fiskal jangan dibangun dengan melemahkan denyut usaha. APBN seharusnya menjadi pengungkit pertumbuhan, bukan sumber tekanan baru bagi pengusaha.

    Dengan adanya kritik ini, Hipmi berharap pemerintah dapat melakukan evaluasi ulang terhadap kebijakan penarikan dana dari perbankan. Mereka menilai bahwa langkah tersebut bisa berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan para pengusaha.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Konsumen semakin peduli lingkungan, tetapi pilihan produk berkelanjutan masih terbatas

    31 August 2026

    Investasi Asing dan Masa Depan Perumahan Indonesia

    31 August 2026

    Saksi Perjuangan Siswa SD Mencari Ilmu di Bandung Barat

    30 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?