Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 7 Juli 2026
Trending
  • Momen Langka, Sherly Bertemu Diri Sendiri, Gubernur Malut Berenang Bersama Hiu Paus di Gorontalo
  • Harry Kane Lega, Peramal Ghana Akui Hentikan Kutukan Gol
  • Promo Krakatau Park 2026: Tiket Gratis untuk Siswa Berprestasi
  • Ramalan Zodiak Aquarius dan Pisces 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Ramalan Zodiak Sagitarius dan Capricorn 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Investasi Rp 82 Triliun dan Konflik Agraria Rempang, Prabowo Diminta Bersikap Jelas
  • 4 Kandidat Kuat Gantikan Adam Pryzbek di Persib: Semua Bintang, Tapi Rela Duet dengan Mantan Persija?
  • 10 Destinasi Wisata Terbaik Dunia 2026: Jepang dan Filipina Mewakili Asia
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»HIPMI: Jangan Gunakan Dana APBN untuk Tekan Likuiditas Usaha
Ekonomi

HIPMI: Jangan Gunakan Dana APBN untuk Tekan Likuiditas Usaha

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover10 Januari 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kritik dari Hipmi terhadap Penarikan Dana Pemerintah dari Perbankan

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) memberikan peringatan terkait kebijakan pemerintah yang akan menarik dana sebesar Rp75 triliun dari perbankan untuk membiayai belanja negara. Hal ini dilakukan dengan harapan agar dapat menjadi solusi jangka pendek dalam menghadapi tekanan anggaran. Namun, pihak Hipmi menilai bahwa langkah ini berpotensi merugikan sektor usaha, khususnya pelaku UMKM.

Sekretaris Jenderal Hipmi, Dr Anggawira, menjelaskan bahwa penarikan dana tersebut berisiko mempersempit ruang kredit dan membuat bank semakin defensif. Menurutnya, setiap rupiah yang ditarik dari bank bukanlah angka mati, melainkan likuiditas yang bisa digunakan sebagai kredit bagi pengusaha. Jika bank menjadi lebih ketat dalam memberikan pinjaman, maka UMKM dan sektor produktif akan menjadi yang pertama terkena dampaknya.

“Pak Purbaya harus sadar, setiap rupiah yang ditarik dari bank bukan angka mati. Itu adalah likuiditas yang seharusnya bisa menjadi kredit bagi pengusaha. Kalau bank mengetat, UMKM dan sektor produktif yang pertama terkena,” tegas Anggawira.

Hipmi menilai bahwa jika belanja negara dibiayai dengan mengorbankan likuiditas perbankan tanpa kejelasan kualitas belanja, maka pemerintah sedang menciptakan crowding-out terselubung terhadap sektor swasta. Dalam hal ini, belanja negara baru layak disebut stimulus jika cepat, produktif, dan menyentuh ekonomi riil. Jika tidak, penarikan dana ini hanya memindahkan risiko dari APBN ke dunia usaha.

Beberapa poin penting yang disampaikan oleh Hipmi antara lain:

  • Transparansi penggunaan dana: Hipmi mendesak Menteri Keuangan untuk membuka secara transparan ke mana dana ini dibelanjakan, seberapa cepat direalisasikan, dan apa multiplier effect-nya.
  • Koordinasi dengan Bank Indonesia: Penting untuk memastikan koordinasi penuh dengan Bank Indonesia agar kredit usaha tidak tertekan.
  • Stabilitas fiskal: Stabilitas fiskal jangan dibangun dengan melemahkan denyut usaha. APBN seharusnya menjadi pengungkit pertumbuhan, bukan sumber tekanan baru bagi pengusaha.

Dengan adanya kritik ini, Hipmi berharap pemerintah dapat melakukan evaluasi ulang terhadap kebijakan penarikan dana dari perbankan. Mereka menilai bahwa langkah tersebut bisa berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan para pengusaha.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Ramalan Zodiak Gemini dan Cancer 22 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan

25 Juni 2026

Apakah Pembuatan NIB Memakan Biaya? Ini Fakta dan Penjelasannya

25 Juni 2026

Dividen besar MKPI Senin (22/6): Cek profil dan kinerja perusahaan properti

25 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Momen Langka, Sherly Bertemu Diri Sendiri, Gubernur Malut Berenang Bersama Hiu Paus di Gorontalo

30 Juni 2026

Harry Kane Lega, Peramal Ghana Akui Hentikan Kutukan Gol

30 Juni 2026

Promo Krakatau Park 2026: Tiket Gratis untuk Siswa Berprestasi

30 Juni 2026

Ramalan Zodiak Aquarius dan Pisces 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan

30 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?