Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 15 Mei 2026
Trending
  • Ramalan Zodiak Hari Ini: Nasib, Rezeki, dan Peluang 11 Mei 2026
  • Demo Penolakan Pergub JKA Berlanjut, Jubir Aceh Apresiasi Kepedulian Mahasiswa
  • 5 manfaat kabin mobil senyap untuk kenyamanan dan fokus berkendara
  • CEO NVIDIA: 4 Prinsip Sederhana Hadapi Revolusi AI
  • Klaim Palsu Larangan Dokumentasi di Masjidil Haram Beredar di Media Sosial
  • Mahfud MD Ungkap Ketidakadilan Penegakan Hukum, Terkesan Dipaksakan dan Kencangkan Target: Tidak Profesional
  • Mbappe Mungkin Tinggalkan Madrid, Isu ke Liverpool Muncul Saat Reds Incar Estevao Chelsea
  • Jejak Kain Lukis Nasrafa: Dari Brosur ke Pasar Global
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»HIPMI: Jangan Gunakan Dana APBN untuk Tekan Likuiditas Usaha
Ekonomi

HIPMI: Jangan Gunakan Dana APBN untuk Tekan Likuiditas Usaha

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover10 Januari 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kritik dari Hipmi terhadap Penarikan Dana Pemerintah dari Perbankan

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) memberikan peringatan terkait kebijakan pemerintah yang akan menarik dana sebesar Rp75 triliun dari perbankan untuk membiayai belanja negara. Hal ini dilakukan dengan harapan agar dapat menjadi solusi jangka pendek dalam menghadapi tekanan anggaran. Namun, pihak Hipmi menilai bahwa langkah ini berpotensi merugikan sektor usaha, khususnya pelaku UMKM.

Sekretaris Jenderal Hipmi, Dr Anggawira, menjelaskan bahwa penarikan dana tersebut berisiko mempersempit ruang kredit dan membuat bank semakin defensif. Menurutnya, setiap rupiah yang ditarik dari bank bukanlah angka mati, melainkan likuiditas yang bisa digunakan sebagai kredit bagi pengusaha. Jika bank menjadi lebih ketat dalam memberikan pinjaman, maka UMKM dan sektor produktif akan menjadi yang pertama terkena dampaknya.

“Pak Purbaya harus sadar, setiap rupiah yang ditarik dari bank bukan angka mati. Itu adalah likuiditas yang seharusnya bisa menjadi kredit bagi pengusaha. Kalau bank mengetat, UMKM dan sektor produktif yang pertama terkena,” tegas Anggawira.

Hipmi menilai bahwa jika belanja negara dibiayai dengan mengorbankan likuiditas perbankan tanpa kejelasan kualitas belanja, maka pemerintah sedang menciptakan crowding-out terselubung terhadap sektor swasta. Dalam hal ini, belanja negara baru layak disebut stimulus jika cepat, produktif, dan menyentuh ekonomi riil. Jika tidak, penarikan dana ini hanya memindahkan risiko dari APBN ke dunia usaha.

Beberapa poin penting yang disampaikan oleh Hipmi antara lain:

  • Transparansi penggunaan dana: Hipmi mendesak Menteri Keuangan untuk membuka secara transparan ke mana dana ini dibelanjakan, seberapa cepat direalisasikan, dan apa multiplier effect-nya.
  • Koordinasi dengan Bank Indonesia: Penting untuk memastikan koordinasi penuh dengan Bank Indonesia agar kredit usaha tidak tertekan.
  • Stabilitas fiskal: Stabilitas fiskal jangan dibangun dengan melemahkan denyut usaha. APBN seharusnya menjadi pengungkit pertumbuhan, bukan sumber tekanan baru bagi pengusaha.

Dengan adanya kritik ini, Hipmi berharap pemerintah dapat melakukan evaluasi ulang terhadap kebijakan penarikan dana dari perbankan. Mereka menilai bahwa langkah tersebut bisa berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan para pengusaha.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

PMI Manufaktur Kembali Kontraksi, Ini Saham Paling Terkena Dampak

15 Mei 2026

5 Sektor Pekerjaan Paling Diminati Tahun 2026

15 Mei 2026

65 Soal IPAS Kelas 1 Semester 2 dengan Kunci Jawaban UAS, PAS, ASAS, ASAT, PAT

15 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Nasib, Rezeki, dan Peluang 11 Mei 2026

15 Mei 2026

Demo Penolakan Pergub JKA Berlanjut, Jubir Aceh Apresiasi Kepedulian Mahasiswa

15 Mei 2026

5 manfaat kabin mobil senyap untuk kenyamanan dan fokus berkendara

15 Mei 2026

CEO NVIDIA: 4 Prinsip Sederhana Hadapi Revolusi AI

15 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?